Home Pendidikan • Ekonomi Cina Melambat, RI Kena Dampaknya

Ekonomi Cina Melambat, RI Kena Dampaknya

 - 
Ekonomi Cina Melambat, RI Kena Dampaknya
Ekonomi Cina Melambat, RI Kena Dampaknya

Ekonomi Cina Melambat, RI Kena Dampaknya

Ekonomi Cina Melambat, RI Kena Dampaknya

Ekonomi Cina Melambat, RI Kena Dampaknya

Perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat (AS) berdampak

pada perdagangan Indonesia. Ekonom memproyeksikan kondisi demikian akan berlangsung lima tahun ke depan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Maaruf Amin.

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Andry Satrio Nugroho mengatakan, kondisi untuk mengantisipasi dampak perang dagang Cina dan AS yang tak kunjung berakhir bakal sangat berat. Hal itu karena komposisi mentri kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 masih belum dalam kondisi ideal.

Kenapa demikian? Karena bila melihat posisi strategi penopang industri Indonesia seperti Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) masih diisi dari kalangan partai.

“Idealnya posisi ini berasal dari profesional. Jika memang ingin dari partai

, tentu perlu dipilih dengan latar belakang dan keahlian yang mumpuni. Pemilihan wamen yang idealnya dari kalangan profesional dan pejabat karir pun hanya sebagian yang dipenuhi,” ujar Andry kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (27/10).

Lanjut Andry, bahwa tidak ada yang mengira perang dagang dengan AS mampu menekan pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga Cina menjadi yang terendah selama 27 tahun. Perdagangan Cina sudah mengarah pada perlambatan. Pada September, pertumbuhan ekspor Cina menurun 3,2 persen, sementara impornya menurun hingga 8,5 persen dibanding tahun lalu. Tentunya, penurunan pertumbuhan ekspor terbesar terjadi dengan AS dengan penurunan sebesar 7,8 persen, dan impor menurun hingga sebesar 31,2 persen.

Jika ditelusuri lebih lanjut, kata Andry, pelemahan indikator

perdagangan ini disebabkan oleh pengenaan tarif yang tinggi oleh AS terhadap komoditas impor dari Cina. Kondisi ini memaksa industri domestik Cina untuk mengencangkan ikat pinggang. Beberapa diantaranya memilih untuk relokasi pabrik serta basis produksinya ke beberapa negara sekitar seperti India, Vietnam, Thailand dan Malaysia demi tetap masuk ke pasar AS.

 

Sumber :

https://t.me/belajarngeblogbareng/16

Author:m7xap