Home Pendidikan • Memfasilitasi Pembelajaran

Memfasilitasi Pembelajaran

 - 
Memfasilitasi Pembelajaran
Memfasilitasi Pembelajaran

Memfasilitasi Pembelajaran

Memfasilitasi Pembelajaran

Memfasilitasi Pembelajaran

 

Definisi saat ini dari teknologi pendidikan secara eksplisit

mengadopsi istilah memfasilitasi pembelajaran dalam rangka menekankan pemahaman bahwa pembelajaran dikontrol dan dimiliki oleh pelajar. Guru dan desainer dapat dan melakukan mempengaruhi pembelajaran, akan tetapi pengaruh tersebut bersifat fasilitatif dari pada kausatif. Istilah memfasilitasi pembelajaran diposisikan sebagai tujuan dari teknologi pendidikan.

 

Teori yang berbeda tentang pembelajaran dan instruksi menekankan variabel

yang berbeda dalam proses pembelajaran, maka memfasilitasi memiliki makna yang berbeda bagi masing-masing teori. Kerangka teori dipandang hanya sebagai perspektif yang berbeda terhadap belajar dan mengajar. Behaviorisme, kognitivisme, dan konstruktivisme masing-masing mendorong perhatian dan keberhasilan aplidasi dari teknologi pendidikan. Masing-masing menambahkan kepada kita pemahaman menyeluruh tentang bagaimana orang-orang belajar dan bagaimana instruksi dapat ditingkatkan.

Metode asesmen dan evaluasi merupakan hubungan yang penting dalam keberhasilan implementasi inovasi instruksional dari ahli behavioris, kognitivis, dan konstruktivis. Jika program inovatif diarahkan terhadap tujuan yang lebih dalam, tingkatan yang lebih tinggi, metakognisi, atau pengetahuan terapan, hasilnya tidak akan dapat diukur dengan tes kertas dan pensil (tertulis).

 

Meskipun sebagian besar diskusi pada buku ini dibatasi dalam istilah situasi instruksional

yang formal, definisi saat ini juga ditujukan untuk diterapkan pada situasi informal. Hal ini salah satu alasan mengapa definisi memilih istilah teknologi pendidikan daripada teknologi instruksional, menggunakan istilah dengan kontoasi yang lebih luas dalam rangka mencakup keduanya baik situasi pembelajaran yang direncanakan ataupun spontan.

 

Dalam memfasilitasi proses pembelajaran

meskipun tanpa memperhatikan perspektif teori yang sesuai, praktek teknologi pendidikan biasanya membantu atau menghalangi orang–orang yang berada dalam proses belajar. Dengan kata lain, kita melakukan apa yang kita lakukan sebagai ahli teknologi pendidikan tidak saja untuk memfasilitasi pembelajaran itu sendiri akan tetapi untuk memfasilitasi pembelajaran dengan audiens yang disengaja. Hal ini merubah penekanan dari menekankan pada proses menjadi penekanan pada orang-orang yang menunjukkan peningkatan fokus dan kesadaran dari para siswa sebagai pusat dari aktivitas kita sebagai ahli teknologi pendidikan. Ketika pelajar menjadi fokus, berlawanan dengan hardware, desain atau bahan-bahan, maka idea memfasilitasi pembelajaran juga harus fokus pada pelajar dan kemampuan serta tanggungjawab mereka. Pemikiran yang berpusat pada pelajar mengingatkan kita bahwa pelajarlah yang menjadi pusat pembelajaran. Sebagai instruktur dan desainer, kita dapat mengambil manfaat dari generalisasi tentang orang-orang dan cara mereka mungkin belajar. Dalam usaha kita untuk memfasilitasi pembelajaran, sebenarnya, kita harus mengetahui perbedaan individu. Kita tidak akan mampu untuk selalu memfasilitasi pembelajaran untuk orang tertentu, tapi kita tidak boleh lupa untuk memfasilitasi pembelajaran untuk tiap individu merupakan tujuan. Fasilitasi menyarankan kita untuk mengikuti dengan lebih lengkap terhadap para pelajar di dalam seting, mempertimbangkan konteks dan lingkungan, dan mencoba untuk menghubungkan desain kita dengan aspek sosial dan kultural dari seting yang kita desain atau menciptakan lingkungan pembelajaran. Keragaman pelajar akan ditujukan dan pembelajaran didukung melalui penggunaan hardware dan software, dan faktanya, hal ini menjadi tujuan integrasi teknologi kedalam lingkungan pembelajaran.

Sumber : http://bupropion.lo.gs/contoh-teks-eksplanasi-singkat-a165655880

Author:m7xap