Home Pendidikan • Meningkatkan Kinerja

Meningkatkan Kinerja

 - 
Meningkatkan Kinerja
Meningkatkan Kinerja

Meningkatkan Kinerja

Meningkatkan Kinerja

Meningkatkan Kinerja

Teknologi pendidikan memungkinkan pelajar secara individu

untuk meningkatkan kinerja dalam banyak cara. Diantaranya adalah dengan menerapkan cara-cara berikut ini:

  1. Pengalaman belajar dibuat lebih bernilai dengan memfokuskan pada tujuan yang berguna, bukan hanya untuk ujian.
  2. Melalui teknologi pengalaman-pengalaman dapat membawa kepada tingkatan yang lebih dalam dari pemahaman, melebihi dari sekedar menghafal di luar kepala. Maka mereka dibuat mejadi lebih bernilai karena telah didesain dengan cara membuat pengetahuan baru dan keterampilan yang dapat di transfer. Maka, pelajaran baru dapat di terapkan dalam situasi kehidupan nyata, tidak hanya ditinggalkan di ruang kelas.

 

Melalui sarana-sarana ini, pelajar mejadi pelaku

dengan pengetahuan yang lebih baik dihubungkan dengan kinerja melebihi seting ruangan kelas. Berikut ini merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja siswa, diantaranya:

  • Pelajaran yang lebih bernilai

Pada pendidikan formal, hasil pelajaran cenderung untuk di ukur dengan hasil test tertulis, apakah dibuat oleh guru atau menurut standar tertentu. Format dari tes ini cenderung yang paling mudah dan reliabel untuk di beri skor, seperti tes benar salah, pilihan ganda, mencocokkan dan format yang tertutup lainnya. Pembatasan instrumen seperti itu bahwa instrumen tersebut sangat bermanfaat terutama sekali untuk kemampuan kognitif sendiri dan khususunya kemapuan kognitif pada tingkatan yang rendah

 

Multiple Intelligences

Sementara itu, jenis pengetahuan, keterampilan dan sikap yang lebih beragam, mungkin akan bermanfaat bagi pelajar secara individu dan untuk masyarakat. Howard Gardner, sebagai contoh, menyarankan bahwa terdapat delapan tipe kecerdasan yang berbeda, dimana hanya dua yaitu linguistik (bahasa) dan logika matematis yang dipelajari dalam pendidikan formal. Sedangkan kecerdasan yang lain seperti musik, spasial (ruang), kinestetik, interpersonal, dan intrapersonal menjadi perhatian dari beberapa kurikulum sekolah dan universitas dan sejumlah besar sekolah-sekolah yang mencoba kurikulum berdasarkan teori Gardner. Bagaimanapun mereka biasanya tidak menjadi perhatian pada tes yang beresiko tinggi yang biasanya mendorong aktivitas pengajaran dari hari kehari. Konsekuensinya, referensi dari hasil pelajaran pada pendidikan formal cenderung merupakan pengatahuan yang sempit, terbatas, dan tingkatan yang rendah.

  • Mengklasifikasikan Domain dan Tingkatan Tujuan Pembelajaran.

Domain dan tingkatan tujuan pelajaran yang paling dikenal adalah Taxonomy Bloom. Dalam bentuk aslinya Bloom mengemukakan bahwa tujuan pendidikan dapat diklasifikasikan menjadi tiga domain yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Masing-masing, dapat dibagi menjadi banyak tingkatan, yang menggambarkan kemampuan dari yang paling sederhana sampai yang paling kompleks untuk masing-masing domain.

  • Belajar Permukaan versus Belajar Mendalam

Penetapan mengulang secara verbal sebagai tujuan instruksional merupakan permasalah utama yang dikontraskan oleh Edgar Dale yaitu antara buku teks modern pertama dengan pendidikan audiovisual. Perbedaan antara dua tipe belajar tersebut dapat dilihat pada tebel berikut:

  • Transfer Pelajaran dalam Pendidikan Formal

Teknologi dapat menolong pelajar tidak hanya menguasai keterampilan tingkat tinggi, akan tetapi juga menerapkan pengetahuan baru untuk situasi yang baru, khususnya untuk situasi diluar ruangan kelas – merujuk kepada transfer pelajaran. Penelitian terhadap situasi kognitif menyarankan bahwa apa yang dipelajari dalam konteks ruangan kelas cenderung terbatas pada seting tersebut kecuali pelajar memiliki kesempatan untuk mempraktekkan kemampuan baru dalam konteks yang serupa dengan dunia nyata. Hard Teknologi dalam bentuk simulasi berbasis komputer menawarkan cara untuk melibatkan pelajar secara virtual dalam suasana yang tidak dapat dipraktekkan atau mungkin mustahil untuk di duplikasikan dalam realita.

Teknologi pendidikan dapat meningkatkan kinerja tidak hanya pelajar akan tetapi juga siapa yang mendesain dan menyampaikan instruksi. Adapun manfaat teknologi pendidikan bagi guru atau desainer adalah sebagai berikut:

  • Mengurangi Waktu Instruksional
  • Menciptakan Instruksi yang Lebih Bermanfaat
  • Menciptakan Instruksi yang lebih Humanis
  • Menghargai Nilai-Nilai Manusiawi

Baca : 

Author:m7xap