Home Pendidikan • Hukum Kodrat

Hukum Kodrat

 - 
Hukum Kodrat
Hukum Kodrat

Table of Contents

Hukum Kodrat

Hukum Kodrat

Hukum Kodrat

Pemikir zaman dahulu umumnya menerima suatu hukum yang berbeda dari pada Hukum positif, yang disebut hukum alam atau hukum Kodrat. Hukum itu tidak tertulis namun ditanggapi orang sebagai Hukum.disebabkan apa yang termasuk aslm manusia sendiri, yakni Kodratnya. Hukum juga tidak berubah untuk segala jaman. Hukum itu lebih kuat dari hukum positif , sebab menyangkutr makna kehidupan manusia itu sendiri karenanya hukum itu mendahului huku yang dirumuskan dalam undang-undang dan berfungsi sebagai azas bagi nya (Hukum adalah aturan)

                   Perkembangan Hukum Kodrat dalam Sejarah:

  1. Zaman Klasik (Aristoteles, Warga polis yang mempunyai hak yuridis)
  2. Zaman Pertengahan (Thomas Aquinas, prinsip segala hukum positif yang berhubungan dengan manusia dan dunia sebagai ciptaan).
  3. Zaman Rasionalisme (Hukum kodrat sebagai pernyataan akal budi praktis manusi).
  4. Awal Abad XX (Messenener, Hukum kodrat sama dengan hukum prinsip dasar bagi kehidupan social individual)

Karena  pada zaman sekarang ini diterima adanya prinsip yang harus digunakan dalam penyusunan peraturan, tetapi prinsip itu pada umumnya tidak dipandang lagi sebagai prinsip abadi. Hanya prinsip umum saja yang dipandang sebagai prinsip dasar, misalnyaHak Manusia menghadapa pengadilan. Maka hanya sedikit yang natural Law.Namun dilakukan penggantian prinsip hukum kodrat yang lama yang sekarang ini menjadi prinsip , Keadila, Kejujuran, Kesopanan dll yang terkandung dalam etika yang berfungsi sebagai dasar dan Norma Hukum yang emiliki ketetapan, akan tetapi juga suatau kelonggaran untuk berubah sesuai dengan Zaman.

Karenanya para ahli hukum senantiasa berusaha untuk melembagakan (menginstutisonolasisaikan) prinsip hukum yang memamsukkan nya kedala undang – undang yang tentu saja prinsip yang lama  menjadi bahan pertimbangan bagi para ahli rasional, mereka itu dnegan mudah memasukkan kedalam tata hukum.

Dengan adanya usaha melembagakan prinsip hukum, dapat terjadi bahwa prinsip yang belum dikodifikasikan dianggap sebagai hukum yang berlaku, yakni sebagai hukum kodrat.  Para penganut positive cenderung untuk memandang prinsip hukum sebagai prinsip regulative saja, yakni prinsip yang berfungsi sebagai pedokan bagi terbentuknya hukum.Artinya Prinsip tersebut harus diindahkan pada saat undang –undang itu dibetuntuk, akan tetapi bila tidak diindahkan , undang-undang yang yang disetujui tetap berlaku juga.

Sumber : https://merkbagus.id/

Author:m7xap