Pemkot Bogor Raih Status Sangat Tinggi LPPD 2016

 - 
Pemkot Bogor Raih Status Sangat Tinggi LPPD 2016
Pemkot Bogor Raih Status Sangat Tinggi LPPD 2016

Pemkot Bogor Raih Status Sangat Tinggi LPPD 2016

 

Pemkot Bogor Raih Status Sangat Tinggi LPPD 2016

Pemerintah Kota

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali meraih penghargaan, yakni penghargaan atas Prestasi Kinerja Status Sangat Tinggi Bintang Dua Dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Berdasarkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) Tahun 2016.

Direktur Jenderal

Penghargaan tersebut diberikan Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Sumarsono kepada Plt. Wali Kota Bogor Usmar Hariman pada Malam Apresiasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dalam rangka Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-22 dengan tema “Mewujudkan Nawacita Melalui Penyelenggaraan Otonomi Daerah Yang Bersih dan Demokratis” di The Sultan Hotel Jakarta, jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (25/04/2018) malam.

Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri

Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Sumarsono mengucapkan terima kasih kepada setiap daerah yang telah melakukan upacara bendera Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-22 yang diperingati setiap tanggal 25 April berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1996 tentang Hari Otonomi Daerah. Tujuannya adalah untuk memasyarakatkan dan memantapkan pelaksanaan Otonomi Daerah disetiap tingkatan pemerintahan, mulai dari pusat sampai dengan daerah.

“Di tahun 2018 ini sudah Otonomi Daerah menginjak 22 tahun dan harus terus menentukan arah. Diperlukan rekam jejak yang baik dalam pelaksanaan Otonomi Daerah sehingga Otonomi Daerah berjalan efektif dari tahun ke tahun,” katanya dalam sambutan.

Otonomi Daerah

Selaras dengan tujuan Otonomi Daerah maka tema peringatan otonomi daerah hari ini adalah “Mewujudkan Nawacita Melalui Penyelenggaraan Otonomi Daerah Yang Bersih dan Demokratis”

“Tema tersebut memiliki makna pokok bahwa penyelenggaraan Otonomi Daerah harus mampu mendukung program Nawacita dan 9 kebijakan strategis Jokowi-JK,” kata Sumarsono.

Sementara itu Plt. Wali Kota Bogor Usmar Hariman menuturkan, memang tema Otonomi Daerah ke-22 ini merupakan tujuan dari reformasi yang sudah berjalan. “Mudah-mudahan dengan peringatan hari Otonomi Daerah ini menjadi semangat bisa mewujudkannya dengan baik,” kata Usmar.

Selain terus berupaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan demokratis, Pemkot Bogor memilki penilaian laporan transparansi dan akuntabilitas baik.

“Alhamdulillah melalui penghargaan LPPD ini Kota Bogor masuk ke 18 besar dengan penilaian terbaik, walaupun belum meraih 5 besar tapi masuk 50 kota/kabupaten yang ada di indonesia. Mudah mudahan tahun depan Kota Bogor bisa masuk ke 3 besar,” tuturnya.

Hadir mendampingi

Plt. Wali Kota Bogor Usmar Hariman, Kabag Administrasi Pemerintahan Setda Kota Bogor, Taufik.

Hadir juga dalam kesempatan tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumulo, Gubernur Seluruh Indonesia, Komisi II DPR RI, Kementerian/Lembaga, Walikota/Bupati, World Bank, KPPOD dan Asosiasi terkait.

Artikel terkait:


DPD KNPI Kota Bogor Soroti Sejumlah Persoalan

 - 
DPD KNPI Kota Bogor Soroti Sejumlah Persoalan
DPD KNPI Kota Bogor Soroti Sejumlah Persoalan

DPD KNPI Kota Bogor Soroti Sejumlah Persoalan

 

DPD KNPI Kota Bogor Soroti Sejumlah Persoalan

Dewan Pimpinan Daerah

Sejumlah persoalan dan dinamika yang tengah hangat terjadi di masyarakat disampaikan secara lugas dan tegas Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bogor saat melakukan audiensi dengan Plt. Wali Kota Bogor Usmar Hariman di Balaikota Bogor, Rabu (25/04/2018).

Hadir bersama mayoritas jajaran pengurusnya

DPD KNPI Kota Bogor yang dipimpin langsung ketuanya, Bagus Maulana Yusuf, menyampaikan beragam persoalan yang terjadi di Kota Bogor.

Mulai dari netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pada Pilkada Kota Bogor, mangkraknya pembangunan Masjid Agung, dinamika terkait dengan tempat ibadah, masalah perizinan hingga di bidang pendidikan seperti kendala saat Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan PPDB Online.

“Di tahun politik ini tentunya kami sangat menyoroti soal keberadaan ASN dan para pegawai BUMD dalam pelaksanaan Pilkada, karena jangan sampai ditemukan adanya indikasi dari mereka yang memihak atau mendukung salah satu pasangan calon. Begitu pun halnya dengan persoalan UNBK yang kemarin sempat terjadi kendala pada servernya, sehingga mengganggu kelancaran para siswa. Ini tentu harus diantisipasi saat sebentar lagi juga akan dilakukannya PPDB online,” jelas Bagus.

Ditambahkannya

Bahwa kedatangan mereka menemui Plt. Wali Kota Bogor Usmar Hariman juga sekaligus untuk “curhat” mengenai minimnya anggaran yang dikucurkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk tahun 2018 ini dan bahkan nilainya yang jauh lebih kecil dibanding tahun 2017 lalu yang jumlahnya mencapai Rp. 750 juta.

“Karena dengan minimnya anggaran ini membuat kami kesulitan untuk berkegiatan, apalagi dengan puluhan Organisasi Kepemudaan (OKP) yang ada di dalamnya sebagai anggota kami. Hanya sekedar untuk melakukan pembinaan pun kesulitan,” paparnya.

Menanggapi semua keluhan dan aspirasi yang disampaikan

Plt. Wali Kota Bogor Usmar Hariman mengaku sangat berterima kasih dan akan terus berupaya agar DPD KNPI Kota Bogor menjadi mitra strategis Pemkot Bogor dalam menjalankan seluruh program kerja dan pembangunan.

“Memang perjalanan selama empat tahun ini belum bisa memuaskan semua pihak. Dengan segala keterbatasan yang ada, kami berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, termasuk dengan KNPI ini. Tapi, terima kasih atas segala perhatian, kepedulian, dan masukan-masukan yang telah disampaikan,” kata Usmar.

Sumber : https://blog.fe-saburai.ac.id/teks-ulasan-contoh-teks-ulasan-dan-ciri-strukturnya/


Pemkot Bogor Raih Status Sangat Tinggi LPPD 2016

 - 
Pemkot Bogor Raih Status Sangat Tinggi LPPD 2016
Pemkot Bogor Raih Status Sangat Tinggi LPPD 2016

Pemkot Bogor Raih Status Sangat Tinggi LPPD 2016

 

Pemkot Bogor Raih Status Sangat Tinggi LPPD 2016

Pemerintah Kot

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali meraih penghargaan, yakni penghargaan atas Prestasi Kinerja Status Sangat Tinggi Bintang Dua Dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Berdasarkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) Tahun 2016.

Direktur Jenderal

Penghargaan tersebut diberikan Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Sumarsono kepada Plt. Wali Kota Bogor Usmar Hariman pada Malam Apresiasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dalam rangka Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-22 dengan tema “Mewujudkan Nawacita Melalui Penyelenggaraan Otonomi Daerah Yang Bersih dan Demokratis” di The Sultan Hotel Jakarta, jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (25/04/2018) malam.

Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri

Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Sumarsono mengucapkan terima kasih kepada setiap daerah yang telah melakukan upacara bendera Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-22 yang diperingati setiap tanggal 25 April berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1996 tentang Hari Otonomi Daerah. Tujuannya adalah untuk memasyarakatkan dan memantapkan pelaksanaan Otonomi Daerah disetiap tingkatan pemerintahan, mulai dari pusat sampai dengan daerah.

“Di tahun 2018 ini sudah Otonomi Daerah menginjak 22 tahun dan harus terus menentukan arah. Diperlukan rekam jejak yang baik dalam pelaksanaan Otonomi Daerah sehingga Otonomi Daerah berjalan efektif dari tahun ke tahun,” katanya dalam sambutan.

Selaras dengan tujuan Otonomi Daerah maka tema peringatan otonomi daerah hari ini adalah “Mewujudkan Nawacita Melalui Penyelenggaraan Otonomi Daerah Yang Bersih dan Demokratis”

“Tema tersebut memiliki makna pokok bahwa penyelenggaraan Otonomi Daerah harus mampu mendukung program Nawacita dan 9 kebijakan strategis Jokowi-JK,” kata Sumarsono.

Plt. Wali Kota Bogor

Sementara itu Plt. Wali Kota Bogor Usmar Hariman menuturkan, memang tema Otonomi Daerah ke-22 ini merupakan tujuan dari reformasi yang sudah berjalan. “Mudah-mudahan dengan peringatan hari Otonomi Daerah ini menjadi semangat bisa mewujudkannya dengan baik,” kata Usmar.

Selain terus berupaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan demokratis, Pemkot Bogor memilki penilaian laporan transparansi dan akuntabilitas baik.

“Alhamdulillah melalui penghargaan LPPD ini Kota Bogor masuk ke 18 besar dengan penilaian terbaik, walaupun belum meraih 5 besar tapi masuk 50 kota/kabupaten yang ada di indonesia. Mudah mudahan tahun depan Kota Bogor bisa masuk ke 3 besar,” tuturnya.

Usmar Hariman

Hadir mendampingi Plt. Wali Kota Bogor Usmar Hariman, Kabag Administrasi Pemerintahan Setda Kota Bogor, Taufik.

Hadir juga dalam kesempatan tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumulo, Gubernur Seluruh Indonesia, Komisi II DPR RI, Kementerian/Lembaga, Walikota/Bupati, World Bank, KPPOD dan Asosiasi terkait.

 

Sumber : https://blog.fe-saburai.ac.id/teks-ulasan-contoh-teks-ulasan-dan-ciri-strukturnya/


OTDA Untuk Kesejahteraan Masyarakat

 - 
OTDA Untuk Kesejahteraan Masyarakat
OTDA Untuk Kesejahteraan Masyarakat

OTDA Untuk Kesejahteraan Masyarakat

 

OTDA Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) memaknai Peringatan Hari Otonomi Daerah Ke-22 Tahun 2018, sebagai pemicu penyelenggaraan otonomi daerah yang bersih dan demokratis guna mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Pertama, tentu kita sudah 22 tahun melaksanakan otonomi daerah

Kedua otonomi dari dulu didirikan untuk kesejahteraan rakyat,” kata Gubernur Aher, pada Malam Apresiasi Peringatan Hari OTDA XXII tahun 2018, di Hotel Sultan, Jl. Jend. Gatot Subroto Jakarta, Rabu (25/04/2018) malam.

Kuncinya, kata Aher, jangan takut untuk berinovasi. Wujudkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat, lebih efektif, dan lebih terarah.

Sehingga, berdampak pada keberhasilan pembangunan yang berujung pada peningkatan kesejahteraan dan menghilangkan kemiskinan.

Pada peringatan Hari Otda yang bertemakan

“Mewujudkan Nawa Cita Melalui Penyelenggaraan Otonomi Daerah yang Bersih dan Demokratis”, Gubernur Aher berharap supaya kinerja pembangunan dalam suatu pemerintahan, setiap saat dapat terpantau dengan baik. Serta terus didorong supaya pembangunan berlangsung sesuai sasaran yang dituju.

“Karena ujung dari pembangunan yang paling mikro adalah untuk menghilangkan kemiskinan, pengangguran, dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” katanya.

Sementara Direktur Jenderal Otda Kemendagri Soemarsono

Sementara Direktur Jenderal Otda Kemendagri Soemarsono mengungkap, bahwa melihat perkembangan penyelenggaraan Otda dari tahun ke tahun, peringatan Hari Otonomi Daerah bisa menjadi momentum terbaik untuk mengevaluasi perkembangan kinerja pelaksanaan Otda pada setiap daerah otonom.

“Evaluasi dilaksanakan mulai dari Pemerintah Daerah Provinsi maupun Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota,” jelas Sumarsono.

Selain itu, Sumarsono juga meminta agar seluruh pemerintah daerah dapat mengeluarkan kebijakan yang memperkokoh otonomi Indonesia. Menurutnya, dari kebijakan itulah negara dapat berdiri sendiri.

Intinya, ucap Dia

tujuan utamanya adalah memperkokoh negara kesatuan Republik Indonesia. Karena usia 22 tahun, merupakan usia yang cukup dewasa mulai menentukan arah Otda kemana dibawa.

Disinilah diperlukannya rekam jejak perjalanan Otda di suatu daerah. Sehingga perjalanannya akan efektif dari tahun ke tahun.

Adapun Otda, Kata Sumarsono, tentunya harus mendukung kesuksesan Nawacita, kebijakan strategis Jokowi- JK.

 

Sumber : https://blog.fe-saburai.ac.id/gambar-jaring-jaring-kubus-dan-contoh-soalnya/


Unpak Lakukan Academic Trip ke Malaysia dan Singapura

 - 
Unpak Lakukan Academic Trip ke Malaysia dan Singapura
Unpak Lakukan Academic Trip ke Malaysia dan Singapura

Unpak Lakukan Academic Trip ke Malaysia dan Singapura

Unpak Lakukan Academic Trip ke Malaysia dan Singapura

Unpak Lakukan Academic Trip ke Malaysia dan Singapura

 

 

Tim Program Pascasarjana

Prodi Administrasi Pendidikan Universitas Pakuan (Unpak) Bogor melakukan kunjungan akademik (academic trip) ke Malaysia dan Singapura, 27 Februari sampai 1 Maret 2019.

Rombongan tersebut terdiri atas Rektor Universitas Pakuan Dr H Bibin Rubini, MPd, Kepala Program Studi Administrasi Pendidikan (AP) Program Pascasarjana Unpak Dr Sumardi, Sekretaris Program Studi Administrasi Pendidikan Dr Rais Hidayat, empat dosen, dan 57 mahasiswa.

Kunjungan akademik itu sarat dengan sejumlah kegiatan yang terpaut dengan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Kunjungan akademik ke Malaysia dan Singapura ini mencakup studi perbandingan, simposium internasional, sesi berbagi pengalaman dan informasi, dan pelayanan komunitas,” kata Kaprodi Administrasi Pendidikan Pascasarjana Unpak Dr Sumardi melalui rilis yang diterima Republika.co.id, Selasa (12/3).

Ia menambahkan

, selama academic trip tersebut, tim dari Unpak mengunjungi empat lembaga pendidikan. Keempatnya adalah Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) dan SMK Tun Ismail di Malaysia, serta Sekolah Indonesia Singapura dan Maha-Bodhy School di Singapura.

Ia menambahkan, UTHM menjadi tempat bergengsi bagi para mahasiswa dan dosen Unpak dalam menunjukkan kualitas internasional dalam keilmiahannya, yaitu dengan memberi knowledge sharing, presentasi dan publikasi karya ilmiah internasional. “Baik UTHM maupun Unpak, mengirimkan beberapa dosen dan mahasiswanya untuk presentasi karya ilmiah hasil dari penelitian yang dilakukan sebelumnya,” paparnya.

Sumardi mengemukakan

, dalam kesempatan tersebut, Rektor Unpak Dr Bibin Rubini MPd memberikan wawasan kearifan lokal Indonesia yang sinergis dengan revolusi industri 4.0 di hadapan Forum 2nd Symposium of Postgraduate Research and Publication 2019. “Kedua universitas ini kemudian melalui pertemuan bersahabat antara kedua rektor bersepakat kembali untuk melakukan kerja sama lainnya di kemudian hari,” tuturnya.

Sekretaris Prodi Adminisrasi Pendidikan Pascasarjana Unpak Dr Rais Hidayat menambahkan, kunjungan ke SMK Tun Ismail menghasilkan sebuah keakraban antara kedua institusi pendidikan ini. Rasa saling menghormati diekspresikan melalui tarian, nyanyian, dan pantun yang diberikan oleh siswa-siswa dan beberapa guru SMK Tun Ismail kepada tim Unpak.

“Keduanya mendapatkan manfaat di mana menghargai guru itu adalah sebuah kewajiban karena gurulah yang mengantar kita ke ranah intelektual dan kepribadian yang terpuji,” ujarnya.

photo

Ia menyebutkan, di Sekolah Indonesia Singapura, tim Unpak berbagi buku best practice yang ditulis oleh beberapa dosen administrasi pendidikan Unpak sebagai salah satu sumber dalam pembelajaran. Mengajarkan tarian tradisional Indonesia juga dilakukan oleh seorang mahasiswa Unpak, dengan tim Unpak maupun guru-guru Sekolah Indonesia Singapura riang gembira mengikuti gerakan tariannya.

“Konsep berbagi dan mengajarkan ini adalah ejawantah dari pengabdian kepada masyarakat, yaitu pengabdian yang diberikan kepada masyarakat Indonesia yang bekerja di sekolah ini,” kata Rais Hidayat.

Ia mengemukakan, perjalanan tim Unpak ini berakhir indah di Maha-Bodhy School, Singapura. Sekolah ini piawai dalam memberikan cermin tentang penghormatan kepada budaya leluhur dengan cara melakukan dan menguasai ritual-ritual budaya yang membangun kecerdasan dan pekerti. “Tim Unpak mengambil banyak pesan edukatif dari school touring yang dipimpin oleh beberapa guru dari sekolah ini,” ujarnya.

Rais Hidayat perjalanan akademik tim Unpak tersebut sarat pengalaman dan manfaat. “Pengalaman tersebut semakin menstimulasi keinginan untuk selalu menjadi insan akademia yang berpengetahuan, berkemampuan, dan perilaku,’’ paparnya.

 

 

Baca Juga :

 

 

 

 

 


Kemendikbud Bekali TNI AD untuk Bantu Sekolah di Kawasan 3T

 - 
Kemendikbud Bekali TNI AD untuk Bantu Sekolah di Kawasan 3T
Kemendikbud Bekali TNI AD untuk Bantu Sekolah di Kawasan 3T

Kemendikbud Bekali TNI AD untuk Bantu Sekolah di Kawasan 3T

Kemendikbud Bekali TNI AD untuk Bantu Sekolah di Kawasan 3T

Kemendikbud Bekali TNI AD untuk Bantu Sekolah di Kawasan 3T

 

Kementerian Pendidikan

dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggandeng TNI AD, untuk memberikan layanan pendidikan yang merata, khususnya di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal ( daerah 3T). Pembekalan pun telah diberikan kepada 900 prajurit yang siap ditempatkan.

Pemberian pembekalan tersebut merupakan pelaksanaan dari perjanjian kerja sama antara Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikbud, Supriano, dengan Asisten Teritorial KASAD, Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari tentang Penguatan Kompetensi dalam Proses Pembelajaran di Kelas Kepada Personel TNI AD pada Satuan Pendidikan di Daerah 3T, Untuk Memenuhi Kebutuhan Guru di Daerah Perbatasan. Perjanjian kerja sama ini ditandatangani pada Rabu, 27 Januari 2019, di Kantor Kemendikbud, di Jakarta.

“Kerja sama ini bukan untuk menjadikan tentara beralih fungsi sebagai guru, tetapi untuk memberikan bekal kepada prajurit TNI AD yang bertugas di daerah perbatasan, dan sewaktu-waktu bisa membantu Pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat yang sekolahnya kekurangan guru, di samping melaksanakan tugas utamanya menjaga kedaulatan NKRI,” kata Supriano, dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Senin (11/3).

Bimbingan

teknis ini dilaksanakan mulai tanggal 11 Maret sampai 14 Maret 2019 di dua lokasi yakni di Balikpapan, Kalimantan Timur, dan Garut, Jawa Barat, dengan jumlah peserta masing-masing 450 orang prajurit . “Ini merupakan langkah bersinergi antara Kemendikbud dengan TNI AD, dan baru pertama kali dilakukan. Dengan terbekalinya para prajurit tersebut, dapat membantu memberikan layanan pendidikan di daerah 3T, yang saat ini akan ditempatkan di Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Malinau,” ujar Supriano.

Selain membantu

mengajar di daerah tersebut pada satuan pendidikan yang kekurangan guru, kata Supriano, para prajurit juga dapat memberikan informasi kepada Kemendikbud fasilitas pendidikan yang dibutuhkan di daerah tersebut. Ia pun berharap dengan adanya sinergi ini, proses belajar mengajar siswa di daerah 3T tidak terganggu dengan alasan kekurangan guru.

 

Sumber :
http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/penjelasan-struktur-kulit/

 


Mendikbud Prioritaskan Perbaikan Sekolah di Madiun

 - 
Mendikbud Prioritaskan Perbaikan Sekolah di Madiun
Mendikbud Prioritaskan Perbaikan Sekolah di Madiun

Mendikbud Prioritaskan Perbaikan Sekolah di Madiun

Mendikbud Prioritaskan Perbaikan Sekolah di Madiun

Mendikbud Prioritaskan Perbaikan Sekolah di Madiun

 

 

Menteri Pendidikan

dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy memprioritaskan untuk memperbaiki fasilitas belajar bagi sekolah dan peserta didik terdampak bencana banjir di Kabupaten Madiun. Fasilitas belajar merupakan kerusakan yang paling banyak terjadi saat banjir bandang di Kabupaten Madiun beberapa waktu lalu.

Hal ini mengemuka saat Mendikbud Muhadjir Effendy melakukan peninjauan sekolah terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Madiun. Kabupaten Madiun merupakan wilayah terdampak terparah dari 15 kabupaten yang dilanda banjir di Provinsi Jawa Timur.

Sebanyak delapan

kecamatan yang terendam banjir, meliputi Kecamatan Madiun, Saradan, Pilangkenceng, Balerejo, Sawahan, Mejayan, Wungu, dan Wonosari. “Sekolah-sekolah memang ada kerusakan tapi tidak fatal, atau hanya mengalami kerusakan ringan,” jelas Menteri Muhadjir, dalam keterangan resmi yang diterima Republika, Selasa (12/3).

Kerusakan itu, lanjut Muhadjir mencakup fasilitas sekolah, buku-buku perpustakaan, alat elektronik, komputer, dan alat musik. “Nanti dari pemerintah pusat akan ada bantuan, akan kita rumuskan terlebih dahulu, kerja sama akan dilakukan dengan kabupaten untuk jenjang SD dan SMP.” kata dia.

Oleh karena itu

, Kemendikbud tidak merencanakan untuk memberlakukan dispensasi untuk penyelenggaraan ujian bagi para siswa. Sebagai informasi, bencana banjir terjadi bertepatan saat para siswa sedang mengikuti ujian, dan latihan ujian untuk persiapan ujian tingkat nasional atau try out.

“Kelas 3 SMP tidak diberi dispensasi ujian, tidak perlu kayaknya karena mereka bisa menyesuaikan diri, termasuk memberikan bahan bantuan untuk ujian sekolah,” kata dia menjelaskan.

Data lembaga pendidikan yang terkena bencana lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun per 6 Maret 2019 mencatatkan terdapat sebanyak 33 satuan pendidikan terdampak bencana. Sekolah ini terdiri atas 22 Sekolah Dasar (SD), sembilan Taman Kanak-Kanak (TK), dan dua Sekolah Menengah Pertama Negeri.

Saat peninjauan, Sodik Hery Purnomo, selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, mengungkapkan banjir mengakibatkan kerusakan fasilitas belajar.

Oleh karena itu, Sodik melanjutkan, banjir tidak menghentikan siswa untuk belajar, bahkan tetap mengikuti ujian umum bersama dan ujian tengah bagi jenjang Sekolah Menengah Pertama. Ke depan, Sodik menjelaskan, secara individual para siswa pun kehilangan kebutuhan bersekolah sehari-hari, seperti seragam, buku.

 

 

Sumber :
https://bandarlampungkota.go.id/blog/struktur-kulit-fungsi-kulit-beserta-gambar-kulit/


Peta Persebaran Fauna Di Indonesia

 - 
Peta Persebaran Fauna Di Indonesia
Peta Persebaran Fauna Di Indonesia

Peta Persebaran Fauna Di Indonesia

Peta Persebaran Fauna Di Indonesia

Peta Persebaran Fauna Di Indonesia

Sebagaimana halnya dengan persebaran tanaman (tumbuhan) yang mempunyai jenis bermacam-macam pada setiap wilayahnya, persebaran fauna (hewan) juga demikian.

Keanekaragaman fauna di Indonesia secara eksklusif atau tidak eksklusif dipengaruhi oleh keadaan floranya. Luasnya wilayah dan sejarah geologi yang panjang menempatkan Indonesia sebagai negara yang mempunyai kekayaan fauna yang patut dibanggakan.

Berdasarkan penelitian, 17% jenis burung dunia, 16% jenis reptil dunia, dan 12% jenis mamalia dunia sanggup dijumpai di Indonesia. Angka-angka tersebut belum termasuk fauna endemik, diperkirakan 200 dari 515 jenis mamalia di Indonesia yaitu jenis mamalia endemik, demikian pula 430 dari 1.519 jenis burung yang ada.

Faktro-faktor yang menghipnotis persebaran fauna di Indonesia

Kepulauan Indonesia mempunyai sejarah geologis yang menarik. Hal ini besar lengan berkuasa terhadap persebaran faunanya.

Laut yang memisahkan antarpulau membatasi hubungan antarfauna sejenis, sehingga mereka secara berangsur-angsur berkembang dengan cara mereka masing-masing sesuai dengan penyesuaian mereka terhadap lingkungan setempat.

Hal inilah salah satu faktor yang memunculkan keanekaragaman fauna di Indonesia. Secara garis besar, persebaran fauna di Indonesia sanggup dibedakan menjadi fauna Indonesia pecahan Barat, fauna Indonesia pecahan tengah, dan fauna Indonesia pecahan Timur.

Peta persebaran Fauna Indonesia Bagian Barat

Fauna Indonesia pecahan Barat yaitu fauna-fauna yang terdapat di Pulau Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan pulaupulau kecil di sekitarnya.

Dahulu pulau-pulau tersebut merupakan satu daratan dengan Semenanjung Malaka (Benua Asia), sehingga tanaman dan faunanya sanggup berkembang dan berpencar secara bebas.

Ketika Sumatra, Kalimantan, dan Jawa terpisah dari Benua Asia, maka masingmasing kawasan tersebut membawa perwakilan jenis tanaman dan fauna yang sama.

Oleh alasannya yaitu itu, jenis fauna di wilayah Indonesia pecahan Barat disebut juga dengan jenis fauna Asiatis.

Beberapa ciri fauna Asiatis, antara lain, banyak dijumpai mamalia ukuran besar, banyak dijumpai banyak sekali jenis simpanse dan jenis ikan air tawar, akan tetapi sedikit jenis burung berwarna.

Beberapa jenis fauna endemik di wilayah Indonesia pecahan Barat, antara lain, warak bercula satu, burung merak, jalak bali, dan orang utan.

Peta persebaran Fauna Indonesia Bagian Tengah

Jenis fauna Indonesia tengah terdapat di Pulau Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan beberapa pulau di sekitarnya.

Fauna Indonesia pecahan tengah ini merupakan fauna peralihan, alasannya yaitu mempunyai ciri khas tersendiri kalau dibandingkan dengan fauna Indonesia pecahan Barat ataupun fauna Indonesia pecahan Timur.

Perbedaan karakteristik fauna antara Indonesia pecahan Barat dengan Indonesia pecahan tengah dibatasi dengan garis khayal yang dikenal dengan sebutan Garis Wallacea.

Hewan khas yang terdapat di wilayah Indonesia pecahan tengah, antara lain, burung maleo, anoa, komodo, dan babirusa.

Peta persebaran Fauna Indonesia Bagian Timur

Fauna Indonesia pecahan Timur yaitu jenis fauna yang terdapat di Pulau Papua, Kepulauan Aru, dan beberapa pulau kecil di sekitarnya.

Dahulu pulau-pulau tersebut merupakan satu kesatuan dengan Benua Australia sehingga tanaman dan faunanya sanggup berkembang dan berpencar secara bebas.

Ketika Papua dan beberapa pulau lainnya terpisah dari Benua Australia, maka daerah-daerah tersebut membawa perwakilan jenis tanaman dan fauna yang sama.

Oleh alasannya yaitu itu, jenis fauna di wilayah Indonesia pecahan Timur disebut juga dengan jenis fauna Australis.

Karakteristik fauna di wilayah Indonesia Timur berbeda dengan karakteristik fauna di Indonesia pecahan tengah. Perbedaan wilayah ini dibatasi oleh garis khayal yang dikenal dengan sebutan garis Webber.

Beberapa ciri fauna Australis, antara lain, mempunyai jenis mamalia berukuran kecil, hanya mempunyai satu jenis kera, terdapat jenis binatang berkantung, banyak terdapat jenis burung berbulu indah, akan tetapi sedikit jenis ikan air tawar.

Beberapa jenis fauna endemik di wilayah Indonesia pecahan Timur, antara lain, burung cendrawasih, dan burung kasuari.

Pembagian wilayah tanaman dan fauna oleh garis Wallacea dan Webber tersebut didasarkan pada kesamaan sifat makhluk hidup dan sejarah geologi yang memengaruhi persebarannya. Apabila dipetakan, maka lintasan garis Wallacea dan Webber akan tampak menyerupai gambar di atas.

 

Baca Artikel Lainnya:


Peta Persebaran Tumbuhan Di Indonesia Beserta Penjelasannya

 - 
Peta Persebaran Tumbuhan Di Indonesia Beserta Penjelasannya
Peta Persebaran Tumbuhan Di Indonesia Beserta Penjelasannya

Peta Persebaran Tumbuhan Di Indonesia Beserta Penjelasannya

Peta Persebaran Tumbuhan Di Indonesia Beserta Penjelasannya

Peta Persebaran Tumbuhan Di Indonesia Beserta Penjelasannya

Persebaran flora dan fauna di dunia dipelajari dalam cabang ilmu biogeografi dengan memakai pendekatan biogeografi sejarah (yaitu melihat dari sudut pandang perkembangan dan evolusi kelompok organisme, iklim, migrasi, gerakan bumi pada masa lalu, serta hubungan ekologis masa kemudian dengan sekarang), serta pendekatan biogeografi ekologi (yaitu melihat dari sudut pandang interaksi antarorganisme serta interaksi organisme dengan lingkungannya).

Peta Persebaran Flora Di Indonesia

Berdasarkan faktor-faktor yang memengaruhi persebaran flora, secara garis besar, jenis-jenis tumbuhan di Indonesia sanggup dibedakan, berikut ini.

Peta persebaran Flora di Indonesia Bagian Barat

Flora di wilayah Indonesia belahan Barat didominasi oleh vegetasi hutan hujan tropis yang selalu basah. Hal ini dikarenakan pada tempat ini mempunyai curah hujan dan kelembapan yang cukup tinggi. (http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/lembaga-agama/)

Jenis-jenis tumbuhan di tempat ini mempunyai kesamaan ciri dengan tumbuhan di Benua Asia pada umumnya. Adapun tumbuhan tipe Asia (Asiatis) mempunyai ciri-ciri, berikut ini.

1) Memiliki banyak sekali jenis tumbuhan kayu yang berharga, contohnya jati, meranti, kruing, mahoni, dan sejenisnya.

2) Selalu hijau sepanjang tahun.

3) Bersifat heterogen.

 Selain itu, di wilayah Indonesia belahan Barat juga terdapat tumbuhan endemik (hanya ada di daerah

tersebut), yaitu Raflesia arnoldi di Sumatra.
Wilayah Indonesia belahan Barat juga banyak dijumpai tempat hutan mangrove (hutan bakau), antara lain di pantai Timur Sumatra, pantai Barat dan Selatan Kalimantan, serta pantai Barat dan Utara Jawa.

Peta persebaran Flora di Indonesia Bagian Tengah

Daerah peralihan mencakup wilayah Pulau Sulawesi dan kepulauan di sekitarnya serta Kepulauan Nusa Tenggara. Di tempat ini tidak kita jumpai adanya hutan yang lebat.

Jenis hutan yang ada hanyalah hutan semusim atau hutan homogen yang tidak begitu lebat, bahkan di tempat Nusa Tenggara kita hanya akan menjumpai adanya sabana dan stepa.

Sabana adalah padang rumput yang luas dengan tumbuhan kayu di sana-sini, sedangkan stepa adalah tanah kering yang hanya ditumbuhi semak belukar.

Kondisi ini terjadi sebab di wilayah Nusa Tenggara mempunyai curah hujan yang relatif lebih sedikit jikalau dibandingkan pulau-pulau lain di Indonesia.

 Jenis tumbuhan yang mendominasi di wilayah Indonesia belahan tengah, antara lain, jenis palma, cemara, dan pinus.

Peta persebaran Flora di Indonesia Bagian Timur

Flora di wilayah Indonesia belahan Timur didominasi oleh hutan hujan tropis. Akan tetapi, jenis tumbuhannya berbeda dengan jenis tumbuhan di wilayah Indonesia belahan Barat.

Jenis tumbuhan di wilayah hutan hujan tropis belahan Timur mempunyai kesamaan dengan tumbuhan di tempat Benua Australia, sehingga jenis floranya bersifat Australis. Salah satu tumbuhan ciri khas di tempat Indonesia Timur yaitu anggrek.


Faktor yang Mempengaruhi Peta Persebaran Flora Di Indonesia

 - 
Faktor yang Mempengaruhi Peta Persebaran Flora Di Indonesia
Faktor yang Mempengaruhi Peta Persebaran Flora Di Indonesia

Faktor yang Mempengaruhi Peta Persebaran Flora Di Indonesia

Faktor yang Mempengaruhi Peta Persebaran Flora Di Indonesia

Faktor yang Mempengaruhi Peta Persebaran Flora Di Indonesia

Faktor-faktor yang menghipnotis persebaran tumbuhan Persebaran jenis-jenis tumbuhan di Indonesia tidaklah merata.

Daerah yang mempunyai jenis tumbuhan terbanyak terdapat di tempat hutan hujan primer di dataran rendah Kalimantan, disusul oleh Papua, Sumatra, Jawa, Sulawesi, Maluku, serta tempat Nusa Tenggara.

Perbedaan jenis dan persebaran tumbuhan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain, iklim, kondisi tanah, relief daratan, dan gugusan geologi.

a. Iklim

Unsur iklim yang kuat terhadap keanekaragaman flora, antara lain, curah hujan, suhu, kelembapan udara dan angin. Ke empat unsur tersebut akan membentuk suatu kondisi lingkungan tertentu yang memengaruhi sifat-sifat fisik dan kimia tanah.

Daerah dengan curah hujan dan kelembapan udara yang tinggi cenderung mempunyai vegetasi yang beraneka ragam, contohnya hutan hujan tropis di pedalaman Kalimantan.

Kondisi fisik hutan hujan tropis, antara lain, pohonnya besar-besar, ketinggian pohon beragam, suasana selalu berair atau lembap, daun-daun lebat sehingga sinar matahari terhalang dan tidak sanggup menyinari lantai hutan secara langsung, dan banyak ditemui vegetasi yang merambat.

b . Kondisi Tanah

Kondisi tanah kuat terhadap tingkat kesuburan tanah. Kondisi tanah dipengaruhi oleh iklim dan batuan induk atau materi penyusun lapisan tanah.

Iklim sanggup mempercepat proses pelapukan dan pembentukan tanah, sedangkan batuan induk memilih sifat dasar tanah.

Misalnya, batuan kapur akan menghasilkan tanah laterit yang kurang subur, sedangkan endapan vulkanik akan menghasilkan jenis tanah andosol yang subur.

c . Relief Daratan

Relief daratan berhubungan dengan ketinggian tempat dan kemiringan lereng. Seperti telah kita ketahui, ketinggian tempat bersahabat kaitannya dengan suhu dan iklim setempat, sehingga pada alhasil akan kuat terhadap jenis vegetasinya.

Masih ingatkah kalian dengan pembagian iklim berdasarkan Junghuhn? Junghuhn membagi iklim berdasarkan dua faktor, yakni ketinggian tempat dan jenis tanaman.

Masing-masing ketinggian tempat mempunyai suhu atau temperatur yang berbeda-beda sehingga suatu daerah sanggup dibedakan atas daerah sedang, daerah sejuk, dan daerah dingin.  Keadaan ini juga akan memengaruhi jenis tumbuhan tertentu yang sanggup hidup. (http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/pancasila-sebagai-dasar-ideologi-negara-dan-fungsinya/)

d . Formasi Geologi

Formasi geologi kuat terhadap persebaran jenis batuan dasar dan jenis vegetasi. Telah kita ketahui, bahwa sejarah geologi Kepulauan Indonesia terdiri atas dua paparan benua, yakni paparan Benua Asia untuk wilayah Indonesia serpihan Barat (Pulau Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali) serta paparan Benua Australia untuk wilayah Indonesia serpihan Timur (Kepulauan Maluku, Papua, dan Aru).

Di antara kedua paparan benua tersebut terdapat zona peralihan (Kepulauan Nusa Tenggara dan Sulawesi) yang mempunyai corak atau ciri khas tersendiri.