Home Pendidikan • Definisi dan Terminologi oleh AECT

Definisi dan Terminologi oleh AECT

 - 
Definisi dan Terminologi oleh AECT
Definisi dan Terminologi oleh AECT

Definisi dan Terminologi oleh AECT

Definisi dan Terminologi oleh AECT

Definisi dan Terminologi oleh AECT

Teknologi pendidikan adalah

studi dan praktek etik dari memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan menciptakan, menggunakan, dan mengatur proses dan sumberdaya teknologi yang tepat.

Dari definisi tersebut terdapat beberapa konsep penting diantaranya studi. Studi merujuk pada pengumpulan dan analisis informasi dibalik konsep tradisonal tentang penelitian, termasuk penelitian kualitatif dan kuantitatif dan juga bentuk disiplin inkuiri lainnya seperti pembuatan teori, analisa filosofis, investigasi sejarah, proyek pengembangan, analisis kesalahan, analisis sistem dan evaluasi.

 

Konsep kedua dari definisi tersebut adalah

praktek etik. Teknologi pendidikan telah sejak lama memiliki kode etik tersendiri. Komite etik dari AECT secara aktif telah mendefinisikan standar etika bidang ini dan menyediakan contoh kasus yang akan didiskusikan dan difahami. Kode etik profesional dari AECT termasuk didalamnya prisip bersedia untuk membantu para anggota baik secara individual maupun secara kolektif dalam memelihara tingkatan tinggi dari perilaku profesional.

Konsep berikutnya adalah memfasilitasi. Ketika terjadi perubahan tujuan pembelajaran di sekolah, perguruan tinggi, dan organisasi lainnya dari pembelajaran yang dangkal menjadi pembelajaran yang mendalam, lingkungan belajar harus menjadi lebih autentik. Dalam lingkungan ini, peran utama dari teknologi bukan hanya menyajikan informasi dan menyediakan latihan dan praktek (untuk mengontrol pembelajaran) akan tetapi untuk menyediakan ruang masalah dan alat-alat untuk mengeksplornya (untuk mendukung pembelajaran).

 

Konsep selanjutnya adalah

pembelajaran. Saat ini pembelajaran tidak hanya berupa mengingat informasi untuk tujuan tes dan perolehan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang digunakan diluar kelas. Salah satu elemen penting dari desain instruksional adalah mengidentifikasi tugas pembelajaran. Tugas pembelajaran dapat dikategorikan menurut berbagai macam taksonomi.

 

Konsep berikutnya adalah

meningkatkan. Teknologi pendidikan dalam upaya untuk meningkatkan kinerja dengan cara meningkatkan efektifitas. Efektifitas juga harus diikuti dengan efisiensi. Dimana hasil yang diperoleh dapat mengurangi waktu yang terbuang, upaya dan biaya. Dengan tingginya ekpektasi terhadap pembelajaran dan keberhasilan menjadi sesuatu yang penting dalam masyarakat, sesuatu yang lebih cepat lebih baik dari pada yang lambat dan lebih murah lebih baik dari pada yang lebih mahal.

Konsep berikutnya adalah kinerja, dimana kinerja merujuk pada kemampuan pelajar untuk menggunakan dan menerapkan kemapuan yang baru diperoleh. Teknologi pendidikan dapat membantu guru dan desainer untuk menjadi performer yang lebih baik dan mereka dapat membantu organisasi mencapai tujuan dengan lebih efektif dan efisien. Penggunaan peningkatan kinerja pada definisi ini tidak berarti bahwa teknologi pendidikan mencakup semua bentuk peningkatan kinerja. Sebagai pendukung bagi teknologi pendidikan seperti teknologi kinerja manusia (HPT), dimana terdapat berbagai bentuk intervensi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja.

Konsep berikutnya adalah menciptakan. Penciptaan merujuk pada riset, teori dan praktek yang dilibatkan dalam menciptakan bahan instruksional, lingkungan belajar dan sistem belajar mengajar yang lebih luas dalam setting yang berbeda baik formal maupun nonformal. Penciptaan dapat terdiri dari berbagai macam aktifitas tergantung dari pendekatan desain yang digunakan.

Konsep berikutnya adalah menggunakan, konsep ini merujuk pada teori dan praktek yang berhubungan dengan membawa pelajar melakukan kontak langsung dengan kondisi dan sumber balajar. Menggunakan dimulai dengan pemilihan sumberdaya dan proses yang tepat, (metode dan materi)

Konsep selanjutnya adalah

mengatur. Salah satu tanggung jawab profesional dalam bidang teknologi pendidikan adalah manajemen. Pada awalnya, kegiatan ini berbentuk mengarahkan penggunaan pusat audiovisual. Sebagai produksi media dan proses pengembangan instruksional menjadi lebih rumit dan berskala besar, mereka harus menguasi keterampilan manajemen proyek.

Berikutnya adalah konsep ketepatan. Konsep ini diterapkan pada proses dan sumberdaya, menunjukkan ketepatan dan kesesuaian dengan tujuan yang diharapkan. Konsep teknologi yang tepat digunakan secara luas dalam bidang pengembangan komunitas untuk merujuk pada alat-alat atau praktek yang lebih sederhana dan lebih memberikan solusi bagi permasalahan.

Selanjutnya adalah konsep teknologi. Teknologi didefinisikan sebagai aplikasi sistematis dari ilmu saintifik atau pengetahuan terorganisir yang lain untuk tugas praktek. Istilah teknologi dirubah dengan merujuk pada proses dan sumber daya. Yang pertama merubah proses, terdapat proses nonteknologi yang dapat digunakan dalam merencanakan dan melaksanakan instruksi, seperti proses pembuatan keputusan tiap hari yang dilakukan guru, yang mungkin sangat berbeda dari bidang ini. Teknologi pendidikan mendukung penggunaan proses yang telah diklaim memberikan hasil yang berharga, berdasarkan atas riset atau paling tidak pengembangan yang reflektif.

Selanjutnya adalah proses. Proses dapat didefinisikan sebagai kumpulan aktifitas diarahkan terhadap hasil spesifik. Teknologi pendidikan sering menggunakan proses spesifik untuk mendesain, mengembangkan, dan menghasilkan sumber belajar, digolongkan kedalam proses yang lebih luas dari pengembangan instruksional.

Beriktunya adalah sumberdaya. Sumberdaya dapat berupa orang-orang, alat-alat, teknologi dan bahan-bahan yang didesain untuk membantu pelajar. Sumberdaya dapat meliputi sistem ICT berteknologi tinggi, perpustakaan, kebun binatang, museum, dan orang-orang dengan pengetahuan dan keterampilan spesial.

Sumber : http://ecoledespirates.eklablog.com/teks-eksplanasi-a165655848

Author:m7xap