Ekonomi Kreatif Jabar Prospektif

 - 
Ekonomi Kreatif Jabar Prospektif
Ekonomi Kreatif Jabar Prospektif

Ekonomi Kreatif Jabar Prospektif

Ekonomi Kreatif Jabar Prospektif

Ekonomi Kreatif Jabar Prospektif

BANDUNG – Wakil Ketua Kadin Jabar Bidang Koperasi

, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM), Iwan Gunawan mengatakan SDM memiliki peran penting dalam menghadapi pasar bebas MEA.

“SDM Jabar itu kreatif, jadi saya kira siap menghadapi MEA. Ekonomi kreatifnya apalagi, sudah siap,” tegasnya, Jumat.

Dia mengatakan agar lebih memiliki daya saing saat MEA

tentunya akan butuh kreativitas para entrepreneur.

“Ekonomi kreatif pun harus berbasis konsep. Harapan kami, di Jabar, ekonomi kreatif, echo tourism, seni budaya, film, animasi, kerajinan, dan lainnya, harus jadi pemicu pertumbuhan ekonomi. Selain itu, butuh energi kolektif,” tambahnya.

Wagub Jabar Deddy Mizwar menambahkan dalam mengembangkan ekonomi kreatif tidak bergantung pada permodalan secara finansial. Hal terpenting, ungkapnya, adalah lahirnya gagasan-gagasan, konten, dan ide yang inovatif serta kreatif.

Sayangnya, kata Deddy, sejauh ini, gagasan, konten

, dan ide belum memenuhi kebutuhan industri dan ekonomi kreatif. Padahal, tegasnya, ekonomi kreatif dapat mendorong pertumbuhan ekonomi karena berkaitan dengan beragam sektor, seperti pariwisata. “Jika kita kreatif dan inovatif, uang yang menghampiri,” tegasnya. Jo

 

Baca Juga :

 


Suku Bunga Bank Rendah Agar Bersaing di Era MEA

 - 
Suku Bunga Bank Rendah Agar Bersaing di Era MEA
Suku Bunga Bank Rendah Agar Bersaing di Era MEA

Suku Bunga Bank Rendah Agar Bersaing di Era MEA

Suku Bunga Bank Rendah Agar Bersaing di Era MEA

Suku Bunga Bank Rendah Agar Bersaing di Era MEA

BANDUNG–Ketua Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Muliaman Hadad mengatakan salah satu kendara UMKM berkembang adalah karena tingginya suku bunga pinjaman. Kedepan bunga pinjaman harus rendah agar bisa berdaya saing di era MEA.

Muliaman mengakui bahwa salah satu kendala perbankan di tanah air yaitu tingkat suku bunga. Menurutnya, pihaknya menginginkan akhir tahun ini, suku bunga perbankan mencapai single digit atau di bawah 10 persen, seperti halnya yang diberlakukan perbankan negara-negara ASEAN lainnya. Namun, katanya, untuk merealisasikannya, tidak dapat secara sekaligus, tetapi bertahap.

“Tidak mungkin Indonesia mengikuti AEC atau Trans Pasific

(Kerja sama ekonomi negara-negara Pasifik) tanpa persiapan. Untuk itu, pemerintah berkomitmen membangun daya saing. Satu di antaranya, rendahnya suku bunga,” paparnya Sabtu (27/2) di Bandung.

Diutarakan, upaya-upaya menurunkan suku bunga itu diupayakan pemerintah melalui berbagai program. Muliaman berpandangan, akan menjadi lebih efektif apabila segala sesuatunya terintegrasi.

Dia menilai, jika suku bunga rendah, ekonomi dapat lebih bergerak.

Itu karena, jelasnya, tercipta pertumbuhan penyaluran kredit. Karenanya, imbuh dia, pihaknya pun melakukan upaya-upaya berkenaan dengan kredit. Selain soal suku bunga, sahut dia, pihaknya pun memperlebar akses pembiayaan di daerah-daerah.

“Pemerintah pun membuat prioritas, semisal, pada sektor maritim, ekonomi kreatif, dan lainnya. Itu menjadi bagian upaya meningkatkan penyaluran kredit,” tutupnya. Jo

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148435359/jaring-jaring-balok/


Aspirasi Memupuk Budaya Toleransi Dijaring

 - 
Aspirasi Memupuk Budaya Toleransi Dijaring
Aspirasi Memupuk Budaya Toleransi Dijaring

Aspirasi Memupuk Budaya Toleransi Dijaring

Aspirasi Memupuk Budaya Toleransi Dijaring

Aspirasi Memupuk Budaya Toleransi Dijaring

BANDUNG-Aspirasi untuk menjaring memupuk budaya toleransi

dan mengikis paham radikalisme dijaring. Jaring aspirasi tersebut, dilaksanakan melalui dengar pendapat yang berlangsung di Gedung Korpri Jabar, Jalan Turangga , akhir Pebruari 2016.

Dengar pendapat dilaksanakan Anggota DPR RI dari Fraksi Hanura

, Arief S Suditomo. Menurut Arif, pencegahan bisa sampai ke tikangkat RW. Partisipasi bisa melalui karang taruna. Pesan yang disampaikan oleh berbagai pihak untuk mencegah paham radikalisme bisa dilakukan bisa dilaksanakan melalui PKK dan remaja mesjid.

Sementara itu, Pabandya Min Sinteldam III/ Siliwanghi, Letkol Tugiman yang menjadi nara sumber pada acara tersebut mengatakan radikalisme mengganggu stabilitas keamanan karena orientasinya untuk mengganggu stabilitas keamanan. bentukntya diantaranya teror. Partisipasi TNI untuk mencegah paham radikalisme t dilaksanakan oleh semua angkatan, yang tersebar di tingkat angkatan masing-masing Darat, Laut dan Udara.

Untuk di Jabar , jumlah anggota TNI seluruh 400.000 orang

atau hanya 0.2 persen dari jumlah penduduk. Kendala alusista dan teknologi masih terbatas, sehingga untuk mensosialisasikan pencegahan radikalisme diperlukan partisipasi dari seluruh elemen masyarakat.

Solusi pencegahan untuk menanggulangi paham radikalisme, ujar Tugiman yang utama pencegahan individu, keluarga dan lingkungan. Adapun cara yang dapat dilakukan melalui pendidikan agama yang benar.

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148435301/contoh-seni-rupa-murni/


Juli Jabar Inflasi 0,47%

 - 
Juli Jabar Inflasi 0,47%
Juli Jabar Inflasi 0,47%

Juli Jabar Inflasi 0,47%

Juli Jabar Inflasi 0,47%

Juli Jabar Inflasi 0,47%

BANDUNG–BPS Jabar menginformasikan jika inflasi Jabar s

elama bulan Juli 2016 mencapai 0,47%.

Dengan inflasi sebesar itu maka laju inflasi tahun kalender “year to date” (Januari – Juli 2016) sebesar 1,69% dan laju inflasi dari tahun ke tahun “year on year” (Juli 2016 terhadap Juli 2015) tercatat sebesar 2,89%.

Kepala BPS Jabar Bachdi Ruswana mengatakan ada tujuh kelompok

yang mengalami inflasi yang berarti semuanya mengalami inflasi.

“Dari tujuh kelompok pengeluaran seluruhnya mengalami inflasi yaitu Kelompok Bahan Makanan sebesar 0,54%, Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau sebesar 0,29%, Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar sebesar 0,18%, Kelompok Sandang sebesar 0,05%, Kelompok Kesehatan sebesar 0,55%, Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga sebesar 0,31% dan Kelompok Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar 1,19%,” ujarnya.

Kelompok Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan

menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan angka inflasi sebesar 1,19%. Sub kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi tertinggi sebesar 1,75%. jo

 

Baca Juga :


BCC Harapkan Mampu Tingkatkan Ekonomi Kreatif Bandung

 - 
BCC Harapkan Mampu Tingkatkan Ekonomi Kreatif Bandung
BCC Harapkan Mampu Tingkatkan Ekonomi Kreatif Bandung

BCC Harapkan Mampu Tingkatkan Ekonomi Kreatif Bandung

BCC Harapkan Mampu Tingkatkan Ekonomi Kreatif Bandung

BCC Harapkan Mampu Tingkatkan Ekonomi Kreatif Bandung

BANDUNG-Walikota Bandung, Ridwan Kamil berharap,

keberadaan Bandung Creative Center bisa mengakselerasi ekonomi kreatif Bandung, (2/8).

“Minggu depan mulai persiapan komunikasi dengan para komunitas kreatif Bandung karena nanti para komunitas itu yang akan mengelola gedung tersebut,” ujarnya.

Menurut Walikota, anggaran untuk pembangunan BCC

ini diambil dari APBD Kota Bandung sebesar Rp 50 miliar dengan berbagai fasilitas di dalamnya.

“Di dalamnya terdapat perpustakan, galeri

untuk tampilkan karya, museum kreatif, amphiteater, studio tari, fashion, musik, ict, ruang kelas, toko desain untuk turis, bioskop kecil, ruang seminar dan menonton karya atau film dari anak-anak Bandung atau sekitar 10 fasilitas di 15 ruang yang disediakan,” tuturnya.

Secara konsep bangunan BCC merupakan hasil pemikiran Walikota Bandung, Ridwan Kamil yang kemudian di desain oleh PT Bina Karya yang nantinya dikelola UKM Disperindag, dimana semua yang terbaik tentang Bandung atau eksebisi Kota Bandung serta semua energi kreatifnya bisa dilihat disana.

 

Sumber :

https://sites.google.com/view/situs-pendidikan-online/beranda/ips


Dandim Dampingi Bupati Launching Job Fair di Indramayu

 - 
Dandim Dampingi Bupati Launching Job Fair di Indramayu
Dandim Dampingi Bupati Launching Job Fair di Indramayu

Dandim Dampingi Bupati Launching Job Fair di Indramayu

Dandim Dampingi Bupati Launching Job Fair di Indramayu

Dandim Dampingi Bupati Launching Job Fair di Indramayu

INDRAMAYU-Dandim 0616/Indramayu Letkol Arh Benny Febrianto, S.Sos mendampingi Bupati Indramayu Hj. Anna Sophana Launching Job Fair di Alun-Alun Kabupaten Indramayu, Rabu (3/8).

Dari rilis Pendam, hasil pantauan di lokasi animo para pengunjung

yang hadir khususnya di stand TNI dari Kodim 0616/Indramayu cukup ramai, para pengunjung melihat ornamen militer dan bertanya serta berdialog dengan penjaga stand tentang proses masuk jadi anggota TNI.

Letkol Arh Benny Febrianto, S.Sos menyampaikan bahwa kegiatan Job Fair ini merupakan sinergitas antara TNI (Kodim 0616/Indramayu) dengan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Indramayu.

Ditambahkannya, “Launching Job Fair ini bertujuan untuk

menginformasikan peluang pekerjaan kepada masyarakat di wilayah Indramayu”.

Ditempat yang sama Pasipers Kodim 0616/Indramayu Kapten Chb
Salpian Nor menyampaikan informasi tentang penerimaan Caba PK TA. 2016 dari mulai proses pendaftaran hingga pelaksanaan seleksi calon peserta kepada para pengunjung.

Bupati katakan, kegiatan Job Fair ini untuk menginformasikan

dan memberi gambaran lapangan pekerjaan apa yang pantas dan cocok untuk kita kejar.

Ditambahkannya juga dari sekian banyak peluang, kita harus yakin bahwa salah satunya ada yang cocok dan bisa kita ambil.

Dengan harapan kegiatan Job Fair ini harus terus diadakan karena akan memberikan informasi dan peluang lapangan pekerjaan kepada masyarakat serta memperkecil pengangguran. (Pun)

 

Sumber :

https://sites.google.com/view/situs-pendidikan-online/


5 Hal Ini Akan Membunuh Motivasi Siswa

 - 

5 Hal Ini Akan Membunuh Motivasi Siswa

Keinginan belajar siswa, terlebih anak SD, lebih banyak ditentukan oleh faktor eksternal. Ada anak yang udah suka belajar sejak berasal dari rumah. Namun tetap amat banyak yang wajib dimotivasi sehingga senang belajar.

Kenapa tiap-tiap anak wajib dimotivasi?

Kebanyakan, siswa berangkat ke sekolah hanya mendambakan belajar. Kadang-kadang mereka tidak menyadari dan tidak menyadari langkah belajar yang baik. Mereka hanya siap menerima dan memperoleh ilmu. Lantas kenapa tersedia siswa yang rajin dan tersedia siswa yang tidak cukup rajin? Bahkan, tersedia siswa yang enggan berangkat ke sekolah?

Kita wajib ingat bahwa tiap-tiap anak suka bersama dengan belajar. Mari kita mengingat seorang anak kecil di usia 3, 4, atau lima th. yang selamanya mendambakan bertanya kepada orang dewasa mengenai banyak hal. Jika orang dewasa menjawabnya bersama dengan langkah yang tidak baik atau lebih-lebih meresponnya bersama dengan kemarahan selagi anak bertanya, maka hilanglah keasyikan bertanya terhadap diri anak.

Di sekolah juga sama, tersedia lebih dari satu perihal yang sanggup membunuh impuls anak. Padahal, Kita wajib menjaga impuls tiap-tiap anak yang mendambakan belajar sehingga mereka sanggup berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

Inilah 5 perihal yang sanggup membunuh impuls siswa di sekolah:

Sulitnya menyadari materi
Setiap anak sanggup menyadari materi baru. Perbedaan terdapat terhadap kecepatan dalam memahami. Perbedaan ini lebih kepada faktor langkah belajar siswa. Ada siswa yang cepat menyadari disaat pelajaran dilengkapi bersama dengan praktik. Ada juga siswa yang amat cepat menyadari disaat hanya mendengarkan penjelasan guru.

Meskipun demikian, tersedia lebih dari satu penyebab mengapa anak mengalami susah dalam menyadari materi belajar.

a. Materi tidak disampaikan bersama dengan bhs anak sehingga kelihatan amat rumit bagi anak.

b. Ada tahapan yang terlewati.

Anak kelas 5 SD, misalnya, disaat akan mempelajari materi bilangan pecahan maka dia akan amat susah jika dia belum hafal perkalian dan belum sanggup pembagian. Maka, tahapan tiap-tiap kelas wajib terpetakan bersama dengan baik.

c. Langkah-langkah dalam belajar tidak sistematis. Memulai belajar berasal dari langkah yang termudah lantas ke tingkat yang tengah hingga ke tingkat yang rumit sanggup memudahkan siswa dalam belajar.

d. Tujuan belajar amat banyak dalam satu pertemuan. Bukankah lebih baik anak menyadari dan menguasai tiga materi daripada anak melewati sepuluh materi tetapi tidak satupun yang dia pahami. Di sinilah kepintaran seorang guru dibutuhkan dalam mengelola tujuan kurikulum. (baca: Belajar=Melatih Berfikir, Bukan Belajar=Menghafal Materi)

Tes yang amat banyak
Jika tiap-tiap hari tersedia tes dan tes tersebut masuk dalam penilaian, maka sanggup saja sebabkan anak stres. Memang, tersedia anak yang mempunyai kesungguhan belajar dan selamanya menyiapkan diri untuk tes, tetapi jika porsi yang diberikan berlebihan maka sanggup saja kegairahan belajar terbunuh oleh nilai yang tidak cukup bagus dalam tes.

Yang lebih memprihatinkan adalah disaat keluar pemikiran terhadap diri siswa bahwa tujuan belajar adalah untuk merampungkan soal-soal ulangan saja. Dengan demikian, anak tidak menyadari apa kegunaan dan kegunaan belajar dalam kehidupan sehari-hari. (baca juga: Tujuan Belajar Yang Sesungguhnya)

Tidak tersedia kesempatan memperbaiki
Kesalahan dalam belajar adalah suatu hal yang baik. Dengan kekeliruan yang dilakukan, anak akan belajar mengenai usaha yang lebih baik, belajar mengenai langkah yang lebih tepat, dan belajar untuk memperbaiki.

Jika kesempatan untuk melakukan perbaikan hasil tes tidak disediakan, maka anak akan menganggap bahwa dirinya wajib selamanya benar. Padahal, orang dewasa samasekali tidak sanggup jalankan perihal tersebut. (baca: Cara Yang Sangat Bagus Dalam Membantu Prestasi Siswa)

Remedial adalah hak siswa. Mari kita yakinkan tiap-tiap anak bahwa tersedia tes yang sanggup mereka perbaiki jika hasilnya tidak cukup bagus, tetapi juga tersedia tes yang mereka tidak mempunyai kesempatan untuk memperbaikinya.

Cara mengajar yang membosankan
Ini faktor penting. Anak yang mendambakan belajar perlu langkah belajar yang baik. Ketika mereka belajar mengenai langkah belajar (learn how to learn) dan memperoleh pengalaman yang terus membosankan dalam belajar, maka menurut mereka belajar itu membosankan.

Ada lebih dari satu faktor yang menjadikan proses belajar menjadi membosankan bagi anak.

a. Terlalu banyak “ceramah”

Ceramah berbeda bersama dengan mendongeng atau bercerita. Metode “ceramah” yang ditujukan di sini adalah memberikan materi belajar melulu pakai lisan. Tanpa praktik, tanpa diskusi, tanpa bertanya jawab, dan tanpa mencoba.

b. Materi tidak update

Boleh saja materinya sebetulnya tidak update, akan tetapi menghubungkan bersama dengan keadaan kekinian adalah perihal mutlak yang wajib kita jalankan sebagai seorang guru. Ingat contextual teaching plus learning.

c. Mengajar bersama dengan langkah yang monoton. (baca : Cara Mencipatakan Satu Bulan Pertama Yang Wow Di Sekolah)

Kurangnya perhatian
Kadang-kadang tersedia anak yang menganggap layaknya ini,

Mereka, para guru, mendambakan kita berperilaku layaknya orang dewasa, tetapi memperlakukan kita layaknya anak kecil.

Jika kita tidak menambahkan perhatian sama sekali kepada anak, maka anak jadi kehadirannya tidak mutlak dan tidak dibutuhkan. Perhatian yang sedikit pun sanggup sebabkan anak susah membebaskan persoalan yang mereka hadapi.

Maka, mendampingi anak secara emosional akan menambahkan dampak yang amat positif bagi pertumbuhan emosional dan mental anak-anak.

Sumber : https://www.lele.co.id/panduan-lengkap-7-cara-menanam-hidroponik-sederhana-di-pekarangan/


Melatih Peserta Didik Memilih Caranya Sendiri Untuk Ditest

 - 

Melatih Peserta Didik Memilih Caranya Sendiri Untuk Ditest

Evaluasi di sekolah nyaris selamanya identik bersama ulangan. Prosesnya sanggup terlampau beragam. Salah satu yang menjadi favorit adalah ulangan tertulis. Mari kami mencoba perihal yang lebih kreatif dan lebih menantang bagi siswa.

Berdasarkan fakta bahwa cara belajar tiap tiap anak berbeda, maka harusnya cara evaluasi terhitung bermacam-macam. Sehingga, peserta didik nantinya sanggup perlihatkan kemampuan bersama cara mereka sendiri yang lebih baik.

Ada lebih dari satu pembawaan didalam mengevaluasi hasil belajar peserta didik. Ada model ulangan harian, UTS, dan UAS. Ada evaluasi ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ada terhitung tes formatif, subsumatif, dan sumatif. Di kurikulum yang baru, ada penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Bentuk dan model penilaiannya pun terlampau banyak ragam dan bagus. (Baca : Tujuan Belajar Tidak Hanya Untuk Menjawab Soal Ujian)

Ulangan atau tes seringkali menjadi perihal yang menakutkan dan dibenci oleh peserta didik. Penyebab risau dan rasa benci itu sanggup terlampau beragam. Faktor terbesar justru berkunjung berasal dari luar diri peserta didik. Takut mendapat kemarahan, cemoohan, atau faktor yang lainnya.

Seharusnya, melaksanakan kekeliruan saat belajar adalah perihal yang biasa. Makanya, tiap tiap ulangan harian atau ulangan formatif, bakal ada perbaikan. Proses perbaikan itulah tempat anak belajar tentang kekeliruan dan memperbaikinya.

Mari kami terasa mencoba beri tambahan tantangan yang berlainan kepada peserta didik.

Melatih anak menentukan caranya sendiri untuk dites adalah bagian berasal dari cara melatih tanggung jawab. Ketika peserta didik terlampau senang tampil dan berbicara kepada teman-temannya, besar barangkali dia terlampau menyukai metode presentasi. Ketika peserta didik senang bersama musik, kami berikan tanggung jawab kepadanya untuk menyebabkan lirik lagu yang memuat materi pelajaran. Dan seterusnya.

Anak yang senang berbicara dan menyukai public speaking, bakal bagus kecuali kami sebagai guru menilainya bersama cara yang disukainya.

Kebebasan menentukan caranya sendiri untuk dites merupakan salah satu cara mendapatkan berlebihan dan keunikan tiap tiap peserta didik. (Baca: Kecerdasan Baru Selain IQ, EQ, dan SQ)

Melakukan perihal ini tidak sanggup dan juga merta begitu saja kami lakukan. Mari kami ikuti tahapan-tahapan mudahnya!

Lakukan bersama siswa didalam proses pembelajaran (langkah terpenting)
Menggunakan berbagai metode dan pendekatan didalam belajar terlampau penting. Metode yang banyak ragam merupakan impuls yang positif bagi peserta didik. Misalnya, didalam satu pertemuan, saat belajar tentang sumber energi alam, peserta didik kami dampingi dan latih untuk mengubah lirik lagu tenar menjadi lirik yang memuat materi sumber energi alam. Di pertemuan berikutnya, pada materi sikap toleransi, anak kami kenalkan dan latih untuk menyebabkan komik bertemakan toleransi.

Sangat banyak yang sanggup kami lakukan. Misalnya, metode presentasi, puisi didalam matematika, percobaan, karya tulis, menyebabkan film, menulis komik, video pendek bagi penyuka youtuber, mengarang lirik lagu, hingga mind mapping. (Baca: Anak SD Membuat Film Dalam Pembelajaran)

Kita perlihatkan kepada peserta didik bahwa fasilitas apa pun sanggup digunakan sebagai alat pembelajaran. Anak terhitung wajib belajar mengetahui bahwa metode belajar, metode memahami, dan menghafal mempunyai banyak cara.

Latihan bersama siswa
Ketika peserta didik udah mengenal lebih dari satu macam metode belajar, maka tahap seterusnya melatih anak mendapatkan metodenya sendiri. Misalnya, materi magnet. Kita berikan kebebasan kepada anak untuk menentukan caranya sendiri didalam belajar dan mengetahui materi tersebut.

Peserta didik yang cepat didalam menentukan pilihan, wajib mendapat pendampingan yang baik sehingga mereka sanggup berkreasi secara optimal. Peserta didik yang mengalami kesulitan mendapatkan metode belajarnya, segera kami impuls dan dampingi untuk menemukannya terasa berasal dari yang termudah.

Sungguh. Ini terlampau mudah kecuali ada kemauan.

Tentukan kategori penilaian
Peserta didik yang mengerjakan tugas bersama cara menyebabkan lirik lagu tidak boleh dianggap lebih tinggi nilainya ketimbang yang mengerjakannya bersama cara menjawab soal tertulis. Dan sebaliknya. Maka, di sinilah pentingnya kategori penilaian.

Kategori penilaian haruslah yang menyeluruh dan sanggup dilakukan pada seluruh metode. Prinsip keadilan didalam mengukur hasil belajar peserta didik terlampau penting. Buatlah standar penilaian yang mudah.

Misalnya, materi Sumber Daya Alam. Kategori penilaian berdasarkan kelengkapan informasi. Ada pengertian, ada contoh, ada jenis-jenisnya, ada fungsi dan akibatnya, terhitung terdapat sikap solutif atas persoalan yang ada. Masing-masing memperoleh satu poin, misalnya.

Bentuk dan standar penilaian sanggup terlampau beragam. Kita sebagai guru sanggup mengembangkannya lebih luas dan menarik.

Lakukan (pertama-tama) pada evaluasi harian
Cara ini terlampau sesuai kecuali kami melaksanakan pada saat pengambilan nilai evaluasi harian. Akan banyak rintangan kecuali digunakan pada evaluasi tengah semester dan akhir semester. (Baca juga: Cara Yang Sangat Bagus Dalam Membantu Siswa Untuk Berprestasi)

Selamat Mencoba!

Sumber : https://www.ruangguru.co.id/download-contoh-surat-penawaran-harga-yang-benar/


Paradoks Pendidikan Finlandia Yang Harus Kita Ketahui

 - 

Paradoks Pendidikan Finlandia Yang Harus Kita Ketahui

“Kecil Itu Indah”. Rakyat Finlandia tetap mempercayai perihal itu didalam hidupnya. Dalam bisnis, politik, dan diplomasi, orang Finlandia mengandalkan bicara langsung dan prosedur sederhana. Mereka inginkan memecahkan masalah, bukan membicarakan masalah.

Dalam pendidikan, mereka pun tidak basa basi. Salah satu nilai pendidikan Finlandia adalah meletakkan pengajaran dan studi di atas segala-galanya saat kebijakan tentang pendidikan sedang dibahas. Dan bangsa Finlandia nyata-nyata melakukan reformasi pendidikan jangka panjang yang kini dielu-elukan dan inginkan ditiru hampir seluruh bangsa di dunia.

Keberhasilan pendidikan Finlandia telah mendorong banyak orang berasal dari seluruh penjuru dunia untuk melacak formula keberhasilan tersebut. Namun, rahasia itu belum banyak ditemukan. Justru yang keluar di antaranya adalah paradoks-paradoks aneh.

Paradoks menurut kamus besar bhs indonesia adalah pernyataan yang seolah-olah bertentangan (berlawanan) dengan pendapat lazim atau kebenaran, tetapi sebetulnya punya kandungan kebenaran.

Di atas seluruh itu, bangsa Finlandia tampaknya tidak percaya bahwa melakukan perihal yang sama, kendati lebih banyak, dapat pasti sebabkan perbaikan yang signifikan.

Tulisan ini merupakan refleksi dan kaji baca ulang atas buku Finnish Lessons; What Can The World Learn from Educational Change in Finland? Karya Pasi Sahlberg yang terbit tahun 2011.

pasi sahlberg washingtonpost.com

Di sedang maraknya beragam isu dan rencana kebijakan pemerintah di bidang pendidikan, apabila tentang sekolah sehari penuh dan sekolah lima hari, tulisan ini dapat menyadarkan kita tentang perbaikan-perbaikan mendasar di dunia pendidikan.

Bagi yang akrab dengan pertumbuhan dan proses pendidikan di Finlandia, maka pencanangan kurikulum 2013 merupakan anggota berasal dari usaha mengubah-sesuaikan proses pendidikan terbaik berasal dari beragam negara di dunia. Sistem pendidikan Finlandia adalah tidak benar satu penyumbang favorit.

Dari beragam kajian dan pembicaraantentang pendidikan di Finlandia, muncullah paradoks-paradoks sebagai berikut:

Sedikit mengajar, studi lebih banyak
Biasanya, untuk memperbaiki siswa yang prestasinya kurang, maka dapat memperoleh jam tambahan lebih banyak di luar pelajaran. Maka, jam studi siswa bertambah, jam mengajar guru pun juga turut bertambah.

Pengalaman Finlandia menantang logika ini.

PISA (Programme Internationale for Student Assesment) melakukan studi dengan hasil bahwa negara-negara berprestasi tinggi didalam seluruh wilayah akademik yang dicakup PISA, ternyata kurang mengandalkan selagi pengajaran formal sebagai penggerak studi siswa. Negara-negara ini apabila Finlandia, Korea, dan Jepang.

Sedangkan negara-negara dengan tingkat prestasi akademik yang jauh lebih rendah (misalnya, Italia, Portugal, dan Yunani) menuntut secara penting lebih banyak pelajaran formal bagi siswa-siswa mereka.

Jam studi siswa yang panjang terlalu baik. Namun apakah jam studi formal yang panjang juga baik? Bisa iya sanggup tidak. Jika pengelolaan yang kurang tepat, maka dapat berdampak pada jam mengajar dan kesibukan guru. Ingat, bahwa di Finlandia Sedikit mengajar, studi lebih banyak

Menurut catatan OECD tahun 2010 (Organization for Economic Cooperation and Development) tentang variasi kuantitas jam mengajar guru di bebagai dunia. Di Sekolah Menengah Pertama, guru Finlandia rata-rata mengajar sekitar 600 jam pertahun. Dengan satu jam pelajaran mirip dengan 45 menit (rata-rata empat jam pelajaran perhari). Di Amerika Serikat, menurut OECD, rata-rata keseluruhan jam mengajar guru di sekolah menengah pertama adalah 1080 jam, dengan satu jam pelajaran mirip dengan 50 menit. (rata-rata enam jam pelajaran perhari).

Guru di sekolah-sekolah Finlandia punya banyak tanggung jawab lain di luar mengajar. Mereka menilai prestasi dan kemajuan menyeluruh siswa mereka, mempersiapkan dan turut dan juga mengembangkan kurikulum sekolah. Enam jam pelajaran perhari sungguh meletihkan guru untuk sanggup melakukan evaluasi menyeluruh pada siswa dan melakukan pengembangan diri.

Para pendidik Finlandia tidak percaya bahwa mengerjakan lebih banyak PR, menanggung studi yang lebih baik, terutama jika siswa mengerjaka latihan-latihan berulang (drill) yang rutin.

Sedikit ujian, studi lebih banyak
Banyak yang mengukur keberhasilan sebuah sekolah berdasarkan nilai ujian nasional. Jika tidak tersedia alat ukur lain yang lebih baik, maka sebetulnya sah-sah saja menjadikan nilai ujian nasional sebagai alat ukur. Sayangnya, risiko sosial dan administratif yang di terima sebuah sekolah jika memperoleh nilai ujian nasional yang kurang baik terlalu tinggi.

Risiko tinggi inilah yang sanggup menggeser identitas pendidikan dan studi megajar menjadi “mengajar demi tes”.

Bukti-bukti tunjukkan bahwa guru condong merancang ulang cara mengajar mereka sehingga sesuai denga materi ujian. Lebih memprioritaskan mata pelajaran ujian nasional. Dan menyesuaikan metode mengajar menjadi latihan berulang (drilling) dan menghafal Info ketimbang memahamai pengetahuan.

Metode mengajar yang menarik dan menggembirakan kerap dikorbankan demi mengejar peningkatan nilai tes.

Di Finlandia juga tersedia tes atau asesmen pada siswa. Ada asesmen oleh guru di kelas, evaluasi menyeluruh pada kemajuan siswa, juga asesmen nasional dengan metodologi berbasis sampel.

Di Finlandia, tidak tersedia ujian terstandar dengan risiko tinggi. Maka, guru sanggup berfokus pada proses studi megajar tanpa tersedia gangguan berulang perlu lulus ujian.

Lebih berkeadilan dengan menumbuhkan keragaman
Ini merupakan anggota dasar didalam membangun proses pendidikan. Yaitu, membangun pendidikan dan infrastrukturnya secara merata di seluruh wilayah.

Setelah membaca ulasan singkat ini, pasti keluar beragam pertanyaan. Apa yang dijalankan siswa jika di sekolah hanya sebentar? Bagaimana menyesuaikan kinerja guru sehingga efektif dan sanggup menolong meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah? Bagaimana menyesuaikan bentuk asesmen yang pas sasaran bagi siswa? Dan seterusnya.

Luangkan waktu, sisihkan uang, sempatkan diri, dan lengkapi diri dengan membaca beragam informasi. Buku ini cuman tidak benar satu Info tersebut. Sumber lain jauh lebih banyak dan lengkap.

Selamat membaca dan memperluas pengetahuan!

Baca Juga :


PKS Dorong Anggota Jadi Peserta BPJS

 - 
PKS Dorong Anggota Jadi Peserta BPJS
PKS Dorong Anggota Jadi Peserta BPJS

PKS Dorong Anggota Jadi Peserta BPJS

PKS Dorong Anggota Jadi Peserta BPJS

PKS Dorong Anggota Jadi Peserta BPJS

BANDUNG-Mengakhiri bulan Februari tahun ini tepatnya 26 Februari 2017

bertempat di Hotel Cipaku Jalan Setiabudhi, DPD PKS Kota Bandung mengadakan Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) DPD PKS Kota Bandung yang bertemakan : Rapatkan Barisan Raih Kemenangan. Selain sebagai ajang konsolidasi RAKERDA kali ini pun digelar sebagai kegiatan awal menuju RAKORDA yang pelaksanaannya menunggu selesainya RAKORNAS DPP PKS dan kemudian RAKORWIL DPW PKS Jawa Barat.

RAKERDA yang dihadiri oleh unsur pengurus dan seluruh ketua DPC PKS di kota Bandung, mengagendakan pembahasan program kerja pengurus setahun kedepan juga mengadakan diskusi panel yang membahas program dan anggaran pro rakyat yang dibahas oleh Fraksi PKS DPRD Kota Bandung dan Oded MD selaku Wakil Walikota Bandung.

Dalam sambutannya Ketua Umum DPD PKS Kota Bandung,

Tedy Rusmawan menyampaikan, untuk meraih angka ketercapaian jumlah kader di tahun 2017 setiap kader inti diharapkan bisa mengajak 12 orang menjadi simpatisan bahkan menjadi kader baru.

“Kepada peserta agar mensosialisasikan kepada kader serta masyarakat di wilayahnya akan pentingnya menjadi peserta BPJS, mengingat semakin hari semakin mahalnya biaya pengobatan,” ujarnya.

Dalam hal pendanaan partai, Tedy Rusmawan

menggulirkan rencana pembentukan koperasi syariah guna menghimpun dan mengelola dana kader agar tak menggantungkan diri pada sponsor, sehingga membuat partai lebih mandiri dalam hal financial. Selain itu Teddy juga menyampaikan elektabilitas partai PKS tahun ini mengalami peningkatan walaupun tidak signifikan yakni berada di angka 11,5% menuju target di musim pemilu nanti di kisaran 15%, sehingga diharapkan tiap DPC bisa menginisiasi kegiatan yang menunjang pada peningkatan elektabilitas partai. (Pun)

 

Baca Juga :