Ernan Rustiadi Sebut Kepemimpinan Bima Arya Diapresiasi Warga

 - 
Ernan Rustiadi Sebut Kepemimpinan Bima Arya Diapresiasi Warga
Ernan Rustiadi Sebut Kepemimpinan Bima Arya Diapresiasi Warga

Ernan Rustiadi Sebut Kepemimpinan Bima Arya Diapresiasi Warga

 

Ernan Rustiadi Sebut Kepemimpinan Bima Arya Diapresiasi Warga

Kepala Lembaga Pengembangan Institut IPB Ernan Rustiadi

Kepala Lembaga Pengembangan Institut IPB Ernan Rustiadi mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Bima Arya sebagai Wali Kota Bogor periode 2019-2023. Hal tersebut menurut Ernan menjadi cerminan dari apa yang sudah dicapai selama kepemimpinannya mendapat apresiasi dari warga Kota Bogor.

“Harapan kami apa yang dilakukan Pak Bima selama masa kepemimpinan dalam mengelola Kota Bogor dapat dibagi dengan teman-teman ASPI yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia,” kata Ernan Rustiadi diawal Gala Dinner The 6th International Conference of Jabodetabek Study Forum di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Selasa (28/08/2018) malam.

Ernan juga mengungkapkan, dengan bertemu bisa belajar secara langsung dan memberikan sesuatu berbeda dibanding hanya menyaksikan Bima Arya di televisi atau saat menjadi pembicara di acara-acara lain.

Menanggapi apa yang disampaikan Ernan

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, apa yang diapresiasi warga Kota Bogor tidak terlepas dari gagasan, konsep, saran, kritik dari berbagai pihak. “Seorang wali kota harus dekat dengan ulama dan para intelektual, ini keyakinan yang penting sekali menurut saya,” kata Bima.

Dengan kombinasi yang unik dan khas antara historis, geografis dan politis kata Bima, menjadikan Kota Bogor sebagai kota yang berkarakter dibanding kota-kota lain. Karakter yang dimiliki harus disesuaikan dengan perkembangan zaman. Untuk itu dirasa perlu adanya sinergitas dengan civitas kampus dan peneliti agar Kota Bogor menjadi lebih baik.

Acara Gala Dinner tersebut juga dihadiri Kepala Bappeda Kota Bogor Erna Hernawati

Gala Dinner ini merupakan acara menjelang The 6th International Conference of Jabodetabek Study Forum yang akan dilaksanakan pada 29-30 Agustus 2018 di IPB Convention Centre (ICC) dan akan diikuti oleh para perguruan tinggi yang berasal dari berbagai negara, termasuk dari Indonesia.

Sehari sebelumnya

Telah dilaksanakan seminar nasional yang menampilkan 115 presentasi dan dihadiri 66 program studi dari perguruan tinggi seluruh Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia (ASPI). Hadir sebagai keynote speech, dua diantaranya adalah Dirjen Penataan Ruang Kementerian ATR/BPN Abdul Kamarzuki, Dirjen Penguatan Ristek Muhammad Dimyati. Semua yang hadir saling berbagi hasil riset yang telah dilakukan di seluruh Indonesia.

Artikel terkait:


Hadiri Gala Dinner, Bima Arya Paparkan Program Pemkot Bogor

 - 
Hadiri Gala Dinner, Bima Arya Paparkan Program Pemkot Bogor
Hadiri Gala Dinner, Bima Arya Paparkan Program Pemkot Bogor

Hadiri Gala Dinner, Bima Arya Paparkan Program Pemkot Bogor

 

Hadiri Gala Dinner, Bima Arya Paparkan Program Pemkot Bogor

Saat menghadiri Gala Dinner The 6th International Conference of Jabodetabek Study Forum di Paseban Sri Bima

Balai Kota Bogor, Selasa (28/08/2018) malam, Wali Kota Bogor memaparkan beberapa program Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Bima menjelaskan

Transportasi menjadi persoalan utama di Kota Bogor. Saat ini Pemkot Bogor masih berjibaku untuk mengkonversi angkutan kota (angkot) menjadi bus Trans Pakuan. Tahun 2018 beberapa bus kecil sudah mulai masuk dan tahun 2019 akan dialokasikan dana sebesar Rp 17 miliar untuk subsidi kepada perusahaan angkutan yang berbadan hukum agar para sopir angkot tidak berhenti sembarangan.

“Jika ini berjalan dengan dengan baik, maka ini akan menjadi yang pertama di Indonesia, Dalam 2-3 tahun angkot di pusat kota akan jarang digantikan bus trans pakuan,” jelasnya.

Dia juga menerangkan mengenai potensi, tantangan dan program lain yang dijalankan Pemkot Bogor

Di Kota Bogor kelas menengah berkembang dengan sangat cepat dan pesat. 10 tahun kedepan penduduk Kota Bogor bisa mencapai 1,5 juta jiwa, ada banyak perguruan tinggi, jumlah mahasiswa setiap tahun mencapai 5.000 orang.

Arus orang masuk ke Bogor cukup menakjubkan, setahun 5 juta wisatawan masuk, setiap akhir pekan yang masuk berjumlah sekitar 300 – 400 ribu orang dimana 50 persen masuk ke Kebun Raya Bogor dan Istana Bogor. Jumlah penumpang kereta komuter ada 800 ribu orang, 500 ribu nya adalah penumpang KRL, 75 persen penumpang jabodetabek dari Stasiun Bogor.

“Angka dan data jika tidak diantisipasi maka kita akan stuck

Jadi diperlukan percepatan carrying capacity kita. Kota ini harus punya data yang detail, sikronisasi juga diperlukan baik dengan pihak lain maupun dengan pemerintah pusat. Program pembangunan Kota Bogor kedepan adalah mengurangi kepadatan di pusat kota atau redistribusi fungsi. Konektivitas dan sinergitas menjadi hal yang perlu ditangani secara serius, akselerasi dan harmonisasi menjadi kata kunci,” papar Bima.

Setelah sukses membangun pedestrian di seputaran jalur Sistem Satu Arah (SSA), berikutnya Pemkot Bogor akan fokus membangun dan menata kawasan Suryakencana menjadi lebih indah. “Trotoar dibangun, pedestrian dirapihkan, sehingga dalam 2-3 tahun akan terlihat lebih baik dan lebih cantik,” katanya.

 

Sumber: http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/gelombang-elektromagnetik/


Kota Bogor Pertemukan Swalayan dan Hotel Bermitra Dengan IKM

 - 
Kota Bogor Pertemukan Swalayan dan Hotel Bermitra Dengan IKM
Kota Bogor Pertemukan Swalayan dan Hotel Bermitra Dengan IKM

Kota Bogor Pertemukan Swalayan dan Hotel Bermitra Dengan IKM

 

Kota Bogor Pertemukan Swalayan dan Hotel Bermitra Dengan IKM

Dinas Perindustrian dan Perdagangan

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor menggelar sosialisasi kebijakan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P2DN) dan temu usaha kemitraan dengan mengundang sebanyak 35 Industri Kecil dan Menengah (IKM), perwakilan toko swalayan dan hotel di Hotel Permata, jalan Pajajaran, Kota Bogor, Rabu (29/08/2018).

Kepala Bidang Promosi

Kemitraan dan Perdagangan Jasa Disperindag Kota Bogor, Dewi Kurniasari menjelaskan, tujuan kegiatan ini adalah untuk mempertemukan pihak toko swalayan (Hypermart, Alfamart, Alfamidi, Circle K, Indomaret, Serambi Botani) dan pihak hotel dengan para IKM di Kota Bogor juga memperkenalkan bahwa produk IKM itu tidak kalah dengan produk yang dihasilkan oleh industri besar.

Alhamdulillah sebagian besar bisa matching

Mudah-mudahan output dari kegiatan ini terjadi perjanjian kemitraan antara toko swalayan atau pihak hotel dengan pemilik IKM,” kata Dewi yang juga Kepala Bidang Promosi dan Kerjasama Bakul Bogor dan Dekranasda Kota Bogor.

Dari 35 IKM yang dihadirkan rata-rata yang sudah memiliki perizinan, seperti izin edar PIRT (Produk Industri Rumah Tangga), sertifikat halal, perizinan perseorangan dan dari jumlah 35 IKM, 20 IKM merupakan produk kuliner.

“Sebenarnya ada lebih dari 35 IKM, karena keterbatasan waktu jadi kita batasi yang diundang, tapi sebagian besar sudah masuk ke Transmart karena disana pilot projectnya. Mudah-mudahan kedepan produk IKM bisa terus merambah ke toko swalayan lainnya,” ujarnya.

Kasi Kemitraan dan Pengembangan Penggunaan Produk Dalam Negeri Disperindag Kota Bogor

Sopyan Ari Taufik menambahkan, berdasarkan Perwali Nomor 10 Tahun 2017 tentang Penataan dan Pembinaan Toko Swalayan setiap toko swalayan yang mengurus izin usaha swalayan wajib bermitra dengan IKM Kota Bogor.

“Artinya setelah izin usaha swalayan itu keluar mereka diberikan waktu selama 6 bulan. Apabila mereka setelah 6 bulan tidak melakukan kemitraan maka izinnya akan ditangguhkan, mungkin nanti pada akhirnya bisa dicabut izinnya,” tegasnya.

Pihaknya menargetkan di setiap toko swalayan ada 3 IKM

Pihaknya menargetkan di setiap toko swalayan ada 3 IKM yang masuk bermitra. Apalagi jumlah toko swalayan di Kota Bogor jumlahnya ratusan. “Ini tentunya sebagai upaya untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri,” katanya.

Produk-produk IKM Kota Bogor tersebut diantaranya

Wedang Jahe, Brownies Renyah, Royal Cocoa Cookies, Mochibo, Bakermen (bawang merah kemasan), Koekis Keren, Permen Pala Mysari, Keripik Singkong Neng Ayu, Fried Cheese Ovha.

Sumber: http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/pancasila-sebagai-dasar-negara/


Posisi Indonesia Terhadap Implikasi Era Globalisasi

 - 
Posisi Indonesia Terhadap Implikasi Era Globalisasi
Posisi Indonesia Terhadap Implikasi Era Globalisasi

Posisi Indonesia Terhadap Implikasi Era Globalisasi

Posisi Indonesia Terhadap Implikasi Era Globalisasi

Posisi Indonesia Terhadap Implikasi Era Globalisasi

Terjadinya perubahan-perubahan

yang cukup drastis dalam kehidupan masyarakat Indonesia bersamaan dengan era globalisasi dan masuknya teknologi modern sangat dirasakan khususnya oleh negara Indonesia dan umumnya negara-negara sedang berkembang lainnya. Hal itu berpengaruh dalam kemampuan untuk berjuang mempertahankan kelangsungan hidup di tengah-tengah pergulatan negara-negara besar di dunia.

Proses alih teknologi tidak semudah seperti kita membalikkan telapak tangan, tetapi kita harus bekerja keras untuk mempersiapkan sumber daya manusia, kondisi sosial, dan kondisi fisik alamiah Indonesia. Hal tersebut dimaksudkan agar kita tidak kehilangan kepribadian di tengah-tengah kemajuan yang telah tercapai. Disinilah perlunya dibangun tatanan kehidupan yang tetap berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila.

Pancasila

merupakan penuntun sikap dan perilaku bangsa Indonesia, baik dalam hubungannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesama anggota masyarakat, bangsa dan negaranya, maupun dengan bangsa-bangsa lain di dunia. sebagai norma hukum, Pancasila memberi petunjuk kepada bangsa Indonesia mengenai yang adil dan tidak adil, benar atau tidak benar atau sebagai norma pembangunan yang baik dan benar sehingga sampai pada tujuan dengan baik dan benar.

Kedudukan geografis Indonesia

terletak pada posisi silang antara Benua Asia dengan Benua Australia, Samudera Hindia dengan Samudera Pasifik, dan antara paham atau ideologi komunis dengan paham atau ideologi liberal. Dengan demikian, posisi Indonesia sangat rentan terhadap implikasi era globalisasi yang sedang berjalan. Untuk menghadapi hal itu Indonesia harus memantapkan SDM, ideologi Pancasila sebagai filter, sosial budaya, ekonomi, politik, dan hankam yang kuat.

Beberapa contoh yang dapat dijadikan bahan analisis, antara lain sebagai berikut;

  1. Ketika era komputerisasi datang, telepon dan faksimile banyak digunakan orang. Perkembangan itu mempengaruhi PT Pos Indonesia sebagai perusahaan jasa layan-antar. Pada tahun 1990-an, volume pengiriman surat lewat pos menurun hingga 70%. Namun, pengiriman surat ringan dan bisnis meningkat. Bahkan, terus meningkat hingga mencapai 740 juta pucuk surat yang dikirim dan kiriman paket sebesar 619 juta buah. PT Pos Indonesia (Posindo) memberikan layanan melalui program optima, di antaranya jaminan asuransi bagi surat atau paket yang hilang atau rusak saat yang dikirim secara door to door dan part to part, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. Perusahaan Western Union (WU) pun digandeng untuk mendongkrak layanan pengiriman wesel ke luar negeri. Jaringannya bisa meliputi 136 negara dan 76 ribu cabang di dunia.
  2. Berbagai merk kosmetika luar negeri kini sudah beredar di Indonesia, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Kemasan yang cantik dan promosi yang gencar sangat memikat konsumen Indonesia yang ternyata jumlahnya tidak sedikit. Menghadapi AFTA dan kondisi persaingan yang semakin meningkat, kesadaran bangsa Indonesia di bidang ini bangkit untuk mencintai hasil produk Indonesia. Tidak hanya Sari Ayu, Mustika Ratu, atau Ristra dengan Indolabnya, tetapi muncul juga pengusaha merk tradisional bersaing dengan meningkatkan “litbang”nya, seperti Jamu Jago, Ny. Meneer, atau produk-produk lainnya. Begitu juga dengan perawatan tubuh atau spa, kini mulai merebak, keseluruh dunia. padahal, produk perawatan itu adalah asli dari Indonesia yang dikembangkan secara modern.
  3. Dengan berkembangnya kejahatan internasional seperti terorisme, perampokan atau bajak laut di jalur-jalur perdagangan dunia, perdagangan manusia, obat bius, atau kejahatan lintas batas lainnya, ASEAN termasuk di dalamnya negara Indonesia membuka diri dengan pihak lain atau negera lain untuk menumpas atau memerangi kejahatan-kejahatan internasional itu. Misalnya, penandatanganan perjanjian memerangi terorisme pada akhir juli 2002 sebagai bukti kesungguhan mewujudkan perang terhadap teroris tanpa melibatkan pasukan AS di kawasan ASEAN. Namun, AS bersedia memberikan bantuan teknis pasukan keamanan dalam melacak para tersangka.
  4. Apabila diperhatikan pada pelajaran sebelumnya tentang pers, bahwa informasi tidak hanya berisi pesan yang berdampak positif dan negatif. Akan tetapi, pers mengandung pula hal-hal yang berkaitan dengan dimensi sosial dan pergeseran nilai-nilai budaya bangsa.

 

Baca Artikel Lainnya:


Sikap Selektif Terhadap Pengaruh Globalisasi

 - 
Sikap Selektif Terhadap Pengaruh Globalisasi
Sikap Selektif Terhadap Pengaruh Globalisasi

Sikap Selektif Terhadap Pengaruh Globalisasi

Sikap Selektif Terhadap Pengaruh Globalisasi

Sikap Selektif Terhadap Pengaruh Globalisasi

Dalam era keterbukaan dan globalisasi

bangsa Indonesia harus dapat bersikap selektif terhadap pengaruh masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Pengaruh tersebut dapat bersifat positif atau negatif di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama bangsa dan negara Indonesia. Pengaruh dari luar yang bersifat negatif, antara lain sebagai berikut;

  1. Perilaku menyimpang yang melanggar moralitas, etika, dan kepatuhan.
  2. Merebaknya penyakit sosial.
  3. Pemakaian obat terlarang.
  4. Kriminalitas internasional.
  5. Pornografi dan dekadensi moral.
  6. Imbas krisis perekonomian dan moneter.
  7. Membanjirnya produk-produk luar negeri.

Oleh karena itu

bangsa Indonesia harus mampu menyeleksi dengan baik dan teliti segala bentuk pengaruh dari luar yang masuk ke negara Indonesia. Bangsa Indonesia tidak mungkin menutup diri dari pengaruh internasional yang begitu cepat. Diperlukan Iptek yang canggih dari luar sangat untuk menyempurnakan kekurangan-kekurangannya dalam pelaksanaan pembangunan nasional di segala bidang. Terbukanya pasar internasional bagi hasil produk dalam negeri yang memiliki keunggulan komparatif merupakan kesempatan yang baik bagi bangsa Indonesia untuk mengekspor produk-produk dalam negeri. (https://bandarlampungkota.go.id/blog/jenis-jaringan-tumbuhan-dan-fungsinya/)

Tata nilai dan budaya asing

akan masuk dengan deras ke Indonesia, seharusnya dapat diambil manfaat atau keuntungannya. Apabila tidak memiliki ideologi yang kuat, kewaspadaan nasional yang tangguh, sumber daya manusia yang baik, maka bangsa Indonesia tidak dapat memperoleh manfaat dan keuntungan dari globalisasi.

Pendidikan nasional Indonesia

diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang mempunyai kualitas yang diperlukan memasuki kehidupan masyarakat yang kompetitif. Yakni, manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, mampu mengembangkan potensi diri, mampu bersaing sesama manusia di masyarakat secara terbuka, memiliki kesadaran akan nilai positif dan negatif dari arus globalisasi serta memiliki daya tahan yang tangguh dengan suatu identitas budaya yang kuat dalam menghadapi dampak negatif globalisasi. Selain itu, bangsa Indonesia telah memilih nilai-nilai kepribadian luhur, pandangan hidup, dan ideologi bangsa yang telah dikukuhkan menjadi dasar negara, yakni Pancasila. Dengan demikian, Pancasila berperan membawa kemajuan serta kesejahteraan bangsa Indonesia.

Dalam era globalisasi dan keterbukaan bangsa Indonesia

mengalami kesulitan untuk membendung arus masuknya kebudayaan asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Oleh karena itu, kita harus menyeleksi masuknya budaya asing tersebut dengan Pancasila sebagai kepribadian bangsa dan pandangan hidup bangsa Indonesia.

Aspek-Aspek Positif dan Negatif dari Globalisasi

 - 
Aspek-Aspek Positif dan Negatif dari Globalisasi
Aspek-Aspek Positif dan Negatif dari Globalisasi

Aspek-Aspek Positif dan Negatif dari Globalisasi

Aspek-Aspek Positif dan Negatif dari Globalisasi

Aspek-Aspek Positif dan Negatif dari Globalisasi

Saat ini bangsa Indonesia telah memasuki era globalisasi, yakni proses tatanan masyarakat yang mendunia bahwa batas wilayah atau teritorial tidak menjadi hambatan yang berarti. Komunikasi antarbangsa di dunia menjadi semakin intens. Kemajuan teknologi dan sistem informasi bangsa-bangsa lain pun cenderung semakin meningkat. Hal itu membawa konsekuensi pengaruh yang luas. Bangsa Indonesia tidak dapat menutup diri atau menerapkan politik pintu tertutup dalam era globalisasi. Jika dilaksanakan, politik pintu tertutup justru akan merugikan bangsa Indonesia sendiri. Untuk itu bangsa Indonesia harus melalukan politik pintu terbuka dengan melakukan seleksi yang benar sehingga dapat menguntungkan bangsa Indonesia.

Dalam kenyataannya, globalisasi muncul akibat adanya aspek-aspek positif dan negatif.

1. Bidang Politik

a. Aspek positifnya;

  • Terjadinya perubahan sistem ketatanegaraan ada suatu negara.
  • Terjadinya perubahan lembaga-lembaga negara. Misalnya, adanya mahkamah konstitusi, dihapuskannya DPA, adanya Dewan Perwakilan Daerah (DPD), atau perubahan lainnya.
  • Muncul partai-partai politik baru.
  • Makin meningkatnya kesadaran politik masyarakat. Misalnya, dalam pelaksanaan pemilu untuk memilih presiden dan wakil presiden secara langsung, tampak antusias masyarakat untuk turut menyukseskan kegiatan tersebut. Begitu juga di dalam pemilihan langsung kepada daerah seperti gubernur, walikota, atau bupati. (https://bandarlampungkota.go.id/blog/konsep-dan-radiasi-gelombang-elektromagnetik/)

b. Aspek negatif;

  • Munculnya sikap arogansi politik (kekuasaan dan politik).
  • Adanya money-politic dalam kehidupan masyarakat.

2. Bidang Ekonomi

a. Aspek positifnya;

  • Rakyat secara mudah memperoleh barang konsumtif yang diperlukan.
  • Mempermudah proses pertumbuhan ekonomi nasional.
  • Membuka lapangan kerja yang memiliki keterampilan kerja.
  • Suku bunga bank rendah.
  • Meningkatkan ekspor terutama barang hasil produksi industri kecil dan besar serta hasil kerajinan rakyat.
  • Melaksanakan ekonomi kerakyatan seperti amanat Pancasila terutama sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia dan Pasal 33 UUD 1945.
  • Menghindari pola hidup konsumtif (bergaya hidup mewah dan boros).

b. Aspek Negatifnya;

  • Matinya usaha kecil yang tidak kompetitif.
  • Munculnya kebijakan pemerintah yang tidak menguntungkan petani.
  • Upah kerja yang belum profesional atau masih rendah.
  • Jumlah angka pengangguran masih tinggi.

3. Bidang Sosial dan Budaya

a. Aspek Positifnya;

  • Mempercepat perubahan pola kehidupan suatu bangsa.
  • Terjadinya pergeseran nilai kehidupan dalam masyarakat.

b. Aspek Negatifnya;

  • Kesulitan pengendalian dan seleksi masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia.
  • Mudahnya memperoleh barang-barang ilegal, seperti barang-barang pornografi dan narkoba.
  • Makin meningkatnya budaya kekerasan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.

4. Bidang Hankam

a. Aspek positifnya;

  • Kerja sama pertahanan dan keamanan.
  • Diperlukan pasukan bersenjata untuk kepentingan perdamaian negara-negara yang sedang bergejolak.

b. Aspek negatifnya;

  • Munculnya gerakan-gerakan separatisme.
  • Adanya gejala disintegrasi bangsa yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia.
  • Terjadinya pelanggaran teritorial negara RI.
  • Adanya campur tangan pihak asing terhadap kebijaksanaan dalam negeri Indonesia.

Gerakan Non Blok dan Peran Indonesia

 - 
Gerakan Non Blok dan Peran Indonesia
Gerakan Non Blok dan Peran Indonesia

Gerakan Non Blok dan Peran Indonesia

Gerakan Non Blok dan Peran Indonesia

Gerakan Non Blok dan Peran Indonesia

Dalam rangka pelaksanaan politik luar negeri bebas dan aktif. Indonesia berperan aktif dalam Gerakan Non Blok (GNB).

1. Latar Belakang Berdirinya GNB

Gerakan Non Blok (non-aligned) merupakan organisasi negara-negara yang tidak meminak Blok Barat maupun Blok Timur. Berdirinya Gerakan Non Blok di latar belakangi oleh hal-hal sebagai berikut.

  • Diilhami Konferensi Asia-Afrika di Bandung (1955) di mana negara-negara yang pernah dijajah perlu menggalang solidaritas untuk melenyapkan segala bentuk kolonialisme
  • Adanya krisis Kuba pada tahun 1961 di mana Uni Soviet membangun pangkalan peluru kendali secara besar-besaran di Kuba hal ini mengakibatkan Amerika Serikat merasa terancam sehingga suasana menjadi tegang. Ketegangan antara Blok Barat dn Blok Timur ini mendorong terbentuknya GNB.

Adapun berdirinya Gerakan Non Blok diprakarsai oleh:

  1. Presiden Soekarno dari Indonesia,
  2. Presiden Gamal Abdul Nasser dari Republik Persatuan Arab-Mesir,
  3. Perdana Menteri Pandith Jawaharlal Nehru dari India,
  4. Presiden Josep Broz Tito dari Yugoslavia, dan
  5. Presiden Kwame Nkrumah dari Ghana.

2. Tujuan Gerakan Non Blok

Gerakan Non Blok bertujuan meredakan ketegangan dunia sebagai akibat pertentangan antara Blok Barat dan Blok Timur.

3. Pelaksanaan KTT Gerakan Non Blok

a. KTT I GNB (1 – 6 September 1961) di Beograd, Yugoslavia, Pelaksanaan KTT I GNB ini didorong oleh adanya krisis Kuba.

Konferensi ini dihadiri oleh 25 negara dan menghasilkan Deklarasi Beograd yang intinya menyerukan untuk menghentikan perang dingin dan mendamaikan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Keputusan KTT I GNB ini melalui Presiden Soekarno dan Presiden Medibo Keita (dari Mali) disampaikan kepada Presiden F.Kennedy (Presiden Amerika Serikat).

Sedangkan PM Nehru (India) dan presiden Kwame Nkrumah (Ghana) menyampaikan kepada PM. Kruschev (Perdana Menteri Uni Soviet).

b. KTT II GNB (5 – 10 Oktober 1964) di Kairo, Mesir. Pada KTT II GNB ini diikuti oleh 47 Negara peserta serta 10 peninjau lainnya antara lain Sekretaris Jendral Organisasi Persatuan Afrika dan Liga Arab. Masalah perkembangan dan kerjasama ekonomi juga mendapat perhatian pada KTT II GNB ini.

c. KTT III GNB (8 – 10 September 1970) di Lusaka, Zambia. Negara peserta yang hadir ada 53 negara. Hasil terpenting KTT kali ini adalah perlunya upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran negara berkembang.

d. KTT IV GNB (5 – 9 September 1973) di Algiers, Aljazair. KTT IV GNB ini membahas tentang peningkatan kerjasama dan saling pengertian antara negaranegara yang sedang berkembang serta berusaha meredakan ketegangan di Timur Tengah pergolakan di Rhodesia, dan bagian-bagian Afrika lainnya.

e. KTT V GNB (16 – 19 September 1976) di Kolombo, Srilangka pada KTT V GNB ini membahas tentang penyelamatan dunia dari ancaman perang nuklir dan berusaha memajukan negara – negara Non Blok.

f. KTT VI GNB (3 – 9 September 1979) di Havana, Kuba. KTT bertujuan memperjuangkan bantuan ekonomi bagi negara-negara Non Blok dan menggiatkan peran PBB dalam tata ekonomi dunia baru.

g. KTT VII GNB (7 – 12 Maret 1983) di New Delhi, India. KTT menghasilkan seruan dilaksanakannya demokrasi tata ekonomi yakni dihapuskannya proteksionisme oleh negara maju.

h. KTT VIII GNB (1 – 6 September 1986) di Harane, Zimbabue. KTT kali ini menghasilkan seruan dihapuskannya politik Apartheid di Afrika Selatan serta membahas sengketa Irak-Iran.

i. KTT IX GNB (4 – 7 September 1989) di Beograd, Yugoslavia. KTT yang dihadiri oleh 102 negara ini berhasil membahas kerja sama Selatan – Selatan ( antar negara berkembang ).

j. KTT X GNB (1 – 6 September 1992) di Jakarta, Indonesia. KTT yang dihadiri oleh 108 negara ini berhasil merumuskan “Pesan Jakarta” (Jakarta Message) antara lain berusaha menggalang kerja sama Selatan-Selatan dan Utara-Selatan.

k. KTT XI GNB (16 – 22 Oktober 1995) di Cartagena, Kolombia. KTT ini dihadiri oleh 113 Negara yang bertujuan memperjuangkan restrukturisasi dan demokratisasi di PBB.

l. KTT XII GNB (1 – 6 September 1998) di Durban, Afrika Selatan. KTT XI GNB ini dihadiri oleh 113 negara, bertujuan memperjuangkan demokratisasi dalam hubungan internasional.

m. KTT XIII GNB (Februari 2003) di Kuala Lumpur, Malaysia.

n. KTT XIV GNB (2006) di Havana, Kuba.

4. Pengaruh dari Gerakan Non Blok

Gerakan Non Blok mempunyai pengaruh yang besar di antaranya sebagai berikut.

  • Pernyataan dari kedua negara adikuasa (Amerika Serikat dan Uni Asoviet) untuk mengurangi senjata-senjata nuklirnya.
  • Gencatan senjata antara Irak dan Iran.
  • Usaha penyelesaian sengketa di Kamboja secara damai.
  • Penarikan pasukan Uni Soviet dari Afganistan.
  • Meningkatkan hubungan kerja sama di bidang ekonomi antar anggota Gerakan Non Blok dan dengan negara- negara maju di luar Gerakan Non Blok.

5. Peranan Indonesia dalam Gerakan Non Blok

Indonesia ikut memegang peranan penting dalam Gerakan Non Blok, yakni sebagai berikut.

  • Ikut memprakarsai berdirinya Gerakan Non Blok dengan menandatangani Deklarasi Beograd sebagai hasil Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non Blok Ipada tanggal 1-6 September 1961.
  • Indonesia sebagai tempat penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non Blok X yang  berlangsung pada tanggal 1-6 September 1992 di Jakarta.

 

Baca Artikel Lainnya:


Pengertian, Tujuan dan Bentuk Kerja Sama Ekonomi

 - 
Pengertian, Tujuan dan Bentuk Kerja Sama Ekonomi
Pengertian, Tujuan dan Bentuk Kerja Sama Ekonomi

Pengertian, Tujuan dan Bentuk Kerja Sama Ekonomi

Pengertian, Tujuan dan Bentuk Kerja Sama Ekonomi

Pengertian, Tujuan dan Bentuk Kerja Sama Ekonomi

1. Pengertian Kerja Sama Ekonomi Internasional

Untuk memenuhi semua kebutuhannya, suatu negara perlu bekerja sama dengan negara lain atau perlu kerja sama ekonomi internasional.

Suatu negara di dunia, walaupun sudah modern, wilayahnya luas, dan sumber daya alamnya melimpah, tidak akan pernah mampu hidup mandiri tanpa berhubungan dengan negara lain.

contoh teks ulasan buku – Dewasa ini dengan semakin modern kebudayaan umat manusia di suatu negara, justru semakin tinggi tingkat kebergantungannya terhadap negara lain.

Apakah kerja sama ekonomi internasional itu? Kerja sama ekonomi internasional adalah suatu kerja sama dalam bidang ekonomi yang dilakukan oleh suatu negara dengan negara lain. Kerja sama tersebut dapat terjadi hanya melibatkan dua negara saja maupun lebih.

2. Tujuan Kerja Sama Ekonomi Internasional

Kerja sama ekonomi internasional dapat berjalan dengan harmonis apabila tiap negara yang terlibat dapat menikmati keuntungannya. Selain itu, kerja sama tersebu tjuga harus didasari rasa ingin membantu negara lain.

Mereka yang terlibat dalam kerja sama ekonomi internasional harus memahami tujuan diadakannya kerja sama tersebut.
Secara rinci, kerja sama ekonomi internasional bertujuan sebagai berikut.

a. Mencukupi Kebutuhan dalam Negeri

Tidak ada negara yang memiliki semua barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan warga negaranya.

Bagi negara yang memiliki kelebihan suatu produk tertentu dapat menjual ke negara lain sehingga semua negara dapat memperoleh barang yang dibutuhkan.

b. Meningkatkan Produktivitas dalam Negeri

Dengan melakukan kerja sama ekonomi dengan negara lain, suatu negara bisa memperoleh bahan produksi yang belum dimiliki.

Sumber-sumber produksi yang tidak terdapat di dalam negeri bisa diimpor dari luar negeri. Dengan demikian, produksi di dalam negeri menjadi lebih lancar sehingga produktivitasnya meningkat.

c. Memperluas Lapangan Kerja

Kerja sama ekonomi internasional membuat ketercukupan sumber-sumber produksi yang semula tidak dimiliki oleh suatu negara.

Oleh karena ketercukupan sumber-sumber produksi maka proses produksi bisa berjalan. Hal ini dapat menciptakan lapangan kerja.

d. Meningkatkan Pendapatan Negara melalui Ekspor

Ekspor dilakukan apabila harga di luar negeri lebih tinggi daripada di dalam negeri. Oleh karena itu, ekspor dapat meningkatkan pendapatan karena perolehan penjualan meningkat.

e. Memperkuat Rasa Persahabatan

Dengan melakukan kerja sama ekonomi internasional, jalinan persahabatan negara-negara yang terlibat menjadi semakin baik. Hal ini karena adanya kesadaran bahwa mereka saling membutuhkan.

3. Bentuk-Bentuk Kerja Sama Ekonomi Internasional

Banyak negara yang melakukan kerja sama ekonomi internasional karena menyadari bahwa kerja sama ekonomi internasional memberikan manfaat.

Kerja sama ini dapat dilakukan antara negara maju dengan negara berkembang, atau antara sesama negara maju.

Kerja sama antara negara maju dengan negara berkembang diwujudkan dalam bentuk tukar-menukar barang mentah dengan barang jadi, atau pertukaran barang mentah dengan modal dan tenaga ahli.

Sedangkan kerja sama antara sesama negara maju diwujudkan dalam bentuk pertukaran tenaga ahli serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Dilihat dari letak geografisnya, kerja sama ekonomi internasional dapat dibedakan menjadi tiga sebagai berikut:

  • Kerja sama ekonomi internasional, yaitu kerja sama di bidang ekonomi yang dilakukan oleh banyak negara di dunia.
  • Kerja sama ekonomi regional, yaitu kerja sama ekonomi yang dilakukan oleh negara-negara yang berada dalam suatu kawasan tertentu.
  • Kerja sama ekonomi antarregional, yaitu kerja sama ekonomi yang dilakukan oleh negara-negara yang berada dalam satu kawasan dengan negara-negara yang berada di kawasan yang lain.

Berdasarkan banyaknya negara peserta, kerja sama ekonomi internasional dapat dibedakan menjadi dua sebagai berikut.

  • Kerja sama ekonomi bilateral, yaitu kerja sama ekonomi yang dilakukan oleh dua negara.
  • Kerja sama ekonomi multilateral, yaitu kerja sama ekonomi yang dilakukan oleh lebih dari dua negara.

4. Organisasi Kerja Sama Ekonomi Regional dan Internasional

Di bawah ini kalian pelajari beberapa contoh organisasi kerja sama ekonomi regional yang terkenal.

a. Association of South East Asian Nation (ASEAN)

ASEAN dibentuk pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand, dengan Deklarasi Bangkok.

Pendiriannya diprakarsai oleh lima negara yaitu Adam Malik dari Indonesia, Tun Abdul Razak dari Malaysia, Thanat Khoman dari Thailand, Narsico Ramos dari Filipina, dan S. Rajaratnam dari Singapura.

Saat ini anggota ASEAN sebanyak 10 negara di kawasan Asia Tenggara, yaitu: Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Brunai Darussalam, Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam.

Tujuan ASEAN adalah mewujudkan kerja sama di bidang ekonomi, sosial, kebudayaan, dan pendidikan pada negara anggotanya, di antaranya sebagai berikut:

  1. Mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kemajuan sosial budaya di kawasan Asia Tenggara.
  2. Menciptakan keamanan dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara.
  3. Membantu memecahkan permasalahan yang terjadi di kawasan Asia Tenggara.
  4. Meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi di kawasan Asia Tenggara.

Untuk menjalankan tugasnya, ASEAN membentuk komite sebagai berikut:

  1. Komite Bahan Makanan, Pertanian, dan Kehutanan (Committee on Food Agricultural and Forest, disingkat CFAF) yang berkedudukan di Indonesia.
  2. Komite Perdagangan dan Pariwisata (Committee on Trade and Tourism, disingkat COTT) yang berkedudukan di Singapura.
  3. Komite Keuangan dan Perbankan (Committee on Finance and Banking, disingkat COFB) yang berkedudukan di Thailand.
  4. Komite Industri, Perdagangan, dan Energi (Committee on Industry, Mining and Energy, disingkat COIME) yang berkedudukan di Philipina.
  5. Komite Transportasi dan Komunikasi (Committee on Transportation and Communication, disingkat COTAC) yang berkedudukan di Malaysia.
  6. Komite Kebudayaan dan Informasi (Committee on Cultural and Information).

b. European Economic Community (EEC)

EEC lebih dikenal dengan istilah (Masyarakat Ekonomi Eropa), disingkat MEE.
MEE merupakan organisasi negara-negara Eropa yang didirikan pada tanggal 1 Januari 1958 berdasarkan Perjanjian Roma, Italia.

Adapun negara-negara yang menjadi anggota MEE adalah:

  1. Belanda 6. Jerman
  2. Belgia 7. Luxemburg
  3. Denmark 8. Prancis
  4. Inggris 9. Yunani
  5. Irlandia 10. Italia

Tujuan EEC atau MEE adalah menyusun politik perdagangan bersama dan mendirikan daerah perdagangan bebas antarnegara anggota Eropa Barat.MEE juga menjalin kerja sama di bidang perdagangan dengan negara-negara ASEAN.

c. Asean Free Trade Area (AFTA)

AFTA dibentuk pada waktu Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke IV di Singapura tahun 1992. Organisasi perdagangan bebas kawasan ASEAN ini sepakat untuk menurunkan tarif dan menghapus hambatan nontarif dalam perdagangan yang dimulai tahun 2002.

AFTA bertujuan meningkatkan daya saing ekonomi negara-negara ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi pasar dunia, untuk menarik investasi dan meningkatkan perdagangan antaranggota ASEAN.

d. Asian Pasific Economic Cooperation (APEC)

APEC dibentuk di Canbera, Australia pada tahun 1989. APEC merupakan kerja sama ekonomi negara-negara di kawasan Asia Pasifik.
Saat ini jumlah anggota APEC sudah mencapai 21 negara yang di antaranya sebagai berikut.

  1. Dari Benua Amerika adalah: Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, dan Chili.
  2. Dari Benua Asia adalah: China, Jepang, Korea Selatan, Hongkong, Taiwan, dan Rusia.
  3. Dari Benua Australia adalah: Australia, Selandia Baru, dan Papua Nugini.
  4. Dari ASEAN adalah: Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, dan Vietnam.

Tujuan APEC adalah membentuk kerja sama perdagangan, investasi, pariwisata, dan peningkatan sumber daya manusia yang saling menguntungkan. APEC ingin membentuk perdagangan bebas di kawasan Asia Pasifik.

e. Organization Petrolium Exporting Countries (OPEC)

OPEC didirikan di Caracas, Venezuela oleh lima negara pengekspor minyak yaitu Saudi Arabia, Kuwait, Iran, Irak, dan Venezuela tahun 1960.

Saat ini OPEC beranggotakan 13 negara, yaitu 5 negara pendiri dan lainnya adalah: Libya, Indonesia, Nigeria, Aljazair, Gabon, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Ecuador.

OPEC mempunyai tujuan sebagai berikut.

  1. Memenuhi kebutuhan minyak dunia dengan saling menguntungkan.
  2. Mengatur pemasaran minyak sehingga tidak terjadi perang harga di antara sesama negara penghasil minyak.
  3. Menentukan jumlah produksi minyak dunia.

Selain organisasi kerja sama ekonomi regional juga terdapat organisasi kerja sama ekonomi yang bersifat internasional. Kerja sama ekonomi internasional merupakan kerja sama ekonomi antarnegara dalam suatu lembaga, baik lembaga internasional di bawah PBB maupun lembaga internasional di luar PBB.

Organisasi kerja sama ekonomi internasional ini adalah menyelesaikan masalah-masalah internasional, khususnya di bidang ekonomi, dan menentukan langkah yang saling menguntungkan. Contohnya, penetapan tarif bea masuk, harga, dan jumlah produksi.

Berikut ini beberapa contoh kerja sama ekonomi internasional di bawah naungan PBB.

a. (International Monetary Fund (IMF) atau Lembaga Moneter Internasional.

IMF berdiri tanggal 27 September 1945, dan tujuan utamanya membantu negara-negara yang mengalami defisit neraca pembayaran.

Secara lebih luas, tujuan IMF sebagai berikut.

1) Memperluas perdagangan internasional kesempatan kerja serta meningkatkan pendapatan riil negara-negara anggota.
2) Memperluas kerja sama di bidang moneter anggotanya.
3) Mewujudkan stabilitas kurs valuta asing negara anggota.
4) Mewujudkan sistem pembayaran internasional yang mudah.

b. Food Agriculture Organization (FAO) atau Organisasi Pangan dan Pertanian.

FAO didirikan pada tanggal 16 Oktober 1945 dan berkedudukan di Roma, Italia. FAO mempunyai tujuan ingin meningkatkan kuantitas dan kualitas persediaan pangan dunia.

c. International Labor Organization (ILO) atau organisasi perburuhan internasional.

ILO didirikan pada tanggal 11 April 1919 dan berkedudukan di Jeneva, Swiss. ILO bertujuan untuk memperjuangkan keadilan dan perbaikan nasib buruh beserta keluarganya.

d. International Bank for Reconstruction and Development (IBRD)

IBRD atau sering disebut Bank Dunia berdiri tanggal 27 Desember 1945 di Washington DC. Indonesia ikut menjadi anggota Bank Dunia pada tahun 1954. Bank Dunia dibentuk untuk memberikan kredit jangka panjang kepada negara yang sedang berkembang.

e. United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) atau organisasi pembangunan industri PBB.

UNIDO didirikan pada tanggal 24 Juli 1967 dan berkedudukan di Wina, Austria. UNIDO bertujuan untuk memajukan industri di negara berkembang.

f. General Agreement on Tariffs and Trade (GATT)

GATT didirikan pada tahun1948 di Jeneva. GATT merupakan perjanjian umum tentang tarif dan perdagangan. GATT bertujuan menghilangkan hambatan di bidang perdagangan, dan menghendaki terwujudnya perdagangan bebas di seluruh dunia.

GATT diubah menjadi WTO (World Trade Organization). Tugas dan fungsi WTO adalah menyelenggarakan dan mengawasi pelaksanaan perdagangan bebas dunia yang akan mulai diberlakukan di seluruh dunia tahun 2020.

5. Dampak Kerja Sama Ekonomi Internasional Bagi Indonesia

Indonesia sedang melaksanakan pembangunan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam melaksanakan pembangunan ekonomi tersebut, Indonesia memerlukan bantuan dari negara-negara maju.

Bantuan yang datang dari negara maju dapat berupa modal, teknologi, sumbersumber pro-duksi yang tidak dimiliki oleh Indonesia, maupun tenaga ahli. Hubungan ekonomi yang dilakukan Indonesia dengan negara lain sangat luas.

Ada yang berbentuk kerja sama ekonomi, baik yang bersifat regional maupun internasional, ada yang di bawah naungan PBB maupun tidak.

Kerja sama ekonomi internasional mempunyai beberapa dampak bagi negara yang melakukan. Bagi Indonesia, dampak yang diterima dengan adanya kerja sama internasional di antaranya sebagai berikut.

  • Lapangan pekerjaan menjadi semakin luas. Ini terjadi karena dengan adanya kerja sama ekonomi internasional dapat membuka proyek-proyek baru.
  • Negara mendapatkan pajak dari perusahaan asing yang menanamkan modalnya di Indonesia.
  • Indonesia bisa memperoleh transfer teknologi dari negara yang menanamkan modalnya di Indonesia.
  • Dengan masuknya teknologi modern dari luar, Indonesia dapat meningkatkan efisiensi dalam melakukan produksi suatu barang sehingga harga tersebut bisamenjadi murah.
  • Jika Indonesia dapat memproduksi barang-barang yang semula di impor (karena ada kerja sama ekonomi dengan negara maju), Indonesia dapat menghemat devisa.

Peran Indonesia dalam Kerja Sama Ekonomi Internasional

 - 
Peran Indonesia dalam Kerja Sama Ekonomi Internasional
Peran Indonesia dalam Kerja Sama Ekonomi Internasional

Peran Indonesia dalam Kerja Sama Ekonomi Internasional

Peran Indonesia dalam Kerja Sama Ekonomi Internasional

Peran Indonesia dalam Kerja Sama Ekonomi Internasional

Berikut beberapa contoh organisasi kerja sama ekonomi internasional yang di dalamnya terdapat Indonesia.

1. Indonesia Ikut Sebagai Pendiri

Indonesia ikut mendirikan Association of South East Asian Nations (ASEAN).
ASEAN adalah organisasi regional negara-negara Asia Tenggara yang didirikan di Bangkok pada tanggal 8 Agustus 1967.

anggota pki – Pada tanggal 7 Januari 1984, Brunei Darussalam bergabung masuk menjadi anggota ASEAN. Pada tahun 1995 Vietnam masuk sebagai anggota yang ke-7.

Pada tahun 1997 ada dua negara yang bergabung menjadi anggota ASEAN, yaitu Laos dan Myanmar. Pada tahun 1999 Kamboja masuk menjadi anggota ASEAN yang ke-10.

Dalam organisasi ASEAN ini Indonesia berperan sebagai pendiri bersama-sama dengan Filipina, Malaysia, Muangthai dan Singapura.

2. Indonesia Berperan Sebagai Anggota

Indonesia sebagai anggota beberapa organisasi internasional berikut ini.

  • Indonesia sebagai anggota Asia Pacific Economic Cooperation (APEC). APEC merupakan wadah kerja sama ekonomi regional negara-negara kawasan Asia dan Pasifik. APEC dibentuk di kota Canberra, Australia pada tahun 1989.
  • Indonesia sebagai anggota Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC).

Organisasi ini berdiri tahun 1960 atas prakarsa Irak, Iran, Arab Saudi, Kuwait dan Venezuela.

Adapun tujuan OPEC sebagai berikut.

  1. Memberikan perlindungan harga minyak di pasar dunia.
  2. Menghindarkan persaingan di antara negara anggota OPEC.
  3. Menyediakan kebutuhan minyak dunia.
  4. Menghimpun negara-negara penghasil dan pengekspor minyak.

Indonesia menjadi anggota OPEC sejak tahun 1962

PBB memiliki beberapa organisasi ekonomi yang terkait dengan kerja sama internasional antara lain, sebagai berikut.

United Nation Development Program (UNDP)

UNDP bertujuan memberikan bantuan berupa proyek dalam pembangunan.

Economic and Social Council (ECOSCOS )

ECOSCOS bertujuan mengembangkan kehidupan ekonomi, sosial dan pendidikan.

International Labour Organization (ILO)

ILO bertujuan menyelesaikan masalah perburuhan internasional dengan tujuan memperbaiki persyaratan kerja dan hidup kaum buruh di dunia.

Food and Agriculture Organization (FAO)

FAO merupakan organisasi pangan dan pertanian seluruh dunia. FAO bertujuan meningkatkan jumlah persediaan bahan pangan dan produksi pertanian serta meningkatkan mutunya.

World Trade Organization (WTO)

WTO mengatur arus perdagangan dan menghindari adanya negara-negara yang merasa dirugikan dari perdagangan tersebut.

United Nation Industrial Development Organization (UNIDO )

UNIDO bertujuan memajukan perkembangan industri di negara-negara berkembang dengan cara memberikan bantuan teknis berupa program-program latihan dan informasi.

3. Indonesia Sebagai Penerima Bantuan

Indonesia menerima bantuan dari organisasi-organisasi internasional berikut ini.

Consultative Group On Indonesia (CGI)

CGI adalah lembaga pengganti dari IGGI (Inter Govermental Group on Indonesia). CGI merupakan kelompok negara yang memberikan bantuan kepada Indonesia.

Bantuan tersebut diberikan kepada pemerintah maupun swasta untuk memantapkan dan memajukan ekonomi Indonesia. Jadi, CGI Indonesia berperan sebagai penerima bantuan.

Asian Development Bank (ADB)

ADB bertujuan untuk memberikan pinjaman dana dan memberikan bantuan teknik kepada negara-negara yang sedang membangun termasuk Indonesia.

Anggota Bank Pembangunan Asia adalah negara-negara di kawasan Asia Timur Jauh termasuk Pasifik Selatan.

International Monetary Fund (IMF)

IMF berdiri pada bulan Juli 1944 di Amerika Serikat. IMF bertujuan sebagai berikut.

  1. Sebagai pusat pertemuan-pertemuan dan perundingan untuk mencapai kerja sama internasional.
  2. Memperluas perdagangan internasional.
  3. Menjaga stabilitas nilai tukar mata uang asing.
  4. Memberi kepercayaan kepada negara anggota dan.
  5. Membantu negara-negara anggota yang mengalami kesulitan keuangan.

Indonesia menerima bantuan dana dari IMF karena terjadi krisis ekonomi tahun 1997. Dewasa ini tidak ada satu negara pun yang tidak melakukan hubungan ekonomi dengan negara lain.

Hubungan ekonomi tersebut dapat berupa hubungan dagang maupun kerja sama ekonomi lainnya. Hubungan ekonomi antarbangsa semakin  meluas ke segala penjuru dunia, dan ini disebut globalisasi ekonomi.

Globalisasi ekonomi dapat diartikan sebagai proses menyatunya kegiatan ekonomi antarnegara yang terjadi di dunia.

Globalisasi ekonomi terjadi pada era perdagangan bebas, yaitu suatu perdagangan yang dilakukan antara suatu negara dengan negara yang lain tanpa ada hambatan.

Hambatan yang berupa bea masuk, bea impor, kuota, larangan impor, dan subsidi terhadap industri dalam negeri dihilangkan.

Usaha untuk memperlancar perdagangan secara bebas dilakukan antara lain oleh organisasiorganisasi seperti Asian Free Trade Area (AFTA), Asia pasific Economy Cooperation (APEC), European Free Trade Area (EFTA), dan North American Free Trade Area (NAFTA).

Globalisasi ekonomi terjadi karena adanya kemajuan yang sangat pesat di bidang telekomunikasi, teknologi informasi, dan transportasi. Adanya globalisasi ekonomi tersebut, batas-batas negara menjadi kurang berarti jika dilihat dari segi ekonomi.

Kegiatan-kegiatan perekonomian tidak mengenal lagi batas-batas kenegaraan, bukan lagi sekedar internasional bahkan transnasional.

Mengapa dewasa ini tiap negara ikut dalam arus globalisasi? Alasan yang utama adalah untuk mempercepat pertumbuhan ekonominya.

Adanya globalisasi ekonomi, kegiatan perekonomian antarnegara dengan cepat merambah ke negara-negara lain.

Para investor dengan bebas dapat menentukan negara tempat tujuan investasinya. Para produsen juga dengan mudah menentukan negara yang dijadikan pasar sasarannya.

Bahkan, negara-negara yang sedang berkembang juga dengan mudah mendapatkan negara yang menjadi donor dana pembangunannya. Ada beberapa faktor yang mendorong terjadinya globalisasi ekonomi dunia.

Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut.

  • Adanya perkembangan politik dunia yang semakin menyadari pentingnya melakukan hubungan ekonomi dengan negara lain untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.
  • Adanya kemajuan teknologi informasi dan transportasi yang menyebabkan cepatnya proses keluar masuk uang dan barang dari suatu negara ke negara lain.
  • Adanya perusahaan raksasa atau Perusahaan multi Nasional (Multi National Corporation) yang wilayah usahanya merambah di seluruh dunia.
  • Adanya kemajuan ilmu dan pengetahuan sehingga menyadarkan manusia untuk bekerja sama dengan orang lain secara luas.

Pengertian Tentang Bahasa

 - 
Pengertian Tentang Bahasa
Pengertian Tentang Bahasa

Pengertian Tentang Bahasa

Pengertian Tentang Bahasa

Pengertian Tentang Bahasa

Definisi Bahasa – Bahasa adalah

Alat komunikasi yang berupa system lambang bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia. Sebagaimana kita ketahui, bahasa terdiri atas kata-kata atau kumpulan kata. Masing-masing mempunyai makna, yaitu, hubungan abstrak antara kata sebagai lambang dengan objek atau konsep yang diwakili Kumpulan kata atau kosakata itu oleh ahli bahasa disusun secara alfabetis, atau menurut urutan abjad,disertai penjelasan artinya dan kemudian dibukukan menjadi sebuah kamus atau leksikon. Pada waktu kita berbicara atau menulis, kata-kata yang kita ucapkan atau kita tulis tidak tersusun begitusaja, melainkan mengikuti aturan yang ada. Untuk mengungkapkan gagasan, pikiran atau perasaan, kita harus memilih kata-kata yang tepat dan menyusun kata-kata itu sesuai dengan aturan bahasa. Seperangkataturan yang imendasari pemakaian bahasa, atau yang kita gunakan sebagai pedoman berbahasa inilah yangdisebut tata bahasa.

Pada bab berikutnya, sehubungan dengan tata bahasa akan kita bicarakan secara terperincif onol ogi, morfologi.

Sintaksis, semantikdan etimologi. Fonologi ialah bagian tata bahasa yang membahas atau mempelajari bunyi bahasa. Morfologi mempelajari proses pembentukan kata secara gramatikal besertaunsur-unsur dan bentuk-bentuk kata. Sintaksis membicarakan komponen-komponen kalimat dan prosespembentukannya. Bidang ilmu bahasa yang secara khusus menganalisis arti atau makna kata ialah semantik, sedang yang membahas asal-usul bentuk kata adalah etimologi,

Fungsi Bahasa

Fungsi utama bahasa, seperti disebutkan di atas, adalah sebagai alat komunikasi, atau sarana untuk menyampaikan informasi (fungsi informatif). Tetapi, bahasa pada dasarnya lebih dari sekadar alat untuk menyampaikan informasi, atau mengutarakan pikiran, perasaan, atau gagasan, karena bahasa juga berfungsi:

  • untuk tujuan praktis: mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari.
  • untuk tujuan artistik: manusia mengolah dan menggunakan bahasa dengan seindah-indahnya guna pemuasan rasa estetis manusia.
  • sebagai kunci mempelajari pengetahuan-pengetahuan lain, di luar pengetahuan kebahasaan.
  • untuk mempelajari naskah-naskah tua guna menyelidiki latar belakang sejarah manusia, selama
    kebudayaan dan adat-istiadat, serta perkembangan bahasa itu sendiri (tujuan filologis).

Definisi Bahasa menurut para ahli:

Bill Adams
Bahasa adalah sebuah sistem pengembangan psikologi individu dalam sebuah konteks inter-subjektif

Wittgenstein
Bahasa merupakan bentuk pemikiran yang dapat dipahami, berhubungan dengan realitas, dan memiliki bentuk dan struktur yang logis

Ferdinand De Saussure

Bahasa adalah ciri pembeda yang paling menonjol karena dengan bahasa setiap kelompok sosial merasa dirinya sebagai kesatuan yang berbeda dari kelompok yang lain

Plato
Bahasa pada dasarnya adalah pernyataan pikiran seseorang dengan perantaraan onomata (nama benda atau sesuatu) dan rhemata (ucapan) yang merupakan cermin dari ide seseorang dalam arus udara lewat mulut

Bloch & Trager
Bahasa adalah sebuah sistem simbol yang bersifat manasuka dan dengan sistem itu suatu kelompok sosial bekerja sama.

Carrol
Bahasa adalah sebuah sistem berstruktural mengenai bunyi dan urutan bunyi bahasa yang sifatnya manasuka, yang digunakan, atau yang dapat digunakan dalam komunikasi antar individu oleh sekelompok manusia dan yang secara agak tuntas memberi nama kepada benda-benda, peristiwa-peristiwa, dan proses-proses dalam lingkungan hidup manusia

Sudaryono

Bahasa adalah sarana komunikasi yang efektif walaupun tidak sempurna sehingga ketidaksempurnaan bahasa sebagai sarana komunikasi menjadi salah satu sumber terjadinya kesalahpahaman.

Bila dilihat dari beberapa definisi dan pengertian mengenai bahasa menurut beberapa ahli diatas, kita bisa melihat bahwa terdapat perbedaan definisi tentang bahasa dimana definisi dari setiap ahli tergantung dengan apa yang ingin ditekankan oleh setiap tersebut. Namun meskipun terdapat perbedaan, nampaknya disepakati bersama bahwa bahasa adalah alat komunikasi. Dan sebagai alat komunikasi , bahasa mempunyai fungsi-fungsi dan ragam-ragam tertentu.

Baca Juga :