Nasib 12 Guru Honor SMKN 2 Pariaman; Jangan kan Dapat THR, Gaji Tetap pun Tak Ada

 - 
Nasib 12 Guru Honor SMKN 2 Pariaman; Jangan kan Dapat THR, Gaji Tetap pun Tak Ada
Nasib 12 Guru Honor SMKN 2 Pariaman; Jangan kan Dapat THR, Gaji Tetap pun Tak Ada

Nasib 12 Guru Honor SMKN 2 Pariaman; Jangan kan Dapat THR, Gaji Tetap pun Tak Ada

Nasib 12 Guru Honor SMKN 2 Pariaman; Jangan kan Dapat THR, Gaji Tetap pun Tak Ada

Nasib 12 Guru Honor SMKN 2 Pariaman; Jangan kan Dapat THR, Gaji Tetap pun Tak Ada

Kepala SMKN 2 Pariaman, Sumbar, Arrahmi memastikan 12 guru honorer yang mengajar

di sekolahnya tidak akan mendapatkan THR (tunjangan hari raya).

”Jangan kan THR, gaji tetap saja mereka tidak ada. Sebab sesuai ketentuan Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar yang bisa dibayarkan gaji guru honorer dari dana BOS, khusus mereka yang sebelumnya telah mengantongi SK dari wali kota dan ada amprah gaji terakhir,” jelas Rahmi.

Saat pengelolaan SMA/SMK diambil alih provinsi, tak satu pun guru sukarela mendapatkan gaji tetap. Sementara sekolah pun tidak bisa menyiasati karena sekolah tak memiliki anggaran. ”Paling jika guru yang PNS terima THR, mereka secara pribadi memberikan sedikit buat guru sukarela,” bebernya.

Hal serupa diungkapkan Kepala SMAN 1 Pariaman Jaslidar yang memiliki 7 guru sukarela

. ”Tidak ada THR untuk guru tersebut karena sekolah tak memiliki dana, apalagi SMAN 1 Pariaman juga tak ada pungutan uang komite,” tambahnya.

Berbeda dengan Pemkab Dharmasraya yang memiliki 97 orang tenaga honorer daerah. Sampai pertengahan pekan kemarin, belum ada kepastian dapat THR atau tidak.

Pj Sekkab Dharmasraya Adlisman menyebutkan, dalam rapat internal Senin (28/5) ada keraguan terhadap Perpres yang dikeluarkan pemerintah.

”Dalam Perpres itu diarahkan THR bisa dibayarkan terhadap tenaga honor daerah yang di SK-kan

oleh bupati. Sementara dalam tiga tahun terakhir SK tenaga honor itu diubah, yakni di SK-kan langsung oleh masing-masing pimpinan SOPD tempat tenaga honor itu bertugas,” jelasnya.

Di sisi lain, kata dia, berdasarkan informasi melalui grup WA kepala BKD se-Sumbar juga ada arahan dari Kemendagri sekaitan pembayaran THR. ”Jadi kita akan konsultasi dulu, jika memang tidak menyalahi aturan kita akan bayarkan THR,” tegas Adlisman.

Bila setelah konsultasi dengan pemprov tidak ada persoalan, maka Senin (4/6) direncanakan THR tersebut segera dibayarkan. ”Besaran satu bulan gaji, namun rata-rata gaji tenaga honor di atas Rp 2 juta, berdasarkan lama masa kerja dan tingkat pendiddikan,” jelasnya

 

Baca Juga :


Pelajar dan Mahasiswa Menjadi Sasaran Peredaran Narkoba

 - 
Pelajar dan Mahasiswa Menjadi Sasaran Peredaran Narkoba
Pelajar dan Mahasiswa Menjadi Sasaran Peredaran Narkoba

Pelajar dan Mahasiswa Menjadi Sasaran Peredaran Narkoba

Pelajar dan Mahasiswa Menjadi Sasaran Peredaran Narkoba

Pelajar dan Mahasiswa Menjadi Sasaran Peredaran Narkoba

Saat ini para pelajar dan mahasiswa masih tetap menjadi sasaran peredaran narkoba

. Hal ini dikarenakan banyaknya para kaum muda ketika mengalami permasalahan mencari dan mengonsumsi narkoba.

“Ingat narkoba adalah sumber petaka, sumber masalah, sumber kejahatan. Sehingga dari sekarang tingkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu didampingi Bhabinkamtibmas Desa Sei Mencirim, Aiptu Yudi Lapian saat menjadi pembina upacara di SMK Negeri 1 Kutalimbaru yang berada di Jalan Pasar IX Desa Sawit Rejo Kutalimbaru, Deli Serdang, Senin ( 7/5/2018).

Dihadapan peserta upacara berjumlah 600 orang yang terdiri dari guru berjumlah 25 orang dan 575 pelajar

, Kapolsek yang melaksanakan program unggulan Kapolri police go to school ini juga mengajak peserta didik agar menghormati guru dan orangtua.

“Ingatlah bahwa guru itu adalah perpanjang tangan dari orangtuamu jangan sekali-sekali melawan apalagi sampai memukul guru itu sangat fatal,” tegasnya.

Mantan Waka Polsek Medan Barat ini juga mengingatkan kalau pada awal Februari 2018 lalu ada satu kejadian di salahsatu sekolah Torjun Sampang Madura. Dimana, seorang peserta didik memukul gurunya dan setelah peristiwa tersebut guru mengalami pendarahan di otak, sedangkan anak tersebut menjalani proses hukum dan sudah divonis 6 tahun penjara. Dengan adanya kejadian tersebut, tentunya telah mencoreng dunia pendidikan, membuat malu orangtua, keluarga, guru dan nama baik sekolah.

“Ini adalah contoh yang buruk jangan ditiru karena akan membuat masa depanmu gelap

. Sebagai generasi penerus harapan bangsa, sebagai kebanggaan orangtua dan keluarga para peserta didik harus terbiasa menaati aturan sekolah, sehingga sekolah ini akan melahirkan generasi generasi yang punya disiplin dan budi pekerti,” harapnya.

AKP Martualesi juga meminta kepada pelajar untuk meningkatkan semangat belajar hingga berhasil meraih cita-cita. Apalagi saat ini peserta dididik akan mengikuti ujian kenaikan kelas.

Selesai upacara seluruh stakeholders SMK 1 Kutalimbaru dipimpin Wakasek Kurikulum Lilik Subagio mewakili Kasek Sahrun mendeklarasikan menolak keras sekolah dijadikan tempat kampanye dan politik praktis, menolak hoax dan ujaran kebencian serta mendukung Pilkada damai 2018 dan Pilpres 2019. *

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/1zBe/history-of-the-singasari-kingdom


Gelar Try Out untuk Pelajar SMA se-Indonesia, PDI-Perjuangan: Tak Ada Kaitan Politik

 - 
Gelar Try Out untuk Pelajar SMA se-Indonesia, PDI-Perjuangan Tak Ada Kaitan Politik
Gelar Try Out untuk Pelajar SMA se-Indonesia, PDI-Perjuangan Tak Ada Kaitan Politik

Gelar Try Out untuk Pelajar SMA se-Indonesia, PDI-Perjuangan: Tak Ada Kaitan Politik

Gelar Try Out untuk Pelajar SMA se-Indonesia, PDI-Perjuangan Tak Ada Kaitan Politik

Gelar Try Out untuk Pelajar SMA se-Indonesia, PDI-Perjuangan Tak Ada Kaitan Politik

Dalam rangka membantu para siswa SMA masuk ke perguruan tinggi. Dewan Pimpinan Pusat

(DPP) PDI Perjuangan kembali menggelar Program Try Out Nasional Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBM-PTN) 2018.

Hal ini diungkapkan Ketua DPP Bidang Pemuda dan Olahraga Sukur H Nababan dalam konfrensi pers yang digelar di DPP PDIP, Jakarta, Kamis (26/4/2018).

“Program Try Out ini merupakan salah satu program kerja strategis DPP PDI-Perjuangan yang tujuannya untuk membantu pemerintah dalam menyukseskan program pendidikan nasional,” ujarnya.

Saat ditanya kenapa Try Out ini dilaksanakan menjelang pemilu dan pilpres 2019,

Sukur menjawab hanya kebetulan saja. “Pelaksanaannya secara kebetulan memang mendekati pemilu. Tapi sebenarnya program ini sudah berjalan sejak tahun lalu, jadi bukan ada agenda politik,” jelasnya.

Try Out ini kata dia, murni untuk memfasilitasi anak-anak SMA sederajat guna mempersiapkan mental dan psikologi saat menghadapi SBMPTN, kerena lanjut dia, suasana Try Out sama dengan suasana pada saat SBMPTMNnantinya.

“Kegiatan ini juga mempersiapkan para siswa-siswi agar paham bagaimana cara pengisian data-data pribadi dan datapengisian lembar jawaban pada saat SBMPTN nanti. Karena jujur saja, saat ini masih banyak siswa yang melakukan kesalahan pada saat mengisi data-data dan lembar jawaban,” tandasnya.

Selanjutnya, Try Out ini juga diharapkan menjadi alat ukur para siswa mengenai kemampuan

dan tujuan perguruantinggi. “Karena kami membuat soal-soal yang terukur dan identifikasi PTN saatTry Out. Kami juga memberikan pemahaman kepada siswa dalam menentukan universitas unggulan, Misalnya, daya tampung dan grade universitas,” tukasnya.

Materi Try Out inipun kata dia, yang disajikan hampir mirip dengan soal yang keluar dalam SBMPTN.

“Jadi kita sangat berkeinginan, agar kegiatan Try Out ini menjadi motor perubahan generasi muda untuk Indonesia. Sekali lagi saya tegaskan, DPP PDI-Perjuangan Bidang Pemuda dan Olahraga (Pora), sebelumnya telah menyelenggarakan Program Try Out Nasional secara serentak di seluruh Indonesia, pada tahun 2016, jadi bukan tahun ini saja,” tegasnya.

Kegiatan Try Out ini kata dia, juga pernah diikuti sekitar 300.000 pelajar yang dibuka langsung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri, pada 21 Mei 2016, di Goor Ciracas, Jakarta Timur.

“Dan Try Out SBMPTN 2016 lalu, kami bahkan mendapat ‘REKOR MURI dengan kategori peserta terbanyak yang dilakukan serentak Se- Indonesia,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/Yyj3/history-of-youth-oath-day-october-28-1928


Pengertian Sistem Eksresi

 - 
Pengertian Sistem Eksresi
Pengertian Sistem Eksresi

Pengertian Sistem Eksresi

Pengertian Sistem Eksresi

Pengertian Sistem Eksresi

Ekskresi adalah proses pengeluaran zat sisa metabolisme yang sudah tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh. Zat sisa metabolisme harus dikeluarkan agar tidak menjadi racun bagi tubuh. Zat-zat ini, antara lain CO2, garam-garam dan senyawa nitrogen yang disebut urea. Sistem yang bertugas mengeluarkan zat-zat ini disebut sistem ekskresi. Sistem ekskresi pada manusia dibentuk oleh beberapa organ, yaitu ginjal, hati, paru-paru dan kulit.

 Sistem ekskresi merupakan sistem pengeluaran sisa metabolisme tubuh yang diserap dan diangkut oleh darah dan dikeluarkan bersama urine, pernapasan dan keringat. Organ-organ ekskresi  di dalam tubuh bekerja maksimal untuk mengeluarkan zat sisa hasil metabolisme yang tidak berguna dari dalam tubuh..

  1.  Sistem Ekskresi Pada Hewan

Hewan juga melakukan metabolisme untuk melakukan aktifitas kehidupan.Metabolisme menghasilkan zat sisa yang harus dieksresikan dari tubuh. Setiap hewan memiliki cara yang berbeda untuk mengeksresikan sisa metabolisme.

  1. .Hewan sederhana (hewan berpori/porifera) bagian tubuh yang digunakan untuk mengatur konsentrasi cairan tubuhnya cukup dengan proses difusi dan osmosis langsung melalui membran sel.
  2.  Hewan bersel satu (misalnya AmoebaParamaecium), bagian tubuh yang digunakan dalam osmoregulasi adalah vakuola kontraktil melalui mekanisme difusi dan osmosis.
  3. Hewan darat, osmoregulasi terjadi melalui organ pengeluaran (ekskresi), berupa ginjal. Dalam hal ini ginjal berperan sebagai organ ekskresi dan osmoregulasi.
    Hewan vertebrata dan invertebrata air (amfibi, ikan, serangga) fungsi osmoregulasi melalui organ khusus seperti insang, kulit, bahkan usus.

Baca Juga : 


Jenis Komitmen Karyawan

 - 
Jenis Komitmen Karyawan
Jenis Komitmen Karyawan

Jenis Komitmen Karyawan

Jenis Komitmen Karyawan

Jenis Komitmen Karyawan

Jenis komitmen menurut Allen dan Meyer (Dunham.1994:370) terbagi atas tiga komponen, yaitu :
a. Komponen afektif berkaitan dengan emosional, identifikasi, dan keterlibatan pegawai di dalam suatu organisasi. Pegawai dengan afektif tinggi masih bergabung dengan organisasi karena keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi.
b. Komponen normatif merupakan perasaan pegawai tentang kewajiban yang harus diberikan kepada organisasi. Komponen normatif berkembang sebagai hasil dari pengalaman sosialisasi, tergantung dari sejauh apa perasaan kewajiban yang dimiliki pegawai. Komponen normatif menimbulkan perasaan kewajiban kepada pegawai untuk memberikan balasan atas apa yang pernah diterimanya dari organisasi.
c. Komponen continuance berarti komponen yang berdasarkan persepsi pegawai tentang kerugian yang akan dihadapinya jika meninggalkan organisasi. Pegawai dengan dasar organisasi tersebut disebabkan karena pegawai tersebut membutuhkan organisasi. Pegawai yang memiliki komitmen organisasi

 

dengan dasar afektif memiliki tingkah laku yang berbeda dengan pegawai dengan dasar continuance. Pegawai yang ingin menjadi anggota akan memiliki keinginan untuk berusaha yang sesuai dengan tujuan organisasi. Sebaliknya pegawai yang terpaksa menjadi anggota organisasi akan menghindari kerugian financial dan kerugian lain, sehingga mungkin hanya melakukan usaha yang tidak maksimal. Menurut Mowdey, Porter dan Steers, komitmen karyawan dikenal sebagai pendekatan sikap terhadap organisasi. Komitmen karyawan memiliki dua komponen yaitu sikap dan kehendak untuk bertingkah laku. Sikap mencakup identifikasi dengan organisasi yaitu penerimaan tujuan organisasi, di mana penerimaan ini merupakan dasar komitmen karyawan. Identifikasi pegawai tampak melalui sikap menyetujui kebijaksanaan organisasi, kesamaan nilai pribadi dan nilai-nilai organisasi, rasa kebanggaan menjadi bagian dari organisasi. Sikap juga mencakup keterlibatan seseorang sesuai peran dan tanggungjawab pekerjaan di organisasi tersebut. Pegawai yang memiliki komitmen tinggi akan menerima hampir semua tugas dan tanggungjawab pekerjaan yang diberikan padanya. Selain itu sikap juga mencakup kehangatan, afeksi, dan loyalitas terhadap organisasi merupakan evaluasi dari komitmen, serta adanya ikatan emosional dan keterikatan antara organisasi dengan pegawai. Pegawai dengan komitmen tinggi merasakan adanya loyalitas dan rasa memiliki terhadap organisasi.
Sedangkan yang termasuk kehendak untuk bertingkah laku adalah kesediaan untuk menampilkan usaha. Hal ini tampak melalui kesediaan bekerja melebihi apa yang diharapkan agar organisasi dapat maju. Pegawai dengan komitmen tinggi, ikut memperhatikan nasib organisasi. Keinginan juga termasuk kehendak untuk tetap berada dalam organisasi. Pada pegawai yang memiliki komitmen tinggi, hanya sedikit alasan untuk keluar dari organisasi dan berkeinginan untuk bergabung dengan organisasi yang telah dipilihnya dalam waktu lama.
Jadi seseorang yang memiliki komitmen tinggi akan memiliki identifikasi terhadap organisasi, terlibat sungguh-sungguh dalam pegawai dan ada loyalitas serta afeksi positif terhadap organisasi. Selain itu tampil tingkah laku yang berusaha ke arah tujuan organisasi dan keinginan untuk tetap bergabung dengan organisasi dalam jangka waktu lama.

Definisi komitmen menurut Beberapa ahli

 - 
Definisi komitmen menurut Beberapa ahli
Definisi komitmen menurut Beberapa ahli

Definisi komitmen menurut Beberapa ahli

Definisi komitmen menurut Beberapa ahli

Definisi komitmen menurut Beberapa ahli

Manajmen Sumber Daya Manusia. Beberapa definisi komitmen menurut Beberapa ahli:

a. Menurut Porter Komitmen karyawan adalah kekuatan yang bersifat relatif dari individu dalam mengidentifikasikan keterlibatan dirinya ke dalam bagian organisasi. Hal ini dapat ditandai dengan tiga hal yaitu :

1. Penerimaan terhadap nilai-nilai dan tujuan organisasi.
2. Kesiapan dan kesediaan untuk berusaha dengan sungguh-sungguh atas nama organisasi.
3. Keinginan untuk mempertahankan keanggotaan di dalam organisasi (Mowday.1982:27).

b. Menurut Richard M. Teers (Teers.1985:50) Komitmen karyawan adalah :
1. Rasa identifikasi yaitu kepercayaan terhadap nilai-nilai organisasi.
2. Keterlibatan yaitu kesediaan untuk berusaha sebaik mungkin demi kepentingan organisasi yang bersangkutan.
3. Loyalitas yaitu keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi.

Yang semuanya itu dinyatakan oleh pegawai terhadap organisasinya. Steers berpendapat bahwa komitmen karyawan merupakan kondisi di mana pegawai sangat tertarik terhadap tujuan, nilai-nilai, dan sasaran organisasinya. Komitmen karyawan lebih dari sekedar keanggotaan formal, karena meliputi sikap menyukai organisasi dan kesediaan untuk mengusahakan tingkat upaya yang tinggi bagi kepentingan organisasi demi pencapaian tujuan. Jadi komitmen karyawan mencakup unsur loyalitas terhadap organisasi, keterlibatan dalam pekerjaan, dan identifikasi terhadap nilai-nilai dan tujuan organisasi. Di samping itu komitmen karyawan mengandung pengertian sebagai suatu hal yang lebih dari sekedar kesetiaan yang pasif melainkan menyiratkan hubungan pegawai dengan perusahaan secara aktif. Karena pegawai yang menunjukkan komitmen tinggi memiliki keinginan untuk memberikan tenaga dan tanggungjawab yang lebih dalam menyokong kesejahteraan dan keberhasilan organisasinya.

Anak Rubah Belajar Berburu (Prancis)

 - 

Fabel Prancis Dan Yunani

Anak Rubah Belajar Berburu (Prancis)
Hari ini Ayah Rubah membawakan makanan untuk anaknya. Ia belum pernah mengajak anaknya berburu. Baginya, anaknya masih terlalu kecil. Anak Rubah harus berlatih dulu dengan ayahnya. Hal itu membuat Anak Rubah kesal. Padahal, ia berani berburu sendiri, bahkan tanpa ditemani ayahnya.

“Mulai besok kau akan Ayah ajari cara berburu. Ayah akan mengawalmu saat berburu;” ujar Ayah Rubah.

“Tapi Ayah, aku tak usah kau kawal. Aku bisa dan berani berburu sendiri,” jawab Anak Rubah. Tetapi, tetap saja Ayah Rubah tak membolehkan anaknya berburu sendiri. Ia takut Anak Rubah tertangkap para pemburu, dan hal itu sangat berbahaya.

Saat Ayah Rubah tidur, rupanya Anak Rubah diam-diam pergi berburu sendiri. Ia ingin membuktikan kepada ayahnya bahwa ia bisa berburu.

Anak Rubah berhasil menangkap seekor ayam yang besar. Ia pun pulang ke rumah dengan bangga.” Akan aku tunjukkan hasil tangkapanku ini kepada Ayah,” gumamnya.

Sementara itu, Ayah Rubah sedang gelisah. Ia khawatir dengan Anak Rubah. Saat Anak Rubah pulang, sang Ayah malah memarahinya.

“Kau tahu ini masih siang. Tak baik berburu saat siang. Kau bisa tertangkap oleh peternak ayam,” seru Ayah Rubah.

“Buktinya aku tak tertangkap, Ayah.” sangkal Anak Rubah. “Aku malah membawa ayam ini untukmu.”

“Tetapi tetap saja kau tak boleh seperti itu lagi. Nanti malam Ayah akan ajak kau untuk berburu ayam kalkun,” ucap Ayah.

Anak Rubah pun menunggu sampai malam. Akhirnya, ia pergi berburu dengan ayahnya. mereka pergi ke peternakan penduduk. Di sana ada seekor kalkun yang sangat besar.

“Ayo Ayah, tangkap kalkun itu,” bisik Anak Rubah.

Ayah Rubah memandang ke sekeliling. Duh, Anak rubah sudah tak sabar untuk menangkap ayam kalkun itu. Kenapa ayahnya harus menunggu lama, toh ayam kalkun itu sudah ada di depan mata, pikir Anak Rubah. Maka tanpa berpikir panjang, Anak Rubah pun langsung menangkap kalkun tersebut. Dan… aww… Anak Rubah terkena jebakan yang dibuat peternak!

Ayah Rubah segera menolong anaknya. Kemudian mereka lari kembali ke rumah.

“Itulah kenapa Ayah melarangmu pergi berburu sendiri. Kau harus lebih hati-hati setelah ini,” nasihat Ayah Rubah.

Anak rubah pun meminta maaf. Ia berjanji akan selalu mendengarkan perkataan ayahnya

Baca Juga : 

In P.Umum

Tips Mengajak Anak Nonton Pertunjukan

 - 

Tips Mengajak Anak Nonton Pertunjukan

Galau nonton film atau peragaan lain sebab khawatir anak menciptakan ulah? Sebetulnya, kegalauan ini dapat diminimalkan andai Anda menyuruh anak nonton peragaan sejak ia sudah lumayan usia. Anda melulu perlu merealisasikan 5 tips inilah ini.

Perhatikan umur anak

Berapa umur yang tepat untuk menyuruh anak merasakan sebuah pertunjukan? Paling cepat umur 3 tahun barulah Anda dapat membawa si kecil pergi ke bioskop, gedung kesenian, atau meet and greet dengan figur idolanya. Pada umur ini, anak sudah dapat duduk tenang lebih lama dan menyimak sesuatu dengan saksama. Ia pun sudah mengetahui isi percakapan yang didengarnya dan memahami apa yang ia lihat. Ini menjadi modal penting untuk anak dalam mengekor jalan kisah pertunjukan tersebut.

Kenali tipe atau ciri khas anak

Setelah meyakinkan umur anak cukup, kenali tipe atau ciri khas anak. Dengan mengetahui karakternya, Anda dapat memilih jenis peragaan yang berkeinginan ditonton. Apabila anak masih fobia gelap dan gampang terganggu suara bising, tunda dulu acara nonton bioskop. Coba dulu dengan meet and greet bareng tokoh idolanya. Bisa pun Anda mengerjakan uji coba guna mengetes seberapa jauh si kecil dapat menyesuaikan diri dengan kondisi bioskop. Tidak hingga tuntas tidak apa-apa, namun Anda tahu sejauh mana ia dapat bertahan dengan situasi tersebut.

Jenis peragaan yang sesuai

Tidak semua peragaan sesuai guna usia anak. Pertunjukan dengan alur dinamis lebih pas bila disaksikan si kecil, sebab ia jadi terus terjaga dan tidak gampang bosan. Beberapa jenis peragaan yang tepat antara beda meet and greet dengan karakter idolanya (Hi-5, Micket Mouse, My Little Pony, Bima Satria Garuda, dll.), operet atau peragaan musikal, sirkus, unjuk ketangkasan ragam satwa, tarian, dan musik. Durasi peragaan ideal untuk anak ialah 90 – 120 menit per pertunjukan. Lewat dari itu, anak tentu mulai bosan.

Informasi dan aturan main

Sebelum menyaksikan pertunjukan, usahakan guna menyampaikan sejumlah informasi urgen dan aturan main berhubungan tata tertib menonton. Mulai dari apa yang bakal ditonton, durasi pertunjukan, sampai apa yang mungkin hadir selama pertunjukan. Demikian pula dengan aturan main yang butuh ia patuhi, laksana duduk tenang, tidak berteriak, dan tidak santap minum dalam lokasi pertunjukan. Sampaikan urusan ini mulai H-7 sampai sebelum berangkat ke lokasi pertunjukan.

Kondisi tubuh anak

Pastikan anak sedang tidak sakit atau keletihan saat menonton. Salah-salah ia justeru tertidur dan tidak dapat menikmati jalan kisah pertunjukan tersebut. Termasuk di dalam ini ialah bagaimana meyakinkan ia lumayan makan minum dan lumayan tidur sebelum peragaan dimulai.

Sumber : http://eve-search.com/externalLink.asp?l=https://www.pelajaran.co.id/


Tips Belajar yang Menyenangkan Pada Anak Usia Dini

 - 

Tips Belajar yang Menyenangkan guna Anak Usia Dini

Belajar adalahsebuah kegiatan yang terus dilaksanakan manusia, hampir di sepanjang hidupnya. Bentuk dan metodenya saja yang bertolak belakang pada setiap tahapan usia. Artikel ini bakal mengulas tentang bagaimana membuat suasana belajar yang menyenangkan, guna anak umur 2 – 6 tahun, atau kerap dinamakan sebagai umur dini. Simak pembahasan lengkapnya pada serangkaian tips berikut.

Ciptakan Suasana yang Kondusif
Suasana yang tidak kaku dan riang bakal menumbuhkan motivasi belajar anak. Rasa nyaman serta keceriaan menimbulkan emosi positif dan perasaan gembira, menciptakan otak lebih gampang menyerap seluruh informasi yang diberikan. Anak jadi lebih siap menerima pelajaran.

Sesuaikan Kegiatan Belajar dengan Kondisi Perkembangan Anak
Pada umur dini, anak memiliki ciri khas yang unik. Memiliki rasa hendak tahu yang kuat tetapi daya perhatiannya pendek. Senang bereksplorasi, berjiwa petualang, tapi pun masih mudah putus asa dan tidak cukup pertimbangan dalam bertindak.

Ajak anak belajar hal-hal simpel yang tidak memerlukan perhatian terlampau lama. Buat anak tercebur secara aktif dalam pekerjaan belajar yang menyenangkan. Manfaatkan rasa hendak tahunya guna mengeksplorasi sesuatu, contohnya belajar mengenal benda-benda di sekitarnya. Biarkan daya imajinasinya menolong mencerna latihan yang diberikan, sebab pada umur ini lazimnya anak-anak kaya bakal fantasi.

Menggunakan Otak Kanan dan Otak Kiri Secara Seimbang
Teori edukasi terbaru mengaku bahwa benak akan bekerja secara lebih optimal saat otak kanan dan benak kiri dipergunakan secara bersamaan. Otak kanan biasa dipakai untuk berpikir, mengelola data berhubungan perasaan, emosi, dan seni. Sedangkan benak kiri kegunaannya lebih pada mengubah data seputar sains, hitungan, dan segala yang sehubungan dengan logika.

Kegiatan belajar yang melulu melibatkan benak kiri, bakal membosankan sampai membuat anak bosan dan mengantuk. Sementara andai melulu benak kanan, barangkali anak bakal senang karena tidak sedikit bernyanyi namun ilmu yang masuk melulu sedikit. Baiknya memang mengombinasikan keduanya, benak kanan dan kiri, untuk membuat suasana belajar yang menyenangkan.

Suasana Alfa
Gelombang alfa merupakan satu dari tiga gelombang yang dipancarkan benak manusia. Pancaran ketiga gelombang tadi diprovokasi oleh kondisi jasmani dan psikis. Gelombang alfa memancar saat manusia dalam suasana tenang. Anak bakal lebih mudah memahami pelajaran dalam keadaan alfa. Ini dapat didapat contohnya lewat buaian lembut musik klasik.

Sumber : http://eurica.com.ua/go.php?https://www.pelajaran.co.id/


Kemenag Rekrut Guru dan Pembina Asrama MAN

 - 
Kemenag Rekrut Guru dan Pembina Asrama MAN
Kemenag Rekrut Guru dan Pembina Asrama MAN

Kemenag Rekrut Guru dan Pembina Asrama MAN

Kemenag Rekrut Guru dan Pembina Asrama MAN

Kemenag Rekrut Guru dan Pembina Asrama MAN

Kementerian Agama melalui Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan,

dan Kesiswaan (KSKK) Ditjen Pendidikan Islam menggelar seleksi Guru dan Pembina Asrama Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC). Seleksi digelar serentak, Sabtu (03/06), di 20 MAN IC yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia.

Seleksi nasional ini diikuti 752 peserta. Mereka akan memperebutkan 146 formasi yang tersedia. Peserta yang lolos seleksi akan ditempatkan sebagai guru dan pembina asrama bagi 3 MAN IC baru yang akan beroperasi pada tahun pelajaran 2017/2018, selain juga memenuhi kekurangan pada 17 MAN IC lainnya.

Direktur KSKK M. Nur Kholis Seiawan mengatakan, rekrutman guru dan pembina asrama menjadi etape penting bagi langkah strategis Kementerian Agama membangun MAN IC sebagai madrasah unggulan. Dia berharap seleksi nasional ini mampu menjaring profil guru dan pembina asrama yang memiliki komitmen ke-Islaman dan keindonesiaan, professional, jiwa juang yang tinggi, serta ketrampilan sosial yang mumpuni.

Bagi Nur Kholis, komitmen mutu menjadi kata kunci dalam mewujudkan pendidikan

yang unggul. Kepada para petugas seleksi, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga ini berpesan agar objektif dalam melakukan wawancara dan mikro teaching sehingga hasilnya akan memuaskan.

Kepala MAN IC Sambas Kalbar Mursidin mengatakan, seleksi guru dan pembina asrama di MAN IC Sambas diikuti 72 peserta. Dari jumlah itu, akan diambil 14 guru dan 2 pembina asrama.

“Saya sangat bergembira, animo sarjana yang ingin menjadi guru MAN IC

dari tahun ke tahun meningkat bahkan kali ini ada peserta yang berasal dari Jakarta,” katanya.

Ketua PMU MAN IC Abdullah Al-Kholis menerangkan, 752 peserta seleksi ini tersebar di 20 MAN IC, yaitu:

Pertama, MAN IC yang beroperasi pada tahun pelajaran 2015/2016:
1. MAN Siak Riau_80 peserta,
2. MAN IC Paser Kaltim_48 peserta,
3. MAN IC Bangka Tengah Kep. Bangka Belitung_21 peserta,
4. MAN IC Aceh_41 peserta,
5. MAN IC OKI Sumatera Selatan_33 peserta, dan
6. MAN IC Kota Pekalongan_101 peserta.

Kedua, MAN IC yang beroperasi pada tahun pelajaran 2016/2017:
1. MAN IC Kota Batam Kepri_33 peserta,
2. MAN IC Padang Pariaman Sumbar_25 peserta,
3. MAN IC Tanah Laut Kalsel_16 peserta,
4. MAN IC Kota Kendari Sulawesi Tenggara_9 peserta,

5. MAN IC Sorong Papua Barat_19 peserta,
6. MAN IC Sambas Kalbar_72 peserta,
7. MAN IC Palu Sulawesi Tengah_18 peserta, dan
8. MAN IC Bengkulu_37 peserta.

Ketiga, MAN IC yang akan beroperasi pada tahun pelajaran 2017/2018:
1. MAN IC Mataram_51 peserta,
2. MAN IC Medan_38 peserta, dan
3. MAN IC Maluku Utara_22 peserta.

Keempat, MAN IC generasi awal:
1. MAN IC Serpong_11 peserta,
2. MAN IC Gorontalo_22 peserta, dan
3. MAN IC Jambi_55 peserta.

Seleksi calon Guru dan Pembina MAN IC dilaksanakan pada tanggal 3 – 4 Juni 2017. Ada tiga materi tes, yaitu tes tertulis, wawancara, dan mikro teaching.

 

Baca Juga :