Home Pendidikan • JK :Universitas Jangan Ketinggalan Revolusi Industri 4.0

JK :Universitas Jangan Ketinggalan Revolusi Industri 4.0

 - 
JK Universitas Jangan Ketinggalan Revolusi Industri 4.0
JK Universitas Jangan Ketinggalan Revolusi Industri 4.0

JK :Universitas Jangan Ketinggalan Revolusi Industri 4.0

JK Universitas Jangan Ketinggalan Revolusi Industri 4.0

JK Universitas Jangan Ketinggalan Revolusi Industri 4.0

Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan, di era revolusi industri 4.0, otomatisasi memang tidak bisa dihindari.

Ada beberapa pekerjaan yang bakal diambil alih oleh mesin atau robot, sehingga manusia bisa kehilangan pekerjaan.

Meski begitu, Jusuf Kalla meyakini bahwa pekerjaan yang hilang nantinya juga akan melahirkan pekerjaan-pekerjaan baru. Ia memberi contoh apa yang terjadi di industri telekomunikasi. Saat penggunaan telepon genggam masih terbatas, usaha Warung Telekomunikasi (Wartel) sangat diminati. Namun, ketika penggunaan telepon genggam semakin meningkat, bisnis Wartel perlahan mati, digantikan oleh counter penjualan pulsa hingga Warung Internet (Warnet).

Otomation susah dihindari, karena itu merupakan bagian dari industri,” kata Jusuf Kalla,

di acara seminar Penyiapan Sumber Daya Manusia Indonesia Menghadapi Revolusi Industri Ke-4 yang digelar Himpunan Organisasi Alumni PTN Indonesia (Himpuni), di Jakarta, Senin (14/1).

Perubahan besar ini menurut Jusuf Kalla harus dipahami dengan baik oleh setiap universitas. Jangan sampai ilmu-ilmu yang diajarkan kepada para mahasiswa sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan zaman.

“Masih banyak universitas, fakultas teknik-nya atau bahkan politeknik, itu praktiknya menggunakan

peralatan yang analog, padahal sekarang ini serba digital. Tentunya ini semua membutuhkan perubahan-perubahan yang besar,” kata JK.

Jusuf Kalla juga berharap para alumni universitas bisa mempunyai hubungan baik dengan almamater masing-masing, sehingga bisa memberikan input yang sesuai. Di sisi lain, universitas juga perlu memberikan input yang baru kepada para alumninya. Seperti memberikan kursus-kursus terkait perkembangan ekonomi yang sangat dinamis.

Sementara itu menurut Kepala Bappnenas, Bambang Brodjonegoro, Revolusi Industri 4.0 sudah pasti akan menyebabkan transformasi di pasar tenaga kerja. Namun, lahirnya bisnis-bisnis baru seperti e-commerce juga akan menciptakan banyak lapangan pekerjaan baru.

“Revolusi industri seolah-olah isinya ancaman semua. Seolah kita akan punya banyak pengangguran, kalau kita tidak mengupgrade kualitas tenaga kerja kita. Tetapi, di sisi lain, dengan makin kuatnya e-commerce, akan tercipta 26 juta lapangan pekerjaan baru sebagai akibat dari berkembangnya e-commerce,” ujar Bambang.

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/

Author:m7xap