pengaruhi perkembangan bahasa Indonesia

 - 
pengaruhi perkembangan bahasa Indonesia
pengaruhi perkembangan bahasa Indonesia

Pengaruhi perkembangan bahasa Indonesia

pengaruhi perkembangan bahasa Indonesia

pengaruhi perkembangan bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia saat ini menjadi bahasa nasional negara kita. Tetapi masih banyak masyarakat yang menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa sehari-hari, hal tersebut terjadi karena negara Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa. Pengaruh bahasa asing dari luar juga sangat berperan serta dalam mulai diabaikannya bahasa Indonesai. Pemerintah dalam hal ini telah melakukan tindakan dengan memasukan pelajaran Bahasa Indonesia ke dalam kurikulum pembelajaran sekolah. Namun menurut saya itu saja tidaklah cukup selama pembangunan di Indonesia yang tidak merata.

Sejak Kongres Bahasa Indonesia II di Medan pada tanggal 28 Oktober s.d. 2 November 1954 yang menghasilkan satu perwujudan tekad bangsa Indonesia untuk terus-menerus menyempurnakan bahasa Indonesia yang diangkat sebagai bahasa kebangsaan dan ditetapkan sebagai bahasa negara. Setelah kongres tersebut belum ada lagi pertemuan-pertemuan yang membahas bagaimana kritisnya bahasa Indonesia saat ini. Memang kita masih membutuhkan orang-orang seperti Ki Hajar Dewantara yang sangat bersemangat untuk melesatarikan bahasa Indonesia.

Baca Juga : 


Peranan Dan Pentingnya Bahasa Indonesia

 - 
Peranan Dan Pentingnya Bahasa Indonesia
Peranan Dan Pentingnya Bahasa Indonesia

Peranan Dan Pentingnya Bahasa Indonesia

Peranan Dan Pentingnya Bahasa Indonesia

Peranan Dan Pentingnya Bahasa Indonesia

Pada saat ini bahasa Indonesia sudah mulai kehilangan perannya.
Sebagaimana sumpah pemuda sudah dengan jelas menyebutkan bahwa berbahasa satu bahasa Indonesia. Maka dengan itu Bahasa indonesia sebagai bahasa pemersatu. Hal tersebut sudah mulai pudar karena bahasa Inggris sedikit demi sedikit mulai “menodai” bahasa Indonesia. Banyak kata-kata English yang sengaja disisipkan kedalam bahasa Indonesai, sebagai contoh adalah kalimat “saya mauyou membantu saya”.

Mungkin sebagian orang menganggap itu merupakan hal yang keren

tapi secara tidak sadar mereka yang telah mensisipkan bahasa Inggris kedalam sebuah kalimat bahasa Indonesia sudah menodai bahasa Indonesia itu sendiri. Contoh lainnya adalah penyempitan makna pada kata “aqua” dan “odol”. Contoh kata “aqua” dimana hampir semua orang setiap kali ingin membeli air minum selalu menyebut membeli “aqua”.

Padahal belum tentu air minum yang dibeli adalah aqua karena

“aqua” merupakan sebuah merk dagang. Hal yang sama juga terjadi pada kata “odol” yang seharusnya pasta gigi.
 
Pengaruh tersebut berkaitan juga dengan tingkat kesadar pemerintah, media masa dan masyarakat tentang pentingnya bahasa indonesia sebagai bahasa pemersatu.

 

Sumber : https://www.kuliahbahasainggris.com/


Ilmu Akuntansi dalam Perspektif Islam

 - 
Ilmu Akuntansi dalam Perspektif Islam
Ilmu Akuntansi dalam Perspektif Islam

Ilmu Akuntansi dalam Perspektif Islam

Ilmu Akuntansi dalam Perspektif Islam

Ilmu Akuntansi dalam Perspektif Islam

Informasi Bisnis : Ilmu Akuntansi dalam Perspektif Islam

Jika kita mengkaji lebih jauh dan mendalam terhadap sumber dari ajaran Islam –Al-Qur’an dan Ahlul Bayt– maka kita akan menemukan ayat-ayat maupun hadits-hadits yang membuktikan bahwa Islam juga membahas ilmu akuntansi.

Agama diturunkan untuk menjawab persoalan manusia, baik dalam tataran makro maupun mikro.. Ajaran aama memang harus dilaksanakan dalam segala aspek kehidupan.

 

Dari Normatif ke Teoritis 

Dalam pelaksanaannya, ajaran agama sebagai “pesan-pesan langit” perlu penerjemahan dan penafsiran. Inilah masalah pokoknya : “membumikan” ajaran langit. Di dunia, agama harus dicari relevansinya sehingga dapat mewarnai tata kehidupan budaya, politik, dan sosial-ekonomi umat. Dengan demikian, agama tidak melulu berada dalam tataran normatif saja. Karena Islam adalah agama amal. Sehingga penafsirannya pun harus beranjak dari normatif menuju teoritis-keilmuan yang faktual.

Eksistensi akuntansi dalam Islam dapat kita lihat dari berbagai bukti sejarah maupun dari Al-Qur’an. Dalam Surat Al-Baqarah ayat 282, dibahas masalah muamalah. Termasuk di dalamnya kegiatan jual-beli, utang-piutang dan sewa-menyewa. Dari situ dapat kita simpulkan bahwa dalam Islam telah ada perintah untuk melakukan sistem pencatatan yang tekanan utamanya adalah untuk tujuan kebenaran, kepastian, keterbukaan, dan keadilan antara kedua pihak yang memiliki hubungan muamalah. Dalam bahasa akuntansi lebih dikenal dengan accountability.

 

Wacana Akuntansi Syariah

Akuntansi konvensional yang sekarang berkembang adalah sebuah disiplin dan praktik yang dibentuk dan membentuk lingkungannya. Oleh karena itu, jika akuntansi dilahirkan dalam lingkungan kapitalis, maka informasi yang disampaikannyapun mengandung nilai-nilai kapitalis. Kemudian keputusan dan tindakan ekonomi yang diambil pengguna informasi tersebut juga mengandung nilai-nilai kapitalis. Singkatnya, informasi akuntansi yang kapitalistik akan membentuk jaringan kuasa yang kapitalistik juga. Jaringan inilah yang akhirnya mengikat manusia dalam samsara kapitalisme.

Bila diperhatikan, budaya dan nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat Islam dan barat terdapat perbedaan yang sangat besar. Dalam masyarakat Islam terdapat sistem nilai yang melandasi setiap aktivitas masyarakat, baik pribadi maupun komunal. Hal ini tidak ditemukan dalam kehidupan masyarakat barat. Perbedaan dalam budaya dan sistem nilai ini menghasilkan bentuk masyarakat, praktik, serta pola hubungan yang berbeda pula.

 

Tujuan akuntansi syariah adalah

terciptanya peradaban bisnis dengan wawasan humanis, emansipatoris, transendental, dan teologis. Dengan akuntansi syariah, realitas sosial yang dibangun mengandung nilai tauhid dan ketundukan kepada ketentuan Allah swt.

Dengan demikian pengembangan akuntansi Islam, nilai-nilai kebenaran, kejujuran dan keadilan harus diaktualisasikan dalam praktik akuntansi. Secara garis besar, bagaimana nilai-nilai kebenaran membentuk akuntansi syariah dapat diterangkan.

  1. Akuntan muslim harus meyakini bahwa Islam sebagai way of life (Q.S. 3 : 85).
  2. Akuntan harus memiliki karakter yang baik, jujur, adil, dan dapat dipercaya (Q.S. An-Nisa : 135).
  3. Akuntan bertanggung jawab melaporkan semua transaksi yang terjadi (muamalah) dengan benar, jujur serta teliti, sesuai dengan syariah Islam (Q.S. Al-Baqarah : 7 – 8).
  4. Dalam penilaian kekayaan (aset), dapat digunakan harga pasar atau harga pokok. Keakuratan penilaiannya harus dipersaksikan pihak yang kompeten dan independen (Al-Baqarah : 282).
  5. Standar akuntansi yang diterima umum dapat dilaksanakan sepanjang tidak bertentangan dengan syariah Islam.
  6. Transaksi yang tidak sesuai dengan ketentuan syariah, harus dihindari, sebab setiap aktivitas usaha harus dinilai halal-haramnya. Faktor ekonomi bukan alasan tunggal untuk menentukan berlangsungnya kegiatan usaha.
  7. Sumber : https://www.dosenpendidikan.com/

Upal Tak Berhubungan Dengan Pilkada

 - 
Upal Tak Berhubungan Dengan Pilkada
Upal Tak Berhubungan Dengan Pilkada

Upal Tak Berhubungan Dengan Pilkada

Upal Tak Berhubungan Dengan Pilkada

Upal Tak Berhubungan Dengan Pilkada

BANDUNG- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat hingga saat ini belum mendapat laporan resmi terkait ditemukannya uang palsu oleh jajaran Kepolisian Resor Kota Bogor dengan nilai mencapai Rp 6 miliar.

Kepala Grup Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jabar Ismet Inono

mengakui hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya uang palsu di Bogor, mulai dari jumlah hingga nominal yang dipalsukan.

“Saya sudah baca di media adanya uang palsu di Bogor, tapi secara resmi saya belum

mendapatkan laporan,” ucap Ismet kepada www.Jabarprov.go.id dalam sebuah acara di Bandung, Rabu (28/03).

Ismet menegaskan, penemuan uang palsu  oleh jajaran kepolisian tidak ada hubungannya dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) serentak 2018 yang saat ini memasuki masa kampanye.

“Penemuan uang palsu ini tidak ada kaitan dengan Pilkada, sekarang tiap tahun ada Pilkada

, yang penting masyarakat jangan khawatir dengan kasus ini,” ucapnya.

Ismet juga menyatakan pihaknya terus melakukan pemantauan ke seluruh daerah di Jawa Barat kemungkinan masih beredaranya uang palsu di masyarakat yang digunakan untuk transaksi.

 

Baca Juga :

 

 


Mal Pelayanan Publik di Jabar Siap

 - 
Mal Pelayanan Publik di Jabar Siap

Mal Pelayanan Publik di Jabar Siap

Mal Pelayanan Publik di Jabar Siap

BANDUNG-Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) RI Asman Abnur mendorong setiap daerah di Indonesia memiliki mal pelayanan publik, termasuk di Jawa Barat. Mal ini akan sangat membantu masyarakat dalam mendapat berbagai pelayanan pemerintah pada satu tempat.

Di beberapa daerah di Indonesia, katanya, warga tidak perlu mengunjungi banyak gedung dengan instansi yang berbeda-beda untuk mendapat berbagai layanan publik. Warga di daerah tersebut cukup mendatangi satu gedung yang disediakan pemerintah daerah setempat untuk mendapat berbagai pelayanan pemerintah.

“Dari surat nikah sampai pajak, semua beres di situ. Begitu juga mengurus paspor dan STNK

, semuanya ada di situ. Sehingga semua terintegrasi,” kata Asman seusai menghadiri acara Percepatan Reformasi Birokrasi melalui Implementasi SAKIP di Aula Barat Gedung Sate, Selasa (3/4).

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan rencana pendirian mal pelayanan publik di Jawa Barat sudah direncanakan sejak dulu. Selama ini, berbagai pelayanan publik di Jawa Barat sudah terselenggara dengan baik dan tinggal disatukan dalam satu gedung jika ingin menedirikan mal pelayanan publik.

“Kita sudah bagus pelayanan publik di mana-mana, tinggal disatupadukan dalam satu gedung. Tidak ada kendala, besok lusa juga bisa jadi. Tapi harus ada gedungnya dulu. Tanpa mal, semua sudah bagus. Kalau supaya ada mal pelayanan publik, harus disatukan,” katanya.

Gubernur yang akrab disapa Aher ini mengatakan terdapat sejumlah opsi penggunaan gedung aset P

emerintah Provinsi Jawa Barat untuk dijadikan mal pelayanan publik. Bisa juga, menyewa mal atau pusat perbelanjaan yang sudah beroperasi. Penganggaran pembangunan gedung atau penyewaan, baru bisa dilakukan tahun depan.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana membangun mal layanan publik terpadu untuk masyarakat dengan mengintegrasikan seluruh layanan pemerintah dalam sistem satu atap atau satu pintu. Lokasi mal pelayanan publik ini rencananya akan mengunakan gedung dan lahan Badan Pelatihan SDM Jabar di Kota Bandung.

Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan rencana pembangunan mal pelayanan publik merupakan perluasan dari layanan yang diberikan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar. Hal ini untuk menanggapi kebutuhan publik atas pelayanan dari pemerintah yang semakin membutuhkan kenyamanan dan efisiensi.

“Nantinya bukan hanya pelayanan perizinan provinsi, namun dari instansi vertikal pun kita masukkan dalam mal layanan publik ini,” kata Iwa.

Gedung Badan Pelatihan SDM Jabar ini dipilih untuk pengembangan pelayanan mengingat kantor DPMPTSP

Jabar tidak bisa diperluas lagi. Setelah kantornya dijadikan mal pelayanan, kantor Badan Pelatihan SDM Jabar akan dikonsentrasikan di Cipageran Kota Cimahi.

Iwa mengatakan perancangan mal ini menjadi salah satu tugas Satuan Tugas Kemudahan Berusaha yang dibentuk oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Pihaknya menargetkan proses pembangunan dan penyiapan lay out mal bisa dilakukan pada 2018, sehingga 2019 bisa selesai dan digunakan.

Satgas Kemudahan Berusaha sendiri, katanya, tengah mengkonsolidasikan tim teknis dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) teknis perizinan seperti Bina Marga dan Penataan Ruang, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, hingga Dinas Pertanian untuk menempatkan personel di DPMPTSP.

“Kita juga konsolidasikan layanan elektronik sampai tracking soal perizinan yang terhambat, izin juga didelegasikan ke kepala DPMPTSP,” katanya.

Iwa menuturkan dalam mal layanan publik nanti warga maupun pengusaha bisa datang dan mengurus perizinan maupun informasi dari mulai pemasangan listrik, pengurusan IMB, hingga keperluan dengan pihak kepolisian.

“Lay outnya sebagaimana mal, masyarakat nyaman dan mendapatkan pelayanan yang jelas. Begitu datang, masyarakat mendapatkan kepastian soal waktu dan biaya pengurusannya,” tuturnya. (Pun)

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/147702911/sejarah-bahasa-indonesia/


Aher Ajak Pemuda Untuk Mengokohkan Konsolidasi dan Stamina

 - 
Aher Ajak Pemuda Untuk Mengokohkan Konsolidasi dan Stamina
Aher Ajak Pemuda Untuk Mengokohkan Konsolidasi dan Stamina

Aher Ajak Pemuda Untuk Mengokohkan Konsolidasi dan Stamina

Aher Ajak Pemuda Untuk Mengokohkan Konsolidasi dan Stamina

Aher Ajak Pemuda Untuk Mengokohkan Konsolidasi dan Stamina

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengajak para pemuda di Jawa Barat

untuk mengokohkan konsolidasi dan stamina. Hal ini penting untuk menyambut kemajuan bangsa dan pemuda di masa depan.

Aher mengungkapkan hal tersebut dalam acara Pelantikan Pengurus DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Barat Periode 2017-2020 di Aula Barat Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Selasa (3/4/2018).

“Mari kita dengan DPD KNPI baru, bangun konsolidasi, bangun stamina untuk menyongsong kemajuan masa depan,” ajak Aher.

Kemajuan pembangunan dan masa depan bangsa ini ada di tangan para pemuda. Oleh karena itu, Aher mengajak pemuda mensyukuri hasil pembangunan yang telah ada dan melanjutkan pembangunan bangsa ini.

“Mari kita syukuri hasil jalannya pembangunan di bangsa ini yang sudah baik. Dan mari kita dorong

yang belum terlaksana, mari kita koreksi yang tidak tepat, atau tidak sesuai dengan konstitusi dan budaya kita, yang tidak sesuai dengan tema ekonomi kita,” pinta Aher.

Pada kesempatan ini, Aher juga mendapat kehormatan dari DPD KNPI Jawa Barat. Aher mendapat Penghargaan Sebagai Tokoh Pemuda Jawa Barat.

Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia Nomor: Kep. 0132/DPP-KNPI/I/2018 tentang Pengesahan Komposisi dan Personalia Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia dan Majelis Pemuda Indonesia Komite Nasional Pemuda Indonesia Jawa Barat Periode 2017-2020.

Terpilih sebagai Ketua Umum DPD KNPI Jabar 2017-2020, yaitu Rio Febrian Wilantara

. Sekretaris Umum yaitu Komarudin dan Bendahara Umum, Indra Sudrajat. Ada sekitar 500 orang yang tergabung dalam kepengurusan DPD KNPI Jabar kali ini.

Ditemui usai acara pelantukan, Rio mengatakan bahwa KNPI Jabar yang baru akan segera melakukan konsolidasi ke berbagai pihak, termasuk ke pengurus KNPI di kabupaten/kota di Jawa Barat. Konsolidasi penting untuk menyatukan heterogenitas yang ada di KNPI.

KNPI DPD Jabar akan fokus pada program kebersamaan tahun ini. Rio bertekad untuk menjaga Jawa Barat tepat kondusif. Untuk itu, program tahun ini KNPI Jabar akan mengunjungi kampus atau KNPI Goes to Campus, dan pesantren atau KNPI Goes to Pesantren, serta bekunjung ke tempat-tempat ibadah.

“Intinya kami ingin mempersatukan semua tujuan. Dan mendeklarasikan bahwa tidak asa religius konflik di Jawa Barat,” pungkas Rio.

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/147702875/sejarah-bpupki/


Rumah Zakat Kirim Tambahan Tim Medis Ke Palu

 - 
Rumah Zakat Kirim Tambahan Tim Medis Ke Palu
Rumah Zakat Kirim Tambahan Tim Medis Ke Palu

Rumah Zakat Kirim Tambahan Tim Medis Ke Palu

Rumah Zakat Kirim Tambahan Tim Medis Ke Palu

Rumah Zakat Kirim Tambahan Tim Medis Ke Palu

BANDUNG-Gubernur Sulawesi Tengah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

menyampaikan, masa tanggap darurat penanganan gempa dan tsunami diperpanjang selama 14 hari. Dalam masa perpanjangan tersebut, Rumah Zakat melakukan berbagai aksi bantuan, salah satunya menambah enam orang tim medis.

“Dengan berbagai pertimbangan dan berdasarkan hasil rapat koordinasi, masa tanggap darurat diperpanjang selama 14 hari. Terhitung mulai sejak tanggal 13-26 Oktober 2018,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, pada Kamis (11/10).

Dalam masa tanggap darurat ini, pencarian korban terus dilakukan oleh relawan Rumah Zakat.

Proses evakuasi terakhir yang dilakukan pada Rabu (10/10), relawan Rumah Zakat menemukan 167 jenazah.

“Kami menambah tim medis sebanyak enam orang untuk memberikan bantuan pelayanan kesehatan pasca bencana kepada warga yang berlokasi di Donggala dan Sigi. Di antaranya terdapat tiga perawat, satu farmasi, dan dua dokter,” kata Asrul Putra Nanda Branch Manager Rumah Zakat melalui siaran persnya, Jumat (12/10).

Selain itu, Rumah Zakat juga menyediakan layanan dapur umum dan mendirikan Pos Segar

untuk menyediakan minuman dingin bagi relawan dan pengungsi. Di samping itu, terdapat pos Rumah Zakat yang dibangun di dua lokasi, tepatnya di Jalan Watukanjaya dan Jalan Pandanjakaya.jo

 

Baca Juga :

 

 

 


Tingkatkan Pelayanan, Biro Perjalanan Bentuk FKS PATUH

 - 
Tingkatkan Pelayanan, Biro Perjalanan Bentuk FKS PATUH
Tingkatkan Pelayanan, Biro Perjalanan Bentuk FKS PATUH

Tingkatkan Pelayanan, Biro Perjalanan Bentuk FKS PATUH

Tingkatkan Pelayanan, Biro Perjalanan Bentuk FKS PATUH

Tingkatkan Pelayanan, Biro Perjalanan Bentuk FKS PATUH

BANDUNG-Munculnya berbagai modus penipuan oleh beberapa oknum biro

perjalanan haji dan umroh terhadap ribuan jamaah ternyata tidak menyurutkan animo masyarakat Jawa Barat untuk menunaikan ibadah haji dan umroh.

Namun masalah ini perlu disikapi secara serius sekaligus menjadi tantangan bagi para pengelola biro perjalanan haji dan umroh untuk mengembalikan citra negatif tersebut.

Melihat kondisi tersebut, sejumlah biro perjalanan haji dan umroh yang ada di Jawa Barat membentuk Forum Komunikasi dan Silaturahmi Penyelenggara Ibadah Umroh dan Haji (FKS PATUH).

Ketua FKS PATUH Jawa Barat, Wawan R Misbah mengharapkan hadirnya FKS PATUH

ini agar masyarakat Jawa Barat bisa memperoleh informasi, pengetahuan dan pencerahan terkait dengan biro perjalanan yang baik dan bisa mengantar para calon jemaah umroh maupun gaji.

“Kita harap dengan adanya FKS PATUH ini masyarakat bisa melaksanakan haji dan umroh sesuai harapan dan meraih haji dan umroh yang maqbul dan mabrur,” kata Wawan, usai pengukuhan FKS PATUH Jabar di Hotel Horison Bandung, Kamis (11/10).

Wawan menyatakan, melalui forum ini biro perjalanan haji dan umroh

bisa memberikan layanan prima dari mulai perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi serta pengembangan dalam bidang haji dan umroh.

“Dengan pelayanan yang prima dari setiap biro perjalanan, akan memberikan rasa aman dan nyaman serta sesuai harapan dalam menjalankan haji atau umroh,” ucapnya.

 

Sumber :

http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/anatomi-kulit-dan-rambut/


Lukman : Penyelenggara Umroh Harus Patuhi Regulasi

 - 
Lukman Penyelenggara Umroh Harus Patuhi Regulasi
Lukman Penyelenggara Umroh Harus Patuhi Regulasi

Lukman : Penyelenggara Umroh Harus Patuhi Regulasi

Lukman Penyelenggara Umroh Harus Patuhi Regulasi

Lukman Penyelenggara Umroh Harus Patuhi Regulasi

BANDUNG-Pemerintah melalui Kementerian Agama terus berupaya untuk meningkatkan manajemen penyelenggaraan ibadah haji dan umroh yang saat ini jumlah masyarakat yang ingin menjalankan ibadah haji maupun umroh terus meningkat setiap tahunnya.

Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim mengatakan, peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji maupun umroh memerlukan dukungan dan kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk dari penyelenggara umroh sendiri.

“Kita memang sangat serius menggarap haji karena ini adalah mandat yang diberikan oleh undang-undang yang menegaskan bahwa negara wajib menfasilitasi warga negara yang ingin menunaikan kewajibannya dalam berhaji,” ucapnya.

Menurut Lukman, minat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji

maupun umroh sangatlah tinggi, maka penyelenggara perjalanan wajib mematuhi regulasi yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama sehingga masyarakat dapat menunaikan ibadah umroh dengan aman, baik, serta terlindungi kepentingannya.

“Umroh kita terus pantau perkembangannya, yang saat ini sangat diminati oleh umat muslim kita

. Sejauh ini kebijakan pemerintah memberikan keleluasaan penuh kepada masyarakat untuk menjadi penyelenggara ibadah umroh,” tuturnya.

Jadi menurut Lukman, sampai saat ini pemerintah tidak dalam posisi untuk menjadi penyelengara ibadah umroh meski tuntutan dari masyarakat untuk mengelola ibadah umroh cukup tinggi.

“Kalau pemerintah masuk pada wilayah umroh ini, pengelola perjalanan umroh swasta akan

“wassalam’, karena bersaing dengan pemerintah tidak mudah,” ujar Lukman, di acara pengukuhan Forum Komunikasi dan Silaturahmi Penyelenggara Ibadah Umroh dan Haji (FKS PATUH) Jabar, di Hotel Horison Bandung, Kamis

 

Sumber :

http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/nama-latin-dan-manfaat-tumbuhan-paku/


Mengenal Tentang Budidaya Jahe

 - 
Mengenal Tentang Budidaya Jahe
Mengenal Tentang Budidaya Jahe

Mengenal Tentang Budidaya Jahe

Mengenal Tentang Budidaya Jahe

Mengenal Tentang Budidaya Jahe

Jahe (Zingiber officinale roxb)

yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai ginger, merupakan tanaman berumpun, yang tingginya bias mencapai 1 meter. Memiliki batang semu, tidak bercabang, berbentuk bulat, tegak, dan tersusun dari lembaran pelepah daun. Batangnya berwarna hijau dengan pangkal batang berwarna kemerahan. Bunganya berbentuk tabung dan dilindungi oleh daun. Rimpang jahe memiliki cabang yang tidak teratur, kulit rimpang bersisik dan tersusun melingkar berwarna kecoklatan. Daging rimpang berwarna kuning, berserat dan mengandung aroma.
Jahe memiliki berbagai manfaat antara lain sebagai penyedap masakan dan aroma minuman, juga menjadi bahan baku obat tradisional maupun fitofarmaka. Jahe berkhasiat untuk mengatasi berbagai penyakit seperti batuk, demam, asthma, masuk angin, pegal-linu dan rheumatik.

Sebagai contoh, untuk mengatasi batuk, deman, asthma, masuk angin dan pegal-pegal, jahe dikupas, dicuci, kemudian dikeringkan. Selanjutnya rebus dengan air sampai mendidih. Saring airnya dan tambahkan dengan gula secukupnya. Minumlah selagi masih hangat. Berikan 1 jam sebelum makan dan minumlah 2 kali dalam 1 hari.
Jahe merupakan salah satu komoditas ekspor rempah-rempah Indonesia, yang memberikan peranan cukup penting dalam penyerapan tenaga kerja dan penerimaan devisa negara. Sebagai komoditas ekspor dikemas berupa jahe segar, asinan (jahe putih besar), jahe kering (jahe putih besar, kecil dan jahe merah), maupun minyak atsiri dari jahe putih kecil (jahe emprit) dan jahe merah. Volume permintaannya terus meningkat,setiap tahunnya, seiring dengan permintaan produk jahe dunia serta makin berkembangnya industri makanan dan minuman di dalam negeri yang menggunakan bahan baku jahe.

Kondisi ini, di Indonesia, direspon dengan makin berkembangnya areal penanaman dan munculnya berbagai produk jahe. Pengembangan jahe skala luas sampai saat ini perlu didukung dengan upaya pembudidayaannya secara optimal dan berkesinambungan. Untuk mencapai tingkat keberhasilan budidaya yang optimal, diperlukan bahan tanaman dengan jaminan produksi dan mutu yang baik serta stabil dengan cara menerapkan budidaya anjuran.

Adanya penolakan ekspor jahe Indonesia di negara tujuan terutama Jepang, karena tingginya cemaran mikroorganisme, mengakibatkan anjloknya pendapatan petani jahe. Hal ini perlu segera diantisipasi dengan menerapkan budidaya anjuran terbaik, diantaranya dengan penggunaan bahan tanaman sehat yang berasal dari varietas unggul. Selain itu, karena kualitas simplisia bahan baku industri hilir ditentukan oleh proses budidaya dan pascapanennya, maka pembakuan standar prosedur operasional (SPO) budidaya jahe perlu dibuat, guna mendukung GAP (Good Agricultural Practices).

Persyaratan Tumbuh

Untuk budidaya jahe diperlukan lahan, di daerah yang sesuai untuk pertumbuhannya. Untuk pertumbuhan jahe yang optimal diperlukan persyaratan iklim dan lahan sebagai berikut : iklim tipe A, B dan C (Schmidt & ferguson), ketinggian tempat 300 – 900 m dpl., temperatur rata-rata tahunan 25 – 30º C, jumlah bulan basah (> 100 mm/bl) 7 – 9 bulan per tahun, curah hujan per tahun 2 500 – 4 000 mm, intensitas cahaya matahari 70 – 100% atau agak ternaungi sampai terbuka, drainase tanah baik, tekstur tanah lempung sampai lempung liat berpasir, pH tanah 6,8 – 7,4. Pada lahan dengan pH rendah dapat diberikan kapur pertanian (kaptan) 1 – 3 ton/ha atau dolomit 0,5 – 2 ton/ha untuk meningkatkan pH tanah.

Pada lahan dengan kemiringan > 3% dianjurkan untuk dilakukan pembuatan teras, teras bangku sangat dianjurkan bila kemiringan lereng cukup curam. Hal ini untuk menghindari terjadinya pencucian lahan yang mengakibatkan tanah menjadi tidak subur, dan benih jahe hanyut terbawa arus. Persyaratan lahan lainnya yang juga penting bagi penamaman jahe adalah lahan bukan merupakan daerah endemik penyakit tular tanah (soil borne diseases) terutama bakteri layu dan nematoda. Untuk menjamin kesehatan lahan, sebaiknya lahan yang digunakan bukan bekas jahe, atau tidak ada serangan penyakit bakteri layu dilahan tersebut dan hanya dua kali berturut-turut ditanami jahe. Tahun berikutnya dianjurkan pindah tempat untuk menghindari kegagalan panen karena kendala penyakit dan adanya gejala allelopati.

Bahan Tanaman 

Jahe (Zingiber officinale Rosc.; Ginger) adalah tanaman herba tahunan yang tergolong famili Zingiberaceae, dengan daun berpasang-pasangan, dua-dua berbentuk pedang, rimpang seperti tanduk, beraroma.
Jenis-jenis Jahe

Selama ini di Indonesia, berdasarkan pada ukuran, bentuk, warna dan aroma rimpang serta komposisi kimianya, dikenal 3 tipe jahe, yaitu jahe putih besar (jahe badak), jahe putih kecil (jahe emprit) dan jahe merah.

Jahe putih besar (Z. officinale var. officinarum) mempunyai rimpang besar berbuku, berwarna putih kekuningan dengan diameter 8,47 – 8,50 cm, aroma kurang tajam, tinggi dan panjang rimpang 6,20 – 11,30 dan 15,83 – 32,75 cm, warna daun hijau muda, batang hijau muda dengan kadar minyak atsiri didalam rimpang 0,82 – 2,8%.

Jahe putih kecil (Z. officinale var. amarum) mempunyai rimpang kecil berlapis-lapis, aroma tajam, berwarna putih kekuningan dengan diameter 3,27 – 4,05 cm, tinggi dan panjang rimpang 6,38 – 11,10 dan 6,13 – 31,70 cm, warna daun hijau muda, batang hijau muda dengan kadar minyak atsiri 1,50 – 3,50%.

Jahe merah (Z. officanale var. rubrum) mempunyai rimpang kecil berlapis, aroma sangat tajam, berwarna jingga muda sampai merah dengan diameter 4,20 – 4,26 cm, tinggi dan panjang rimpang 5,26 – 10,40 dan 12,33 – 12,60 cm, warna daun hijau muda, batang hijau kemerahan dengan kadar minyak atsiri 2,58 – 3,90%. Balittro telah melepas varietas unggul jahe putih besar (Cimanggu-1) dengan potensi produksi 17 – 37 ton/ha. Karena dalam rimpang terdapat senyawa kimia yang mengandung rasa pedas (gingerol, zingeron, dan shogaol) dan karenanya tubuh terasa hangat setelah meminum rebusan air jahe.

Sedangkan calon varietas unggul jahe putih kecil dan jahe merah rata-rata potensi produksinya masing-masing untuk jahe putih kecil adalah 16 ton/ha dengan kadar minyak atsiri 1,7 – 3,8%, kadar oleoresin 2,39 – 8,87%. Sedangkan jahe merah potensi produksinya 22 ton/ha, kadar minyak atsiri 3,2 – 3,6%, kadar oleoresin 5,86 – 6,36%.

Pembenihan

Benih yang digunakan harus jelas asal usulnya, sehat dan tidak tercampur dengan varietas lain. Benih yang sehat harus berasal dari tanaman yang sehat, tidak terserang penyakit. Beberapa penyakit penting pada tanaman jahe yang umum dijumpai, terutama jahe putih besar, adalah layu bakteri (Ralstonia solanacearum), layu fusarium (Fusarium oxysporum), layu rizoktonia (Rhizoctonia solani), nematoda (Rhodopolus similis) dan lalat rimpang (Mimergralla coeruleifrons, Eumerus figurans) serta kutu perisai (Aspidiella hartii). Rimpang yang telah terinfeksi penyakit tidak dapat digunakan sebagai benih karena akan menjadi sumber penularan penyakit di lapangan. Pemilihan benih harus dilakukan sejak pertanaman masih di lapangan. Apabila terdapat tanaman yang terserang penyakit atau tercampur dengan jenis lain, maka tanaman yang terserang penyakit dan tanaman jenis lain harus dicabut dan dijauhkan dari areal pertanaman. Pemilihan (penyortiran) selanjutnya dilakukan setelah panen, yaitu di gudang penyimpanan. Pemeriksaan dilakukan untuk membuang benih yang terinfeksi hama dan penyakit atau membuang benih dari jenis lain. Rimpang yang akan digunakan untuk benih, harus sudah tua, minimal berumur 10 bulan. Ciri-ciri rimpang tua antara lain kandungan serat tinggi dan kasar, kulit licin dan keras tidak mudah mengelupas, warna kulit mengkilat menampakkan tanda bernas.

Rimpang yang terpilih untuk dijadikan benih, sebaiknya berusia 9 – 12 bulan, mempunyai 2 – 3 bakal mata tunas yang baik dengan bobot sekitar 25 – 60 g untuk jahe putih besar, 20 – 40 g untuk jahe putih kecil dan jahe merah. Segera taburi abu gosok pada bekas luka sayatan agar tidak membusuk. Kebutuhan benih per ha untuk jahe merah dan jahe emprit 1 – 1,5 ton, sedangkan jahe putih besar yang dipanen tua membutuhkan benih 2 – 3 ton/ha dan 5 ton/ha untuk jahe putih besar yang dipanen muda. Bagian rimpang yang terbaik dijadikan benih adalah rimpang pada ruas kedua dan ketiga.

Sebelum ditanam rimpang benih ditunaskan terlebih dahulu dengan cara menyemaikan yaitu, menghamparkan rimpang di atas jerami/alang-alang tipis, selama 1 – 3 minggu, di tempat yang teduh atau di dalam gudang penyimpanan dan tidak ditumpuk. Untuk itu biasa digunakan wadah atau rak-rak terbuat dari bambu atau kayu sebagai alas. Selama penyemaian dilakukan penyiraman setiap hari, sesuai kebutuhan, untuk menjaga kelembaban rimpang. Benih rimpang bertunas dengan tinggi tunas yang seragam 1 – 2 cm, siap ditanam di lapangan dan dapat beradaptasi langsung, juga tidak mudah rusak. Rimpang yang sudah bertunas tersebut kemudian diseleksi dan dipotong menurut ukuran. Untuk mencegah infeksi bakteri, dilakukan perendaman didalam larutan antibiotik dengan dosis anjuran. Kemudian dikering anginkan.
Budidaya

Untuk mencapai hasil yang optimal didalam budidaya jahe putih besar, jahe putih kecil maupun jahe merah, selain menggunakan varietas unggul yang jelas asal usulnya, perlu diperhatikan juga cara budidayanya.

Persiapan lahan

Sebelum tanam, dilakukan pengolahan tanah. Tanah diolah sedemikian rupa agar gembur dan dibersihkan dari gulma. Pengolahan tanah dilakukan dengan cara menggarpu dan mencangkul tanah sedalam 30 cm, dibersihkan dari ranting-ranting dan sisa-sisa tanaman yang sukar lapuk. Untuk tanah dengan lapisan olah tipis, pengolahan tanahnya harus hati-hati disesuaikan dengan lapisan tanah tersebut dan jangan dicangkul atau digarpu terlalu dalam sehingga tercampur antara lapisan olah dengan lapisan tanah bagian bawah, hal ini dapat mengakibatkan tanaman kurang subur tumbuhnya. Setelah tanah diolah dan digemburkan, dibuat bedengan searah lereng (untuk tanah yang miring), sistim guludan atau dengan sistim pris (parit). Pada bedengan atau guludan kemudian dibuat lubang tanam.

Jarak tanam

Benih jahe ditanam sedalam 5 – 7 cm dengan tunas menghadap ke atas, jangan terbalik, karena dapat menghambat pertumbuhan. Jarak tanam yang digunakan untuk penanaman jahe putih besar yang dipanen tua adalah 80 cm x 40 cm atau 60 cm x 40 cm, jahe putih kecil dan jahe merah 60 cm x 40 cm.

Pemupukan

Pupuk kandang dari kotoran domba atau sapi yang sudah masak diberikan sebanyak 20 ton/ha, 2 – 4 minggu sebelum masa tanam. Pemupukan awal dilakukan saat penanaman dengan menggunakan pupuk kandang sebanyak 1 kg per lubang. Kemudian diberikan secara rutin tiap 1,5 – 2 bulan sekali dengan pupuk kompos. Sedangkan dosis pupuk buatan SP-36 300 – 400 kg/ha dan KCl 300 – 400 kg/ha, diberikan pada saat tanam. Pupuk urea diberikan 3 kali, pada umur 1, 2 dan 3 bulan setelah tanam, sebanyak 400 – 600 kg/ha, masing-masing 1/3 dosis setiap pemberian. Pada umur 4 bulan setelah tanam dapat pula diberikan pupuk kandang ke dua sebanyak 20 ton/ha.

Pemeliharaan

Pemeliharaan dilakukan agar tanaman dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik, antara lain:

a. Penyiangan gulma

Siangi gulma yang tumbuh di lahan penanaman pada masa 1 – 3 bulan setelah tanam. Sampai tanaman berumur 6 – 7 bulan, biasanya banyak tumbuh gulma, sehingga penyiangan perlu dilakukan secara intensif dan bersih. Penyiangan setelah umur 4 bulan perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak perakaran yang dapat menyebabkan masuknya benih penyakit. Untuk mengurangi intensitas penyiangan bisa digunakan mulsa tebal dari jerami atau sekam.

b. Penyulaman

Penyulam tanaman yang tidak tumbuh dilakukan pada umur 1 – 1,5 bulan, tapi juga bisa 2 – 3 bulan setelah tanam, dengan memakai benih cadangan yang sudah diseleksi dan disemaikan.

c. Pembumbunan / pendangiran

Pembumbunan mulai dilakukan pada saat telah terbentuk rumpun dengan 4 – 5 anakan, agar rimpang selalu tertutup tanah. Selain itu, dengan dilakukan pembumbunan, drainase akan selalu terpelihara.

d. Pengendalian organisme pengganggu tanaman

Pengendalian hama penyakit dilakukan sesuai dengan keperluan. Penyakit utama pada jahe adalah busuk rimpang yang disebabkan oleh serangan bakteri layu (Ralstonia solanacearum). Sampai saat ini belum ada metode pengendalian yang memadai, kecuali dengan menerapkan tindakan-tindakan untuk mencegah masuknya benih penyakit, seperti penggunaan lahan sehat, penggunaan benih sehat, perlakuan benih sehat (antibiotik), menghindari perlukaan (penggunaan abu sekam), penggiliran tanaman, pembersihan sisa tanaman dan gulma, pembuatan saluran irigasi supaya tidak ada air menggenang dan aliran air tidak melalui petak sehat (sanitasi), inspeksi kebun secara rutin.

Tanaman yang terserang layu bakteri segera dicabut dan dibakar untuk menghindari meluasnya serangan OPT. Hama yang cukup signifikan adalah lalat rimpang Mimergralla coeruleifrons (Diptera, Micropezidae) dan Eumerus figurans (Diptera, Syrpidae), kutu perisai (Aspidiella hartii) yang menyerang rimpang mulai dari pertanaman dan menyebabkan penampilan rimpang kurang baik serta bercak daun yang disebabkan oleh cendawan (Phyllosticta sp.). serangan lalat rimpang biasanya dimulai pada usia ke lima.

Tanaman yang terserang rimpang, menunjukkan gejala layu dan kering., disertai rusaknya kulit rimpang Serangan penyakit ini apabila terjadi pada tanaman muda (sebelum 6 bulan) akan menyebabkan penurunan produksi yang cukup signifikan. Tindakan mencegah perluasan penyakit ini dengan menyemprotkan fungisida segera setelah terlihat ada serangan (diulang setiap minggu sekali), sanitasi tanaman sakit, inspeksi secara rutin. Tetapi akan lebih baik, bila tanaman yang terkena hama ini harus segera dicabut, agar tidak menular pada tanaman yang lain.

Pola Tanam 

Untuk meningkatkan produktivitas lahan, jahe dapat ditumpang-sarikan dengan tanaman pangan seperti kacang-kacangan dan tanaman sayuran, sesuai dengan kondisi lahan.

Masa Panen 

Panen untuk konsumsi dimulai pada umur 6 sampai 10 bulan, tetapi rimpang untuk benih dipanen pada umur 10 – 12 bulan. Tandanya dapat dilihat dari penampilan daun yang telah mengering dan luruh ke tanah. Namun lebih disadari pada tujuan dan pemanfaatannya. Misalnya, rimpang jahe muda, digunakan untuk asinan. Sedangkan rimpang jahe tua digunakan untuk obat-obat tradisional, rempah makanan dan minuman. Cara panen dilakukan dengan membongkar seluruh rimpangnya menggunakan garpu, cangkul, kemudian tanah yang menempel dibersihkan.

Dengan menggunakan varietas unggul jahe putih besar (Cimanggu-1) dihasilkan rata-rata 27 ton rimpang segar, calon varietas unggul jahe putih kecil (JPK 3; JPK 6) dengan cara budidaya yang direkomendasikan, dihasilkan rata-rata 16 ton/ha rimpang segar dengan kadar minyak atsiri 1,7 – 3,8%, kadar oleoresin 2,39 – 8,87%.
Sedangkan jahe merah 22 ton/ha dengan kadar minyak atsiri 3,2 – 3,6%, kadar oleoresin 5,86 – 6,36%. Mutu rimpang dari varietas unggul Cimanggu-1 dan calon varietas unggul jahe putih kecil dan jahe merah, memenuhi standar Materia Medika Indonesia (MMI).

Berdasarkan standar perdagangan, mutu rimpang jahe segar dikatagorikan sebagai berikut:
Mutu I : bobot 250 g/rimpang, kulitnya tidak terkelupas, tidak mengandung benda asing dan kapang;
Mutu II : bobot 150 – 249 g/rimpang, kulitnya tidak terkelupas, tidak mengandung benda asing dan kapang;
Mutu III : bobot sesuai hasil analisis, kulit yang terkelupas maksimum 10%, benda asing maksimum 3%, kapang maksimum 10%

Pasca Panen 

Tahapan pengolahan jahe meliputi penyortiran, pencucian, pengirisan, pengeringan, pengemasan dan penyimpanan. Setelah panen, rimpang harus secepatnya dibersihkan untuk menghindari kotoran yang berlebihan serta mikroorganisme yang tidak diinginkan. Rimpang dibersihkan dengan disemprot air yang bertekanan tinggi, atau dicuci dengan tangan. Setelah pencucian, rimpang diangin-anginkan untuk mengeringkan air pencucian. Untuk penjualan segar, jahe dapat langsung dikemas. Tetapi bila diinginkan dalam bentuk kering atau simplisia, maka perlu dilakukan pengirisan rimpang setebal 1 – 4 mm. Untuk mendapatkan simplisia dengan tekstur menarik, sebelum diiris rimpang direbus beberapa menit sampai terjadi proses gelatinisasi. Rimpang yang sudah diiris, selanjutnya dikeringkan dengan energi surya atau dengan pengering buatan/oven pada suhu 36 – 46° C. Bila kadar air telah mencapai sekitar 8 – 10%, yaitu bila rimpang bisa dipatahkan, pengeringan telah dianggap cukup. Selain itu, dikenal jahe kering gelondong (jahe putih kecil dan jahe merah) yang diproses dengan cara rimpang jahe utuh ditusuk-tusuk agar air keluar sebagian, kemudian dijemur dengan energi matahari atau dioven sampai kering atau kadar air mencapai 8 – 10%. Rimpang kering dapat dikemas dalam peti, karung atau plastik yang kedap udara, dan dapat disimpan dengan aman, apabila kadar airnya rendah. Ruang penyimpan harus diperhatikan sanitasinya, berventilasi baik, dengan suhu ruangan yang rendah dan kering untuk mencegah pencemaran oleh mikroba dan hama gudang.

Penganeka-ragaman Produk 

Selain simplisia, dari rimpang jahe dapat diperoleh minyak atsiri, oleoresin, bubuk, jahe asinan, jahe dalam sirup, manisan jahe, jahe kristal dan anggur jahe. Asinan jahe merupakan bahan ekspor yang potensial, dibuat dari jahe putih besar yang dipanen muda (3 bulan), dengan kadar serat rendah. Sedangkan permen jahe, manisan, sirup, instant, serbat dan sekoteng berasal dari jahe putih kecil yang dipanen tua. Selain untuk bahan baku obat tradisional (jamu), jahe sudah mulai digunakan untuk obat fitofarmaka karena kandungan gingerolnya. Bahan aktif ini diisolasi dari ekstrak jahe yang bermanfaat untuk mengatasi rasa nyeri pada tulang, otot dan sendi.

 

Baca Artikel Lainnya: