Maluku Sebelum kehadiran Bangsa-Bangsa Barat

 - 
Maluku Sebelum kehadiran Bangsa-Bangsa Barat

Maluku Sebelum kehadiran Bangsa-Bangsa Barat

Selamat mampir di Situs Pelajaran Oke dan terhadap peluang ini bisa akan membahas berkenaan “Maluku Sebelum kehadiran Bangsa-Bangsa Barat. Pada peluang ini Situs Pelajaran Oke membahas ulasan yang lebih membidik langsung terhadap situasi-situasi di Maluku kala itu, khususnya akan membahas Situasi Politik, Pemerintahan, Ekonomi dan Keagamaan. Untuk penjelasannya mari kami simak ulasan berikut ini.

Maluku Sebelum kehadiran Bangsa-Bangsa Barat

Situasi Politik
Sejarah Maluku terlampau sama dengan peristiwa kerajaan-kerajaan yang ada di area tersebut. meskipun sebagain besar mitos dan legenda. Kenyataan peristiwa perlihatkan bahwa di kawasan ini terdapat lebih berasal dari empat kerajaan yakni Jailolo, Ternate, Tidore, dan Bacan yang merupakan kerajaan-kerajaan besar dan nampaknya punyai efek serta telah eksis sejak paruh pertama abad ke – 13.

Selain itu sebetulnya masih ada beberapa kerajaan kecil lainnya seperti Loloda, Moro, dan Obi yang tidak terlampau berpengaruh lantaran didominasi kerajaan-kerajaan besar, namun telah menghiasi lembaran peristiwa maluku dan pantas dicatat.

Penguasa kerajaan-kerajaan di Maluku ini disebut Kolano (dari bahasa Jawa Kelana)/raja, dan sesudah memeluk agama Islam sebutan Kolano dirubah jadi Sultan.

Dari empat kerajaan besar itu, hanya Ternate dan Tidore yang mempunyai posisi perlu di dalam situasi politik, ekonomi, maupun militer. Keduanya nampaknya mempunyai pandangan politik yang nyaris mirip yakni ekspansionis, dan oleh dikarenakan itu mempunyai kemampuan militer yang relatif nyaris berimbang.

Namun terdapat perbedaan di dalam mengimplementasikan ambisi ekspansionismenya, Ternate mengarahkan tujuannya ke barat kala Tidore ke Timur.

Ternate menanamkan efek dan kendalinya atas Ambon dan bagian barat pulau-pulau Seram. Di abad ke – 16 domonion Ternate pada akhirnya membentang berasal dari Mindanao di utara sampai dengan Flores di selatan, berasal dari Sulawesi Utara (Manado, Gorontalo, dan Kepulauan Sangir Talaud) sampai pantai timur Sulawesi Tengah (Kayeli, Tobungku, Banggai), berasal dari pantai timur Sulawesi Selatan (Buton) sampai Seram Barat dan Banda. Kerajaan berikut juga merasa mengobok-ngobok wilayah Kerajaan Jailolo, Loloda, dan Moro, yang berakhir dengan lenyapnya kerajaan-kerajaan itu dan jadi bagian berasal dari integral Kerajaan Ternate.

Pertengahan abad ke- 16 puncak kedigdayaan Ternate tercapai di jaman pemerintahan Sultan Khairun (1535 sampai 1545) dan 1546 sampai 1570 serta Sultan Babullah (1570 sampai 1583).

Dari sisi lain Tidore yang jadi pesaing Ternate di dalam ekspansi teritorial, menargetkan kawasan timur. Setelah sukses menguasai nyaris tiga perempat Halmahera dan Seram Timur, Tidore sukses menguasai Kepulauan Raja Ampat, dan lantas Papua Daratan serta menjadikan daerah-daerah itu sebagai vasalnya.

Secara politis ke-2 kerajaan itu saling berkompetisi ketat, namun suatu perang terbuka dan frontal tidak pernah terjadi. Terkadang berlangsung insiden kecil mewarnai pertalian keduanya, namun tidak sampai menimbulkan ofensif militer secara terbuka.

Pulau Makian sebagai contohnya; beberapa kali beralih tangan pada ke-2 kerajaan itu, namun hal berikut lebih disebabkan keinginan untuk menguasai sumber-sumber kekuatan alam (ekonomi) dan bukan militer ataupun politik.

Di th. 1332, keempat kerajaan diberi tanda tangan sebuah persekutuahn yang populer dengan nama Motir Verbond. Selain di dalam kompetisi politik dan perebutan hegemoni regional, sejak th. 1512 timbul kompetisi baru, yakni di dalam upaya untuk laksanakan kerjasama/bermitra dengan bangsa barat kepihak masing-masing.

Ketika menyadari berita bahwa armada Portugis telah tiba di Banda, Sultan Ternate Bayanullah (Boleif) langsung mengirimkan perahu tempur (juanga) untuk menjemput Francisco Serrao di Ambon.

Nampaknya hal mirip juga ditunaikan Sultan Tidore, namun kalah cepat agar dikala utusannya tiba di Ambon, Francisco Serrao telah lebih pernah diboyong ke Ternate.

Kerajaan Jailolo, yang merupakan kerajaan tertua dan telah eksis lebih dahulu berasal dari ketiga kerajaan besar lainnya, pernah punyai kekuasaan yang kuat di bidang politik maupun militer, dan jadi kerajaan Adidaya di kawasan Maluku. Namun efek politik dan militer kerajaan berikut tidak berlangsung lama.

Ternate dengan pemberian Portugis sukses melikuidasi kerajaan itu di th. 1551. Kemudian Ternate mendegradasi kerajaan itu sampai jadi sebuah distrik (sangaji). Semenjak itu Jailolo tidak pernah sukses mengembalikan dan membangun kekuasaannya seperti semula.

Bacan, kerajaan yang awalnya adalah kerajaan Makian dan dipindahkan ke pulau Kasiruta, perpindahan itu disebabkan oleh meletusnya gunung berapi Kie Besi, hanya memilik teritori di pulau Bacan dan Kasiruta.

Dalam perkembangannya, kerajaan ini bisa menguasai beberapa perkampungan di pantai utara Pulau Seram dan wilayah Gane Barat di selatan Halmahera.

Dalam kompetisi politik pada Ternate dan Tidore, nampaknya Bacan lebih dekat kepada Tidore. Hal ini dikarenakan kerajaan Bacan memainkan peranan perlu di dalam peristiwa penyebaran misi Katolik di Maluku. Di th. 1557, Raja Bacan yang baru dilantik, Alauddin, mengonversi agamanya berasal dari Islam ke Kristen Katolik. Kemudian ia perlihatkan seluruh kerajaan dan keluarganya jadi Kristen dan mengganti namanya dengan Dom Joao. Dan atas ultimatum Babullah, Dom Joao lagi lagi memeluk agama Islam.

Di samping itu nampaknya kerajaan lainnya tidak mempunyai peranan baik, ekonomi, maupun militer, yang relevan. Kerajaan Obi dikuasai Bacan, kala Moro dan Loloda di Halmahera Utara oleh Babullah digabungkan dengan Ternate.

Situasi Pemerintahan
Berlatarbelakang bahwa Maluku merupakan jazirah kerajaan, jadi tidak mengherankan andaikata di dalam style pemerintahannya adalah monarki yang dielaborasi dengan unsur-unsur tradisi mapun tradisi.

Tahta adalah lambang supremasi pemerintahan yang diduduki seorang raja sebagai pengambil ketetapan paling akhir atas seluruh urusan kerajaan dan pemerintahan. Seorang raja dibantu suatu birokrasi yang disebut Bobato (semacam menteri), yang dikepalai seorang Jogugu (perndana menteri), yang senantiasa dijabat tokoh-tokoh kepercayaan raja.

Pimpinan militer kerajaan dipegang seorang Kapita Laut (Panglima Laut) yang senantiasa dijabat putera mahkota atau salah seorang putera raja lainnya.

Wilayah kerajaan terbagi di dalam beberapa Jiko (semacam distrik) yang dipimpin seorang Sangaji (dalam bahasa Jawa: Sang Aji) yang disebut Jiko Ma Kolano (Kepala Pemerintahan Wilayah) yang membawahkan sejumlah Soa (komunitas setingkat desa) yang dikepalai seorang Kimalaha.

Selain seorang Sangaji yang menggerakkan tugas pemerintahan masih ada lagi yakni seorang Utusang yang diangkat raja, dan bertugas sebagai wakil spesial raja untuk mengurus kepentingan kerajaan, seperti menyatukan upeti dan tugas-tugas khusus lain.

Raja juga mengangkat seorang Salahakan (gubernur), sebagai pemerintahan wilayah daerah-daerah taklukan yang bukan kerajaan dan untuk daerah-daerah taklukan yang telah ada rajanya maka raja senantiasa memegang kekuasaan dan daerahnya jadi vasal.

Situasi Ekonomi
Utamanya kekayaan Maluku diperoleh berasal dari rempah-rempah cengkih. Tanaman rempah-rempah ini awalnya tumbuh secara liar di pulau Ternate, Tidore, Moti, Makian, dan Kasiruta. Cengkih baru dibudidayakan merasa th. 1450. Kekayaan akan rempah-rempah itu telah membuat para pedagang Melayu, Cina, Arab, Jawa, Persia, dan Gujarat mampir di daerah-daerah ini dengan mempunyai tekstil, beras, perhiasan, dan kebutuhan hidup lainnya untuk ditukar dengan rempah-rempah.

Pertukaran berikut membuat para pedagang asing meraup keuntungan berlipat ganda berasal dari terhadap rakyat kerajaan Ternate, Tidore dan Bacan yang penghasil rempah-rempah. Para Sultan, terutam Ternate dan Tidore menguasai sentral-sentral perdagangan rempah-rempah, juga jadi kaya raya dan terlampau makmur.

Perlu diketahui juga bahan makanan utama rakyat Maluku adalah beras, sagu dan ikan. Namun beras dan sagu tidak dihasilkan oleh Ternate dan Tidore. Kedua tipe bahan pangan itu didatangkan berasal dari Moro, Bacan, Sahu, dan wilayah Halmahera lainnya.

Situasi Keagamaan
Awal mulanya, yakni sebelum akan masuknya Islam, kepercayaan yang dianut raja dan rakyat adalah Animisme. Meskipun di dalam peristiwa Indonesia dikatakan bahwa sebelum akan masuknya Islam, kerajaan Majapahit yang Hindu itu telah menguasai seluruh Nusantara, namun di Maluku tidak terdapat bukti kesejarahan bahwa rakyat dan para rajanya pernah menganut agama Hindu. Di kawasan Maluku tidak dipernah ditemukan candi/prasasti yang mengidentifikasikan hal tersebut. Dari kenyataan itu sebetulnya terlampau disangsikan dan bertolak berasal dari bukti-bukti kesejarahan andaikata kekuasaan Majapahit yang besar itu pernah memberi efek atau menanamkan pengaruhnya di Maluku.

Sumber bacaan
M. Adnan Amal, 2010, Kepulauan Rempah-rempah, Jakarta: KPG

Demikianlah ulasan berkenaan “Maluku Sebelum kehadiran Bangsa-bangsa Barat”, yang kiranya sebetulnya Situs Pelajaran Oke tuliskan singkat, namun meskipun ulasan berikut singkat, semoga ada manfaatnya, dan Situs Pelajaran Oke terlampau berterima kasih dikarenakan anda telah menyempatkan diri untuk mampir ataupun membaca. Cukup sekian dan Sampai Jumpa! Dan jangan lupa raihlah impianmu dan hiduplah dengan penuh semangat! Semoga Sukses!

Baca Juga :


Pengujian Integrasi Bottom-up

 - 
Pengujian Integrasi Bottom-up
Pengujian Integrasi Bottom-up

Pengujian Integrasi Bottom-up

Pengujian Integrasi Bottom-up

Pengujian Integrasi Bottom-up

Pengujian Integrasi Bottom-up 

memulai konstruksi dan pengujian dengan modul atomic (modul pada tingkat paling rendah pada struktur program). Karena modul diintegrasikan dari bawah ke atas, maka pemrosesan yang diperlukan untuk modul subordinate ke suatu tuingkat yang diberikan akan selalu tersedia dan kebutuhan akan stub dapat dieliminasi. Strategi integrasi bottom-up dapat diimplementasi dengan langkah-langkah:

 

modul tingkat rendah digabung ke dalam cluster (build) yang melakukan subfungsi perangkat lunak spesifik.

Driver (program control untuk pengujian) ditulis untuk mengkoordinasi input dan output test case

cluster diuji

driver diganti dan cluster digabungkan dengan menggerakkannya ke atas di dalam struktur program.

Software untuk melakukan pengujian

Crystal REVS for C++.

CR C++ adalah software untuk menghitung cyclometric complexity terhadap sebuah program berbasis c++. Software ini melakukan pengujian kode program menggunakan bahasa c/c++ dengan menghasilkan flowchart dan menghitung cyclomatrik complexity dari kode tersebut berdasarkan complexity measure dari MCcabe. Aplikasi ini terintegrasi dengan beberapa fungsi seperti flowchart, rich tree, data flow. Hasil dokumentasi dalam bentuk HTML atau auto-formatting. Tokes panel, comment panel pada satu tools.

 

Dengan aplikasi ini, kita dapat mengexplore source code

mengetahui flowchart untuk memahami alur logic dan fungsi kode program serta mengetahui besarnya cyclometric complexity sehingga kita dapat menarik kesimpulan mengenai kode program yang telah kita buat mudah dibaca dan kita bisa focus pada logic program yang telah kita buat. Contoh tampilan aplikasi ini

Baca Juga : 


Cara Membuat Kontrak (Perjanjian) Kerja

 - 
Cara Membuat Kontrak (Perjanjian) Kerja
Cara Membuat Kontrak (Perjanjian) Kerja

Cara Membuat Kontrak (Perjanjian) Kerja 

Cara Membuat Kontrak (Perjanjian) Kerja

Cara Membuat Kontrak (Perjanjian) Kerja

1. Masa Percobaan

Masa percobaan dimaksudkan untuk memperhatikan calon buruh (magang), mampu atau tidak untuk melakukan pekerjaan yang akan diserahkan kepadanya serta untuk mengetahui kepribadian calon buruh (magang).

Mengenai pengaturan masa percobaan (Pasal 7 Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. : PER-04/MEN/1986 tentang Tata Pemutusan Hubungan Kerja dan Penetapan Uang Pesangon, Uang Jasa dan Ganti Kerugian) ditentukan bahwa :

  1. Hubungan kerja yang mempersyaratkan adanya masa percobaan, harus dinyatakan secara tertulis.
  2. Lamanya masa percobaan sebagaimana dimaksud ayat (1) paling lama 3 (tiga) bulan dan boleh diadakan hanya untuk satu kali percobaan.
  3. Ketentuan adanya masa percobaan tidak berlaku untuk Perjanjian Kerja Waktu Tertentu.

Lama masa percobaan paling lama 3 (tiga) bulan, yang berarti bahwa masa percobaan dapat diadakan untuk waktu kurang dari 3 (tiga) bulan, misalnya 1 (bulan), 1 1/2 (satu setengah) bulan, 2 (dua) bulan, 2 1/2 (dua setengah) bulan. Jika masa percobaan lamanya kurang dari 3 (tiga) bulan, tidak boleh diadakan masa percobaan lain dengan dalih lamanya masa percobaan belum mencapai 3 (tiga) bulan, sebab masa percobaan hanya boleh diadakan 1 (satu) kali saja. Masa masa percobaan ini harus dinyatakan secara tertulis lebih dahulu.

 

2. Yang Dapat Membuat Perjanjian Kerja

Pembuatan kontrak kerja hanya dapat dilakukan oleh orang dewasa. Pengertian orang dewasa di sini adalah:

  • Menurut KUH Perdata, seseorang dianggap telah dewasa dan karenanya mampu bertindak dalam lalu lintas hukum, jika telah berumur 21 (dua puluh satu) tahun atau telah kawin.
  • Menurut Hukum Adat, seseorang disebut sebagai orang dewasa jika sudah dipandang sebagai akil balik atau sudah kawin. Biasanya telah berumur 16 (enam belas) tahun atau 18 (delapan belas) tahun.
  • Menurut Hukum Perburuhan, orang dewasa ialah orang laki-laki maupun perempuan yang berumur 18 tahun ke atas (Pasal 1 ayat (1) huruf b Undang-undang No. 12 Tahun 1948 tentang Undang-Undang Kerja Tahun 1984).

Berdasarkan uraian di atas maka orang yang dapat membuat perjanjian kerja adalah orang laki-laki maupun perempuan yang berumur 18 tahun ke atas, tidak peduli sudah kawin atau belum.

Menurut hukum perburuhan, orang yang belum dewasa dibagi atas :

  • Anak, ialah orang laki-laki maupun perempuan yang berumur 14 tahun ke bawah.
  • Orang muda, ialah orang laki-laki maupun perempuan yang berumur di atas 14 tahun, akan tetapi di bawah 18 tahun.

Dalam Undang-undang Kerja disebutkan bahwa anak tidak boleh menjalankan pekerjaan (pasal 2), dengan kata lain anak tidak dapat mengadakan perjanjian kerja.

 

3. Bentuk Perjanjian Kerja

Bentuk dari Perjanjian Kerja untuk waktu tertentu berbeda dengan perjanjian kerja untuk waktu tidak tertentu.

Bagi perjanjian kerja untuk waktu tertentu harus dibuat secara tertulis dengan menggunakan bahasa Indonesia dan tulisan latin, serta harus memuat :

  1. nama dan alamat pengusaha/perusahaan
  2. nama, alamat, umur dan jenis kelamin buruh
  3. jabatan atau jenis/macam pekerjaan
  4. besarnya upah serta cara pembayarannya
  5. hak dan kewajiban buruh
  6. hak dan kewajiban pengusaha
  7. syarat-syarat kerjanya
  8. jangka waktu berlakunya perjanjian kerja
  9. tempat atau lokasi kerja
  10. tempat dan tanggal Perjanjian Kerja dibuat dan tanggal mulai berlaku.

Perjanjian kerja untuk waktu tertentu dibuat rangkap 3 (tiga) dan masing-masing untuk buruh, pengusaha dan Kantor Departemen Tenaga Kerja setempat.

Perjanjian kerja untuk waktu tertentu harus didaftarkan pada Kandep setempat dalam waktu selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sejak ditandatangani. Biaya-biaya dalam rangka pembuatan perjanjian kerja menjadi tanggungan pengusaha.

Bagi perjanjian kerja untuk waktu tidak tertentu bentuknya bebas artinya dapat dibuat secara tertulis maupun lisan. Selain itu bahasa maupun yang digunakan juga bebas, demikian juga dibuat rangkap berapa terserah pada kedua belah pihak.

 

4. Isi Perjanjian Kerja

Baik dalam KUH Perdata maupun dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. PER-05/PER/1986 tentang Kesepakatan Kerja Untuk Waktu Tertentu tidak ditentukan tentang isi dari perjanjian kerja. Pada pokoknya isi dari perjanjian kerja tidak dilarang oleh peraturan perundangan atau tidak bertentangan dengan ketertiban atau kesusilaan.

Dalam praktek, pada umumnya isi perjanjian kerja biasanya mengenai besarnya upah, macam pekerjaan dan jangka waktunya.

Peraturan perusahaan adalah peraturan yang dibuat oleh pengusaha yang memuat syarat-syarat kerja, sedangkan perjanjian perburuhan adalah perjanjian yang dibuat oleh serikat pekerja dengan pengusaha yang memuat syarat-syarat kerja.

5. Jangka Waktu Perjanjian Kerja Untuk Waktu Tertentu

Dalam perjanjian kerja untuk waktu tertentu yang didasarkan atas jangka waktu tertentu, dapat diadakan paling lama 2 (dua) tahun dan dapat diperpanjang hanya 1 (satu) kali saja dengan waktu yang sama, tetapi paling lama 1 (satu) tahun. Untuk mengadakan perpanjangan pengusaha harus memberitahukan maksudnya secara tertulis kepada buruh selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum perjanjian kerja untuk waktu tertentu tersebut berakhir.

Perjanjian kerja untuk waktu tertentu yang didasarkan atas jangka waktu tertentu dapat diperbaharui hanya 1 (satu) kali saja dan pembeharuan tersebut baru dapat diadakan setelah 21 (dua puluh satu) hari dari berakhirnya perjanjian kerja untuk waktu tertentu tersebut.

6. Penggunaan Perjanjian Kerja

Perjanjian kerja untuk waktu tertentu hanya dapat diadakan untuk pekerjaan tertentu yang menurut sifat, jenis atau kegiatannya akan selesai dalam waktu tertentu, yaitu :

  • Sekali selesai atau sementara sifatnya
  • Diperkirakan untuk waktu yang tidak terlalu lama akan selesai
  • Bersifat musiman atau yang berulang kembali
  • Bukan merupakan kegiatan pokok suatu perusahaan atau hanya merupakan penunjang
  • Berhubungan dengan produk baru, atau kegiatan baru atau tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajagan.

Bagi perjanjian kerja untuk waktu tidak tertentu dapat diadakan untuk semua pekerjaan, tidak membedakan sifat, jenis dan kegiatannya.

Sumber : https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/POdz/how-to-prevent-air-and-soil-pollution


Kontrak Kerja

 - 
Kontrak Kerja
Kontrak Kerja

Kontrak Kerja

Kontrak Kerja

Kontrak Kerja

Kontrak (perjanjian) adalah

suatu “peristiwa di mana seorang berjanji kepada orang lain atau di mana dua orang itu saling berjanji untuk melaksanakan suatu hal”. (Subekti, 1983:1).

 

Menurut UU Ketenagakerjaan Nomor 25 Tahun 1997 Tentang Ketenagakerjaan :

Ketenagakerjaan adalah segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama, dan sesudah masa kerja.

Tenaga kerja adalah setiap orang laki-laki atau wanita yang sedang dalam dan/atau akan melakukan pekerjaan, baik di dalam maupun di luar hubungan kerja guna menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.Pekerja adalah tenaga kerja yang bekerja di dalam hubungan kerja pada pengusaha dengan menerima upah.

 

Pengusaha adalah :

  1. Orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum yang menjalankan suatu perusahaan milik sendiri;
  2. Orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan perusahaan bukan miliknya;
  3. Orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum yang berada di Indonesia mewakili perusahaan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b yang berkedudukan di luar wilayah Indonesia.

Serikat pekerja/serikat buruh adalah organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja/buruh baik di perusahaan maupun di luar perusahaan, yang bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab guna memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja/buruh serta meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya.

Perjanjian kerja adalah suatu perjanjian antara pekerja dan pengusaha secara lisan dan/atau tertulis, baik untuk waktu tertentu maupun untuk waktu tidak tertentu yang memuat syarat-syarat kerja, hak dan kewajiban.

Syarat Sah Kontrak (Perjanjian)

Menurut Pasal 1338 ayat (1), perjanjian yang mengikat hanyalah perjanjian yang sah. Untuk itu, pembuatan perjanjian harus mempedomani Pasal 1320 KHU Perdata yang menetapkan empat syarat sahnya perjanjian, yaitu:

1. Kesepakatan

Kesepakatan di sini adalah adanya rasa ikhlas atau saling memberi dan menerima atau sukarela di antara pihak-pihak yang membuat perjanjian tersebut. Kesepakatan tidak ada apabila kontrak dibuat atas dasar paksaan, penipuan, atau kekhilafan.

2. Kecakapan

Kecakapan di sini berarti para pihak yang membuat kontrak haruslah orang-orang yang oleh hukum dinyatakan sebagai subyek hukum. Pada dasarnya semua orang menurut hukum cakap untuk membuat kontrak. Yang tidak cakap adalah orang-orang yang ditentukan oleh hukum, yaitu anak-anak, orang dewasa yang ditempatkan di bawah pengawasan (curatele), dan orang sakit jiwa. Anak-anak adalah mereka yang belum dewasa yang menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan belum berumur 18 (delapan belas) tahun. Meskipun belum berumur 18 (delapan belas) tahun, apabila seseorang telah atau pernah kawin dianggap sudah dewasa, berarti cakap untuk membuat perjanjian.

3. Hal tertentu

Maksudnya objek yang diatur kontrak harus jelas, setidak-tidaknya dapat ditentukan. Jadi, tidak boleh samar-samar. Hal ini penting untuk memberikan jaminan atau kepastian kepada pihak-pihak dan mencegah timbulnya kontrak fiktif.

4. Sebab yang dibolehkan

Maksudnya isi kontrak tidak boleh bertentangan dengan perundang-undangan yang bersifat memaksa, ketertiban umum, dan atau kesusilaan.

Sumber : https://linda134.student.unidar.ac.id/2019/07/contoh-teks-eksplanasi-tentang-sampah.html


PPDB Sesi Pemenuhan Pagu, Hanya Berlangsung Dua Hari

 - 
PPDB Sesi Pemenuhan Pagu, Hanya Berlangsung Dua Hari
PPDB Sesi Pemenuhan Pagu, Hanya Berlangsung Dua Hari

PPDB Sesi Pemenuhan Pagu, Hanya Berlangsung Dua Hari

PPDB Sesi Pemenuhan Pagu, Hanya Berlangsung Dua Hari

PPDB Sesi Pemenuhan Pagu, Hanya Berlangsung Dua Hari

Siswa yang belum diterima di SMA/SMK negeri pada PPDB (penerimaan peserta didik baru) masih memiliki satu kali kesempatan. Sebab, Dinas Pendidikan Jatim membuka pendaftaran untuk pemenuhan pagu. Tadi malam pukul 00.00 akses pendaftaran bisa dibuka. Masyarakat dapat mengetahui pagu sekolah yang belum terpenuhi lewat laman https://ppdbjatim.net.

Sebelumnya, beberapa SMK negeri terlihat belum memenuhi target pagu. Salah satunya adalah SMKN 12

pada program keahlian seni pedalangan, kriya kulit, dan pemeranan. Karena itu, sekolah masih membuka banyak kesempatan bagi lulusan SMP yang ingin masuk SMK negeri.

Berbeda dengan SMKN 5 Surabaya. Pagu sekolah tersebut sebenarnya sudah terpenuhi. Namun, ada sejumlah siswa yang tidak melakukan daftar ulang hingga sesi daftar ulang ditutup. Waka Kesiswaan SMKN 5 Anton Sujarwo menyebut ada sembilan anak yang tidak daftar ulang. ”Jadi, kami ikut pemenuhan pagu,” katanya. Mekanismenya mengikuti ketentuan Dinas Pendidikan Jatim.

Hal serupa terjadi di beberapa SMA negeri. Sebut saja SMAN 16 dan SMAN 21. Ada calon peserta didik di dua sekolah tersebut yang tidak daftar ulang. Jumlahnya masing-masing empat anak. ”Semoga bisa menampung siswa yang belum lolos PPDB,” tutur Kepala SMAN 16 Surabaya Roosdiantini.

Pendaftaran menggunakan PIN yang sudah dimiliki. Pendaftaran dibuka hingga Selasa (11/7) pukul 00.00. Pengumuman bisa dilihat 30 menit setelahnya. Siswa yang lolos pada pemenuhan pagu bisa langsung melakukan daftar ulang di sekolah masing-masing pada Rabu (12/7). Siswa yang diterima PPDB, tapi tidak daftar ulang tidak bisa kembali mendaftar pada pemenuhan pagu.

 

Seragam Cadangan Beli di Pasar

Sementara itu, orang tua mesti mengeluarkan dana untuk menyiapkan seragam bagi anaknya. Di SMAN 5 Surabaya, misalnya. Saat daftar ulang pada Sabtu (8/7), Dharma, salah seorang wali murid, mengaku membeli bahan seragam Rp 1.620.000. Jumlah tersebut belum mencakup ongkos penjahit karena sekolah hanya menyediakan kain.

Jika wali murid ingin membeli seragam di luar sekolah, ada banyak pilihan. Misalnya, membeli kain, lantas menjahitkannya atau membeli seragam jadi. Pasar-pasar dan toko-toko di Surabaya memberikan harga yang bersaing.

Berdasar pantauan Jawa Pos di Pasar Wonokromo, pedagang menjual satu setel seragam sekolah SMA dengan harga Rp 130–150 ribu. Untuk pembelian lebih dari satu, pedagang akan memberikan potongan harga. Hal tersebut berlaku untuk seragam putih abu-abu maupun pramuka dengan kualitas yang paling bagus.

Harga seragam di Darmo Trade Center tak berbeda jauh. Penjual toko bernama Anik

menjual satu setel seragam SMA ukuran XL dengan harga Rp 160 ribu. Tentu, ukuran yang lebih kecil dibanderol dengan harga yang lebih murah. ”Harga tiap ukuran selisih Rp 5 ribu,” ucapnya.

Di Pasar Pucang Anom, pedagang menggunakan patokan harga dari pabrik konveksi. Atasan putih dan pramuka ukuran S sampai XL dibanderol Rp 64–92 ribu. Harga bawahan lebih mahal. Celana panjang anak laki-laki dihargai Rp 125–135 ribu. Sementara itu, rok untuk anak perempuan dibanderol Rp 111–132 ribu. Harga tersebut belum didiskon.

Tak jauh dari Pasar Pucang Anom, orang tampak bergerombol. Toko Semangat yang memang menjual seragam dijejali pembeli. Di toko itu, seragam atas putih dan pramuka SMA dengan kualitas terbaik dijual Rp 46–61 ribu. Rok seragam dijual Rp 71–97 ribu. Sementara itu, celana dijual Rp 100–128 ribu.

Ada pula wali murid yang membeli kain. Toko Trijaya di depan Pasar Pucang Anom menjual kain untuk seragam Rp 35 ribu per meter. Harga tersebut berlaku untuk kain seragam putih abu-abu maupun seragam pramuka. ”Kualitas di atas ini sudah tidak ada lagi,” jelasnya.

Meski demikian, tidak semua toko kain menjual kain seragam. Toko Ongko Joyo di kawasan yang sama adalah salah satunya. Pemiliknya mengaku tidak mendapatkan suplai dari pabrik kain. Sebab, sekolah-sekolah sudah menguasai pasar konsumen seragam. Karena itu, para pedagang kain tidak kebagian.

 

Sumber :

https://www.thecontentscoop.com/technology-reshaping-indonesian-education/


Tempat Lain Kelimpahan Peminat, Sekolah Ini Hanya Kebagian Satu Siswa

 - 
Tempat Lain Kelimpahan Peminat, Sekolah Ini Hanya Kebagian Satu Siswa
Tempat Lain Kelimpahan Peminat, Sekolah Ini Hanya Kebagian Satu Siswa

Tempat Lain Kelimpahan Peminat, Sekolah Ini Hanya Kebagian Satu Siswa

Tempat Lain Kelimpahan Peminat, Sekolah Ini Hanya Kebagian Satu Siswa

Tempat Lain Kelimpahan Peminat, Sekolah Ini Hanya Kebagian Satu Siswa

Dunia pendidikan di tahun ajaran 2017/2018 menghadapi beragam persoalan

. Seperti, banyak calon siswa yang tidak diterima sekolah karena keterbatasan daya tampung.

Namun ada pemandangan ironis di SMP Miftahuttaqwa yang beralamat di Jalan Muchran Ali, Gang Attarbiyah, Sampit, Kalimantan Barat (Kalbar) hanya mendapat satu orang siswa.

“Kemarin kami menyebar sepuluh formulir. Tapi, yang kembali baru satu. Jadi, sementara peserta didik barunya cuma satu,” jelas Norhadi, kepala SMP Miftahuttaqwa, Senin (10/7).
Tempat Lain Kelimpahan Peminat, Sekolah Ini Hanya Kebagian Satu Siswa
Siswa SD di Jakarta pada hari pertama sekolah. (Dery Ridwansyah/ Jawa Pos)

Kemarin menjadi hari pertama sekolah untuk tahun pelajaran 2017-2018.

Saat Radar Sampit (Jawa Pos Group) mengunjungi SMP Miftahuttaqwa yang berlokasi di Jalan Muchran Ali, Gang Attarbiyah, Sampit, suasana di sana cukup sepi. Berbeda dengan kebanyakan sekolah yang cukup ramai pada hari pertama masuk sekolah.

Ada beberapa siswa di sekolah tersebut. Ternyata, sekolah itu hanya memiliki total enam siswa yang terbagi dalam tiga rombongan belajar (rombel), yakni tiga orang di kelas IX, dua orang di kelas VII, dan satu orang di kelas VIII.

Jumlah peserta didik di sekolah yang berdiri sejak 1980-an itu sangat jauh

dari kata ideal. Seharusnya, satu kelas paling tidak diisi 32 murid. Jika dikali tiga rombel, setidaknya sekolah tersebut memiliki 96 peserta didik.

Menurut Norhadi, hal itu terjadi sehubungan dengan berkurangnya minat masyarakat terhadap sekolah swasta. Umumnya, orang tua lebih memilih sekolah negeri dan sekolah favorit yang dinilai bisa menjamin pendidikan anak-anak. Begitu pula calon siswa baru yang kebanyakan lebih memilih bersekolah di sekolah favorit yang dianggap lebih bergengsi.

“Promosi sekolah sudah kami lakukan dengan maksimal, mulai menyebarkan formulir, memasang spanduk, dan sebagainya. Tapi, semua kembali pada minat dan keinginan mereka untuk mencari tempat bersekolah. Kami tidak bisa memaksa,” katanya.

Pihaknya, lanjut dia, sama sekali tidak membebani calon peserta didik dengan biaya apa pun meski sekolahnya berstatus swasta. Pendaftaran gratis. Hanya, seragam harus beli sendiri. Intinya, persyaratan untuk masuk ke sekolah tersebut sudah sangat ringan. Tapi, minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di situ tetap saja rendah.

Mengenai kelangsungan sekolah tersebut, Norhadi tampak pasrah. Dia hanya bisa menyerahkan semuanya kepada Dinas Pendidikan (Dispendik) Kotim. Apabila pada kemudian hari ada wacana sekolah itu digabung dengan negeri, pihaknya siap menerimanya.

Terkait dengan sistem zonasi PPDB, Norhadi menilai hal tersebut sudah bagus sebagai upaya pemerintah untuk menghindarkan terjadinya penumpukan siswa baru di sekolah-sekolah favorit.

Hanya, ucap dia, sejauh ini sistem tersebut, tampaknya, belum terlalu berpengaruh pada PPDB di sekolah mereka. Semua kembali pada minat orang untuk bersekolah di SMP Miftahuttaqwa.

Mengenai sistem mengajar di SMP Miftahuttaqwa yang salah satu rombelnya hanya memiliki satu murid, seorang guru menyatakan, hal itu tidak menjadi masalah. Murid justru bisa lebih berfokus pada pelaksanaan belajar-mengajar di kelas. Tapi, yang mereka khawatirkan, siswa tersebut akan cepat bosan karena tidak memiliki teman sekelas.

“Di sinilah peran kami untuk memotivasi para siswa agar tetap bersemangat belajar dan bersekolah. Alhamdulillah, selama ini siswa yang bersekolah di sini tetap rajin,” ungkapnya.

Para murid yang bersekolah di SMP Miftahuttaqwa rata-rata berasal dari keluarga kurang mampu atau ekonomi lemah. Sebagian bahkan harus bekerja sepulang sekolah untuk membantu orang tua mencari nafkah.

Kendati demikian, kegiatan tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk menuntut pendidikan. Hal itu pula yang membuat pihak sekolah tidak tega saat harus menarik iuran kepada para murid.

Peserta didik baru, Putri Aulia, mengaku bersekolah di SMP Miftahuttaqwa atas keinginannya sendiri. Meski saat ini belum memiliki teman sekelas, dia tetap menjalankan kewajiban sebagai seorang siswa, yakni mengikuti pembelajaran di sekolah tersebut sebagaimana mestinya. “Nggak apa-apa kalau harus di kelas sendiri, nanti juga ada lagi yang masuk,” ujarnya.

 

Sumber :

GurePendikan.Com: Learning While on the Move


Curiga Pagu di Kota Ini Berubah-ubah, Dikbud Berdalih Ada Penyesuaian Data

 - 
Curiga Pagu di Kota Ini Berubah-ubah, Dikbud Berdalih Ada Penyesuaian Data
Curiga Pagu di Kota Ini Berubah-ubah, Dikbud Berdalih Ada Penyesuaian Data

Curiga Pagu di Kota Ini Berubah-ubah, Dikbud Berdalih Ada Penyesuaian Data

Curiga Pagu di Kota Ini Berubah-ubah, Dikbud Berdalih Ada Penyesuaian Data

Curiga Pagu di Kota Ini Berubah-ubah, Dikbud Berdalih Ada Penyesuaian Data

Pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk pengisian pagu kosong SMAN di Kota Delta berubah-ubah. Sebagian wali murid pun mencurigai adanya ”permainan” dalam pengisian bangku kosong. Perubahan pagu itu terjadi di seluruh SMAN.

Andi Cahya Nugraha, wali murid asal Kecamatan Sukodono, heran dengan perubahan pagu online SMAN. Saat membuka website PPDB Jatim tentang pemenuhan pagu kosong Senin (10/7), pada pukul 00.08, ternyata ada perbedaan. Di SMAN 1 Sidoarjo misalnya. Awalnya, pagu online tertera 11. Ketika membuka lagi pada pukul 18.00, ternyata pagunya tinggal dua.

Perubahan itu tentu membuat harapan wali murid untuk mengisi pagu tersebut semakin kecil. Persaingan kian ketat. Sebab, peminat banyak, tetapi kursi kosong berubah menjadi sedikit. Mereka yang memiliki nilai ujian nasional (UN) pas-pasan dipastikan tersingkir. ”Ya, tipislah peluangnya,” katanya.

Andi khawatir, ada sesuatu di balik susutnya pagu tersebut. Apalagi,

tidak ada penjelasan di website atas perubahan pagu tersebut. Padahal, wali murid yang berharap bisa mengisi pagu itu sangat banyak. ”Kok bisa pagu berkurang? Dikemanakan pagu itu ya? Aneh. Saya harap tahun depan tidak terjadi seperti ini. Pagu berubah-ubah,” ujarnya.

Kepala SMAN 1 Sidoarjo Sulaiman Suwarto menyatakan, pihaknya justru tidak tahu adanya perubahan pagu online di sekolahnya. Sebab, sejak daftar ulang selesai pada Sabtu (8/7), pihaknya hanya melaporkan dua anak yang tidak daftar ulang ke Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jawa Timur. ”Lho, saya malah tidak tahu kalau berubah,” katanya.

Sulaiman mengaku, sejak daftar ulang ditutup, memang masih ada dua anak yang belum daftar ulang. Bahkan, pihaknya telah menurunkan tim sekolah untuk jemput bola ke rumah siswa. Namun, hasilnya tetap nihil. ”Kalau di website tertulis 11 pagu dan berubah jadi 2, saya harus tanya dulu ke provinsi. Sebab, laporan kami memang dua, bukan sebelas,” ujarnya.

Tidak hanya di SMAN 1 Sidoarjo. Perubahan jumlah pagu online tambahan juga terjadi di SMAN 1 Gedangan

. Awalnya, jumlah pagu tersebut 15. Namun, jumlahnya mendadak susut menjadi 2.

Ketika dikonfirmasi, Kepala SMAN 1 Gedangan Lilik Esparlin mengatakan, tidak ada kecurangan dalam pengisian bangku kosong atau pagu online tambahan. Jumlah pagu 15 anak itu belum data final hasil rekapitulasi calon peserta didik baru yang tidak daftar ulang. ”Data siswa yang melakukan daftar ulang itu memang berubah-ubah,” katanya.

Lilik menjelaskan, saat itu sekolah memang melaporkan ada 15 anak yang belum daftar ulang pada Sabtu (8/7), pukul 15.00, ke UPT Dispendik wilayah Sidoarjo. Namun, sebelum dilaporkan ke Dispendik Jatim, tim sekolah terjun langsung menghubungi 15 siswa itu agar mendaftar ulang. ”Kami tunggu sampai pukul 15.00, tidak datang-datang. Tapi, sebelumnya kami sudah hubungi ke SMP asal dan menelepon langsung siswanya,” ujarnya.

Setelah sekolah melaporkan data yang tidak daftar ulang ke Dispendik Jatim

, sore atau sekitar pukul 15.30, masih ada wali murid yang datang untuk mendaftar ulang. Meski terlambat, sekolah memberikan toleransi dengan melayani daftar ulang. ”Sore berdatangan. Alasannya macam-macam. Karena orang tuanya belum datang, tidak ada yang mengantar, dan belum siap uang. Padahal, daftar ulang gratis,” katanya.

Lilik menjelaskan, ada 13 anak yang akhirnya mendaftar ulang saat injury time. Dua anak lagi tidak datang. ”Sekitar pukul 17.00, saya kirim laporan baru ke dispendik bahwa 13 anak telah menyusul daftar ulang. Tetapi, data awal telanjur dikirim ke Dispendik Jatim,” jelasnya. Karena itu, ada perubahan data pagu online sebagai penyesuaian.

 

Baca Juga :

 

 


Meningkatkan Kinerja

 - 
Meningkatkan Kinerja
Meningkatkan Kinerja

Meningkatkan Kinerja

Meningkatkan Kinerja

Meningkatkan Kinerja

Teknologi pendidikan memungkinkan pelajar secara individu

untuk meningkatkan kinerja dalam banyak cara. Diantaranya adalah dengan menerapkan cara-cara berikut ini:

  1. Pengalaman belajar dibuat lebih bernilai dengan memfokuskan pada tujuan yang berguna, bukan hanya untuk ujian.
  2. Melalui teknologi pengalaman-pengalaman dapat membawa kepada tingkatan yang lebih dalam dari pemahaman, melebihi dari sekedar menghafal di luar kepala. Maka mereka dibuat mejadi lebih bernilai karena telah didesain dengan cara membuat pengetahuan baru dan keterampilan yang dapat di transfer. Maka, pelajaran baru dapat di terapkan dalam situasi kehidupan nyata, tidak hanya ditinggalkan di ruang kelas.

 

Melalui sarana-sarana ini, pelajar mejadi pelaku

dengan pengetahuan yang lebih baik dihubungkan dengan kinerja melebihi seting ruangan kelas. Berikut ini merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja siswa, diantaranya:

  • Pelajaran yang lebih bernilai

Pada pendidikan formal, hasil pelajaran cenderung untuk di ukur dengan hasil test tertulis, apakah dibuat oleh guru atau menurut standar tertentu. Format dari tes ini cenderung yang paling mudah dan reliabel untuk di beri skor, seperti tes benar salah, pilihan ganda, mencocokkan dan format yang tertutup lainnya. Pembatasan instrumen seperti itu bahwa instrumen tersebut sangat bermanfaat terutama sekali untuk kemampuan kognitif sendiri dan khususunya kemapuan kognitif pada tingkatan yang rendah

 

Multiple Intelligences

Sementara itu, jenis pengetahuan, keterampilan dan sikap yang lebih beragam, mungkin akan bermanfaat bagi pelajar secara individu dan untuk masyarakat. Howard Gardner, sebagai contoh, menyarankan bahwa terdapat delapan tipe kecerdasan yang berbeda, dimana hanya dua yaitu linguistik (bahasa) dan logika matematis yang dipelajari dalam pendidikan formal. Sedangkan kecerdasan yang lain seperti musik, spasial (ruang), kinestetik, interpersonal, dan intrapersonal menjadi perhatian dari beberapa kurikulum sekolah dan universitas dan sejumlah besar sekolah-sekolah yang mencoba kurikulum berdasarkan teori Gardner. Bagaimanapun mereka biasanya tidak menjadi perhatian pada tes yang beresiko tinggi yang biasanya mendorong aktivitas pengajaran dari hari kehari. Konsekuensinya, referensi dari hasil pelajaran pada pendidikan formal cenderung merupakan pengatahuan yang sempit, terbatas, dan tingkatan yang rendah.

  • Mengklasifikasikan Domain dan Tingkatan Tujuan Pembelajaran.

Domain dan tingkatan tujuan pelajaran yang paling dikenal adalah Taxonomy Bloom. Dalam bentuk aslinya Bloom mengemukakan bahwa tujuan pendidikan dapat diklasifikasikan menjadi tiga domain yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Masing-masing, dapat dibagi menjadi banyak tingkatan, yang menggambarkan kemampuan dari yang paling sederhana sampai yang paling kompleks untuk masing-masing domain.

  • Belajar Permukaan versus Belajar Mendalam

Penetapan mengulang secara verbal sebagai tujuan instruksional merupakan permasalah utama yang dikontraskan oleh Edgar Dale yaitu antara buku teks modern pertama dengan pendidikan audiovisual. Perbedaan antara dua tipe belajar tersebut dapat dilihat pada tebel berikut:

  • Transfer Pelajaran dalam Pendidikan Formal

Teknologi dapat menolong pelajar tidak hanya menguasai keterampilan tingkat tinggi, akan tetapi juga menerapkan pengetahuan baru untuk situasi yang baru, khususnya untuk situasi diluar ruangan kelas – merujuk kepada transfer pelajaran. Penelitian terhadap situasi kognitif menyarankan bahwa apa yang dipelajari dalam konteks ruangan kelas cenderung terbatas pada seting tersebut kecuali pelajar memiliki kesempatan untuk mempraktekkan kemampuan baru dalam konteks yang serupa dengan dunia nyata. Hard Teknologi dalam bentuk simulasi berbasis komputer menawarkan cara untuk melibatkan pelajar secara virtual dalam suasana yang tidak dapat dipraktekkan atau mungkin mustahil untuk di duplikasikan dalam realita.

Teknologi pendidikan dapat meningkatkan kinerja tidak hanya pelajar akan tetapi juga siapa yang mendesain dan menyampaikan instruksi. Adapun manfaat teknologi pendidikan bagi guru atau desainer adalah sebagai berikut:

  • Mengurangi Waktu Instruksional
  • Menciptakan Instruksi yang Lebih Bermanfaat
  • Menciptakan Instruksi yang lebih Humanis
  • Menghargai Nilai-Nilai Manusiawi

Baca : 


Memfasilitasi Pembelajaran

 - 
Memfasilitasi Pembelajaran
Memfasilitasi Pembelajaran

Memfasilitasi Pembelajaran

Memfasilitasi Pembelajaran

Memfasilitasi Pembelajaran

 

Definisi saat ini dari teknologi pendidikan secara eksplisit

mengadopsi istilah memfasilitasi pembelajaran dalam rangka menekankan pemahaman bahwa pembelajaran dikontrol dan dimiliki oleh pelajar. Guru dan desainer dapat dan melakukan mempengaruhi pembelajaran, akan tetapi pengaruh tersebut bersifat fasilitatif dari pada kausatif. Istilah memfasilitasi pembelajaran diposisikan sebagai tujuan dari teknologi pendidikan.

 

Teori yang berbeda tentang pembelajaran dan instruksi menekankan variabel

yang berbeda dalam proses pembelajaran, maka memfasilitasi memiliki makna yang berbeda bagi masing-masing teori. Kerangka teori dipandang hanya sebagai perspektif yang berbeda terhadap belajar dan mengajar. Behaviorisme, kognitivisme, dan konstruktivisme masing-masing mendorong perhatian dan keberhasilan aplidasi dari teknologi pendidikan. Masing-masing menambahkan kepada kita pemahaman menyeluruh tentang bagaimana orang-orang belajar dan bagaimana instruksi dapat ditingkatkan.

Metode asesmen dan evaluasi merupakan hubungan yang penting dalam keberhasilan implementasi inovasi instruksional dari ahli behavioris, kognitivis, dan konstruktivis. Jika program inovatif diarahkan terhadap tujuan yang lebih dalam, tingkatan yang lebih tinggi, metakognisi, atau pengetahuan terapan, hasilnya tidak akan dapat diukur dengan tes kertas dan pensil (tertulis).

 

Meskipun sebagian besar diskusi pada buku ini dibatasi dalam istilah situasi instruksional

yang formal, definisi saat ini juga ditujukan untuk diterapkan pada situasi informal. Hal ini salah satu alasan mengapa definisi memilih istilah teknologi pendidikan daripada teknologi instruksional, menggunakan istilah dengan kontoasi yang lebih luas dalam rangka mencakup keduanya baik situasi pembelajaran yang direncanakan ataupun spontan.

 

Dalam memfasilitasi proses pembelajaran

meskipun tanpa memperhatikan perspektif teori yang sesuai, praktek teknologi pendidikan biasanya membantu atau menghalangi orang–orang yang berada dalam proses belajar. Dengan kata lain, kita melakukan apa yang kita lakukan sebagai ahli teknologi pendidikan tidak saja untuk memfasilitasi pembelajaran itu sendiri akan tetapi untuk memfasilitasi pembelajaran dengan audiens yang disengaja. Hal ini merubah penekanan dari menekankan pada proses menjadi penekanan pada orang-orang yang menunjukkan peningkatan fokus dan kesadaran dari para siswa sebagai pusat dari aktivitas kita sebagai ahli teknologi pendidikan. Ketika pelajar menjadi fokus, berlawanan dengan hardware, desain atau bahan-bahan, maka idea memfasilitasi pembelajaran juga harus fokus pada pelajar dan kemampuan serta tanggungjawab mereka. Pemikiran yang berpusat pada pelajar mengingatkan kita bahwa pelajarlah yang menjadi pusat pembelajaran. Sebagai instruktur dan desainer, kita dapat mengambil manfaat dari generalisasi tentang orang-orang dan cara mereka mungkin belajar. Dalam usaha kita untuk memfasilitasi pembelajaran, sebenarnya, kita harus mengetahui perbedaan individu. Kita tidak akan mampu untuk selalu memfasilitasi pembelajaran untuk orang tertentu, tapi kita tidak boleh lupa untuk memfasilitasi pembelajaran untuk tiap individu merupakan tujuan. Fasilitasi menyarankan kita untuk mengikuti dengan lebih lengkap terhadap para pelajar di dalam seting, mempertimbangkan konteks dan lingkungan, dan mencoba untuk menghubungkan desain kita dengan aspek sosial dan kultural dari seting yang kita desain atau menciptakan lingkungan pembelajaran. Keragaman pelajar akan ditujukan dan pembelajaran didukung melalui penggunaan hardware dan software, dan faktanya, hal ini menjadi tujuan integrasi teknologi kedalam lingkungan pembelajaran.

Sumber : http://bupropion.lo.gs/contoh-teks-eksplanasi-singkat-a165655880


Definisi dan Terminologi oleh AECT

 - 
Definisi dan Terminologi oleh AECT
Definisi dan Terminologi oleh AECT

Definisi dan Terminologi oleh AECT

Definisi dan Terminologi oleh AECT

Definisi dan Terminologi oleh AECT

Teknologi pendidikan adalah

studi dan praktek etik dari memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan menciptakan, menggunakan, dan mengatur proses dan sumberdaya teknologi yang tepat.

Dari definisi tersebut terdapat beberapa konsep penting diantaranya studi. Studi merujuk pada pengumpulan dan analisis informasi dibalik konsep tradisonal tentang penelitian, termasuk penelitian kualitatif dan kuantitatif dan juga bentuk disiplin inkuiri lainnya seperti pembuatan teori, analisa filosofis, investigasi sejarah, proyek pengembangan, analisis kesalahan, analisis sistem dan evaluasi.

 

Konsep kedua dari definisi tersebut adalah

praktek etik. Teknologi pendidikan telah sejak lama memiliki kode etik tersendiri. Komite etik dari AECT secara aktif telah mendefinisikan standar etika bidang ini dan menyediakan contoh kasus yang akan didiskusikan dan difahami. Kode etik profesional dari AECT termasuk didalamnya prisip bersedia untuk membantu para anggota baik secara individual maupun secara kolektif dalam memelihara tingkatan tinggi dari perilaku profesional.

Konsep berikutnya adalah memfasilitasi. Ketika terjadi perubahan tujuan pembelajaran di sekolah, perguruan tinggi, dan organisasi lainnya dari pembelajaran yang dangkal menjadi pembelajaran yang mendalam, lingkungan belajar harus menjadi lebih autentik. Dalam lingkungan ini, peran utama dari teknologi bukan hanya menyajikan informasi dan menyediakan latihan dan praktek (untuk mengontrol pembelajaran) akan tetapi untuk menyediakan ruang masalah dan alat-alat untuk mengeksplornya (untuk mendukung pembelajaran).

 

Konsep selanjutnya adalah

pembelajaran. Saat ini pembelajaran tidak hanya berupa mengingat informasi untuk tujuan tes dan perolehan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang digunakan diluar kelas. Salah satu elemen penting dari desain instruksional adalah mengidentifikasi tugas pembelajaran. Tugas pembelajaran dapat dikategorikan menurut berbagai macam taksonomi.

 

Konsep berikutnya adalah

meningkatkan. Teknologi pendidikan dalam upaya untuk meningkatkan kinerja dengan cara meningkatkan efektifitas. Efektifitas juga harus diikuti dengan efisiensi. Dimana hasil yang diperoleh dapat mengurangi waktu yang terbuang, upaya dan biaya. Dengan tingginya ekpektasi terhadap pembelajaran dan keberhasilan menjadi sesuatu yang penting dalam masyarakat, sesuatu yang lebih cepat lebih baik dari pada yang lambat dan lebih murah lebih baik dari pada yang lebih mahal.

Konsep berikutnya adalah kinerja, dimana kinerja merujuk pada kemampuan pelajar untuk menggunakan dan menerapkan kemapuan yang baru diperoleh. Teknologi pendidikan dapat membantu guru dan desainer untuk menjadi performer yang lebih baik dan mereka dapat membantu organisasi mencapai tujuan dengan lebih efektif dan efisien. Penggunaan peningkatan kinerja pada definisi ini tidak berarti bahwa teknologi pendidikan mencakup semua bentuk peningkatan kinerja. Sebagai pendukung bagi teknologi pendidikan seperti teknologi kinerja manusia (HPT), dimana terdapat berbagai bentuk intervensi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja.

Konsep berikutnya adalah menciptakan. Penciptaan merujuk pada riset, teori dan praktek yang dilibatkan dalam menciptakan bahan instruksional, lingkungan belajar dan sistem belajar mengajar yang lebih luas dalam setting yang berbeda baik formal maupun nonformal. Penciptaan dapat terdiri dari berbagai macam aktifitas tergantung dari pendekatan desain yang digunakan.

Konsep berikutnya adalah menggunakan, konsep ini merujuk pada teori dan praktek yang berhubungan dengan membawa pelajar melakukan kontak langsung dengan kondisi dan sumber balajar. Menggunakan dimulai dengan pemilihan sumberdaya dan proses yang tepat, (metode dan materi)

Konsep selanjutnya adalah

mengatur. Salah satu tanggung jawab profesional dalam bidang teknologi pendidikan adalah manajemen. Pada awalnya, kegiatan ini berbentuk mengarahkan penggunaan pusat audiovisual. Sebagai produksi media dan proses pengembangan instruksional menjadi lebih rumit dan berskala besar, mereka harus menguasi keterampilan manajemen proyek.

Berikutnya adalah konsep ketepatan. Konsep ini diterapkan pada proses dan sumberdaya, menunjukkan ketepatan dan kesesuaian dengan tujuan yang diharapkan. Konsep teknologi yang tepat digunakan secara luas dalam bidang pengembangan komunitas untuk merujuk pada alat-alat atau praktek yang lebih sederhana dan lebih memberikan solusi bagi permasalahan.

Selanjutnya adalah konsep teknologi. Teknologi didefinisikan sebagai aplikasi sistematis dari ilmu saintifik atau pengetahuan terorganisir yang lain untuk tugas praktek. Istilah teknologi dirubah dengan merujuk pada proses dan sumber daya. Yang pertama merubah proses, terdapat proses nonteknologi yang dapat digunakan dalam merencanakan dan melaksanakan instruksi, seperti proses pembuatan keputusan tiap hari yang dilakukan guru, yang mungkin sangat berbeda dari bidang ini. Teknologi pendidikan mendukung penggunaan proses yang telah diklaim memberikan hasil yang berharga, berdasarkan atas riset atau paling tidak pengembangan yang reflektif.

Selanjutnya adalah proses. Proses dapat didefinisikan sebagai kumpulan aktifitas diarahkan terhadap hasil spesifik. Teknologi pendidikan sering menggunakan proses spesifik untuk mendesain, mengembangkan, dan menghasilkan sumber belajar, digolongkan kedalam proses yang lebih luas dari pengembangan instruksional.

Beriktunya adalah sumberdaya. Sumberdaya dapat berupa orang-orang, alat-alat, teknologi dan bahan-bahan yang didesain untuk membantu pelajar. Sumberdaya dapat meliputi sistem ICT berteknologi tinggi, perpustakaan, kebun binatang, museum, dan orang-orang dengan pengetahuan dan keterampilan spesial.

Sumber : http://ecoledespirates.eklablog.com/teks-eksplanasi-a165655848