Home Pendidikan • Sikap Selektif terhadap Pengaruh Globalisasi

Sikap Selektif terhadap Pengaruh Globalisasi

 - 

Sikap Selektif terhadap Pengaruh Globalisasi

Sikap Selektif terhadap Pengaruh Globalisasi
Dalam jaman keterbukaan dan globalisasi, bangsa Indonesia wajib dapat bersikap selektif terhadap dampak masuknya budaya asing yang tidak sesuai bersama dengan kepribadian dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Pengaruh selanjutnya dapat berwujud positif atau negatif di di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama bangsa dan negara Indonesia. Pengaruh dari luar yang berwujud negatif, antara lain sebagai berikut;
Perilaku menyimpang yang melanggar moralitas, etika, dan kepatuhan.
Merebaknya penyakit sosial.
Pemakaian obat terlarang.
Kriminalitas internasional.
Pornografi dan dekadensi moral.
Imbas krisis perekonomian dan moneter.
Membanjirnya produk-produk luar negeri.

Oleh sebab itu, bangsa Indonesia wajib dapat menyeleksi bersama dengan baik dan teliti segala bentuk dampak dari luar yang masuk ke negara Indonesia. Bangsa Indonesia tidak barangkali menutup diri dari dampak internasional yang begitu cepat. Diperlukan Iptek yang canggih dari luar benar-benar untuk menyempurnakan kekurangan-kekurangannya di dalam pelaksanaan pembangunan nasional di segala bidang. Terbukanya pasar internasional bagi hasil produk di dalam negeri yang memiliki kelebihan komparatif merupakan kesempatan yang baik bagi bangsa Indonesia untuk mengekspor produk-produk di dalam negeri.

Tata nilai dan budaya asing akan masuk bersama dengan deras ke Indonesia, mestinya dapat diambil alih kegunaan atau keuntungannya. Apabila tidak memiliki ideologi yang kuat, kewaspadaan nasional yang tangguh, sumber daya manusia yang baik, maka bangsa Indonesia tidak dapat beroleh kegunaan dan keuntungan dari globalisasi.

Pendidikan nasional Indonesia dikehendaki dapat menghasilkan sumber daya manusia yang membawa mutu yang diperlukan memasuki kehidupan penduduk yang kompetitif. Yakni, manusia yang menguasai pengetahuan pengetahuan dan teknologi, dapat mengembangkan potensi diri, dapat berkompetisi sesama manusia di penduduk secara terbuka, memiliki kesadaran akan nilai positif dan negatif dari arus globalisasi serta memiliki daya tahan yang tangguh bersama dengan suatu identitas budaya yang kuat di dalam menghadapi dampak negatif globalisasi. Selain itu, bangsa Indonesia telah memilih nilai-nilai kepribadian luhur, pandangan hidup, dan ideologi bangsa yang telah dikukuhkan jadi dasar negara, yaitu Pancasila. Dengan demikian, Pancasila berperan membawa kemajuan serta kesejahteraan bangsa Indonesia.

Dalam jaman globalisasi dan keterbukaan bangsa Indonesia mengalami ada problem untuk membendung arus masuknya kebudayaan asing yang tidak sesuai bersama dengan kepribadian bangsa. Oleh sebab itu, kita wajib menyeleksi masuknya budaya asing selanjutnya bersama dengan Pancasila sebagai kepribadian bangsa dan pandangan hidup bangsa Indonesia.

Baca Juga :

Menag Imbau Sosialisasi Kebijakan Full Day School ‎Dilakukan dengan Baik
Menag Imbau Sosialisasi Kebijakan Full Day School ‎Dilakukan dengan Baik

Author:m7xap