Home Pendidikan • Esai adalah

Esai adalah

 - 
Esai adalah
Esai adalah

Esai adalah

Esai adalah

Esai adalah

Esai adalah sebuah komposisi prosa

singkat yang mengekspresikan opini penulis tentang subyek tertentu. Sebuah esai dasar sendiri dibagi menjadi tiga bagian: pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek; tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi tentang subyek; dan terakhir adalah konklusi yang memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek. Menulis esai tidak sama dengan menulis karya tulis lain seperti makalah, opini, atau feature. Dalam menulis esai, penulis dituntut kreativitasnya tersendiri karena ia harus mampu mengungkapkan pemikiran mendalamnya terhadap suatu masalah tanpa bersikap kaku pada pembaca. Sebuah esai ilmiah harus berisi argumen dan analisis yang jelas serta data-data yang akurat dan kredibel, tetapi dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh pembaca. Sehingga secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus enak dibaca.

 

Awal dari sebuah pertemuan

Semua berawal ketika aku dan kakak berbelanja kesebuah toko buah dekat rumah disana kami membeli beberapa buah-buahan, dan tak lupa membeli satu keranjang penuh rambutan untuk adik-adik jalanan, kami senang dengan semua ini apalagi ketika kami menengok adik-adik jalanan yang setip hari mencari uang hanya untuk sesuap nasi, kami bersyukur karena kami masih diberi kesempatan untuk berbagi dengannya satu pelajaran yang dapat kami petik dari semua ini adalah kalau kita memandang sebelah mata mereka maka merekapun akan memandang sebelah mata diri kita, dengan begitu kita akan merasa hidup sendiri ditampat yang semakin lama semakin sempit dan sumpek karena pertumbuhan populasi manusia yang kian hari kian bertambah.

 

Saat kami melewati beberapa toko kue

ada satu kue yang membuat aku dan kakaku memandang secara miris yaitu kue tar yang ditaburi keju dan dilapisi coklat, kami sepakat untuk membelinya saat ini tapi apa mau dikata ternyata kue itu sudah ada pemiliknya, kami kecewa sekali karena tidak bisa membelikan sebuah kue kesukaan ibu itu, tapi kami tidak habis pikir dengan semua itu kami memutuskan untuk membeli dan memilih yang lain selain kue tar tadi tapi semuanya tak ada satupun yang dapat menggugah hati kita untuk mencari penggantinya.

Satu hal yang dapat kita maknai dari kejadian ini adalah kalau segala sesuatu itu harus direncanakan baik itu membeli barang atau hanya sekedar jalan-jalan, aku jadi ingan perkataan neneku

“kalau kamu mau pergi harus ada tujuan untuk apa kamu pergi”

Aku saat itu sangat yakin kalau orang yang memesan kue tadi sudah merencanakan setidaknya dua atau tiga hari sebelumnya, kami memutuskan untuk pulang dengan hanya membeli satu keranjang penuh buah rambutan.

Saat kami tiba dirumah kami meminta maaf pada ibu dan nenek kalau kami tidak membeli kue tar yang sangat disukai oleh mereka, aku berharap suatu hari nanti aku dapat membelikan kue tar untuk nenek dan ibu.

Sesaat setelah kami keluarkan semua barang belanjaan kami aku terpikir satu hal kalau aku mesih punya janji dengan seorang teman untuk menemaninya kesebuah pertemuan pesta aku dengan tergesa-gesa sesegera mungkin mengganti pakaianku dengan pakaian yang lebih rapi, dan untungnya teman aku masih setia menunggu aku disana.

Aku beruntung karena mempunyai teman yang baik seperti dia, oh iya dari tadi aku belum memperkenalkan diri aku, panggil saja aku “Windu” aku saat ini masih bersekolah di salah satu sekolah swasta di Jakarta dan nama kakaku “Wanda” itu nama terindah yang diberikan orang tua kami pada kami, satu lagi aku punya sepupu namanya gabungan dari nama kami berdua ia “Winda” memang semua orang beranggapan kalau kami bertiga itu kakak adik, tapi semuanya baru sadar kalau hanya aku dan Wanda saja yang kakak adik dan Winda gadis cantik yang kini masih menginjak kelas dua SMA di Jakarta.

 

Saat ini kami berkumpul bersama, karena ada reunian

keluarga semua keluarga datang dari berbagai penjuru ada dari pulau-pulau di Indonesia bahkan ada dari negara dimana nenek moyang kami berasal yaitu China, ya kami semua warga keturunan tiong hoa jadi teman-teman sering menejek aku dengan julukan simata kodok kerena mata aku yang sipit menyerupai kodok.

Saat ini aku sedang berada disebuah pesta bersama dengan temanku tadi oh ya nama temanku “Joni” itu hanya sebuah nama panggilan kami saja sebenarnya namanya “John Topani”, keren kan nama temanku ada kata John nya kayak orang dari luar negeri padahal ia berasal dari Garut, ya masih sepupuan sama kambing, dengan rambutnya yang kribo semakin menguatkan teman barunya kalau dia berasal dari Garut, kami berdua sepakat untuk tidak meninggalkan tepat pesta sebelum jam 12 malam, kalau dipikir kami kayak sinderela yang berubah jadi pria dan kehilangan salah satu giginya.

Pagi ini cuaca cerah sekali hijau daun pepohonan seakan melambangkan betapa sejuknya kota ini, tanpa asap dari kenalpot mobil dan motor yang hilir mudik kesana kemari, andaikan setiap saat setiap waktu udara menghembus kerongga dada sesejuk ini betapa bahagianya semua warga kalau itu sampai terjadi, tapi kita sebagai warga negara yang baik harus menjaga dan melestarikan lingkungan yang ada di sekitar kita dengan begitu udara segar dapat kita hirup dengan leluasa tanpa ada gangguan yang lain.

Aku berangkat meninggalkan rumah kira-kira pukul 7 pagi karena sekolah ku tidak terlalu jauh maka aku berangkat jam segini, aku disana bertemu dengan teman-temanku sekarang aku jelasin ya keadaan sekolah ku

“ Pertama        : keadaan disini sangat menyenangkan.

Kedua             : banyak guru-guru yang berjalan kesana kemari.

Ketiga             : tidak semua siswa yang setatusnya tidak jomblo.

Keempat         : semua siswa mentaati peraturan sekolah 1. tidak boleh pacaran ketika pelajaran berlangsung, 2. perhatikan guru bila sedang menerangkan materi terkecuali guru yang kiler (galak/tegas) 3. jangan rebut/ganggu kalau ada yang sedang pe de ka te, itulah peraturan kelas yang kami buat atas persetujuan ketua osis.

Kelima             : kalau tidak punya pacar maka intropeksi diri loe.

Itu hanya salah satu keadaan sekolah dari 200 keadaan yang belum aku tuliskan, kalau di tulis kalian akan bosan untuk membaca cerita ini.

Hal pertama yang aku lakukan di sekolah adalah belajar dengan sungguh-sungguh, tapi semua temanku yang statusnya bukan jomblo kayak aku, bilang kalau aku harus I n t r o p e k s I diri agar tidak selamanya menjomblo.

Setelah aku menyadari kalau harus intropeksi diri maka aku memutuskan untuk mencari seorang pacar yang dapat membuat imez jomblo Gue tumbang dengan adanya pacar maka akan terasa nikmatnya dunia tanpa batas ini. Setahun, duatahun aku menunggu belum juga mendapatkannya sampai akhirnya, pada suatu hari ketika sedang jalan-jalan keluar rumah aku bertemu dengan seorang gadis cantik yang ketika itu dia sedang membeli bunga, ditoko saya membeli bunga juga, tapi saya tidak berani berkenalan dengannya karna saya masih takut dengan yang namanya wanita. Karna belakangan ini saya sering bertemu dengannya, akhirnya memberanikan diri untuk berkenalan dengannya, tapi apa mau dikata tanggapannya terhadapku sinis sekali, dia seakan tidak mau kenal dengan aku, tapi aku tidak putus asa untuk berkenalannya dengannya dengan situasi dan tempat yang mendukung akhirnya dia mau juga berkenalan dengan aku ini, dengan wajah gembira akhirnya dapat juga berkenalan dengan yang namanya wanita karna sudah hampir 17 tahun saya paling anti dengan yang namanya berkenlaan dengan wanita, tapi kali ini saya berani berkenalan dengan yang namanya wanita itu sebuah kemajuan bagiku dengan begitu akan mempermudah aku untuk mendapatkan seorang wanita yang selama ini aku impi-impikan.

Sumber : https://miralaonline.net/contoh-makalah-ragam-bahasa/

Author:m7xap