Home Pendidikan • Kampanye “Mari Bicara, Indonesia!” Diluncurkan

Kampanye “Mari Bicara, Indonesia!” Diluncurkan

 - 
Kampanye “Mari Bicara, Indonesia!” Diluncurkan
Kampanye “Mari Bicara, Indonesia!” Diluncurkan

Kampanye “Mari Bicara, Indonesia!” Diluncurkan

Kampanye “Mari Bicara, Indonesia!” Diluncurkan

Kampanye “Mari Bicara, Indonesia!” Diluncurkan

SariWangi meluncurkan kampanye “Mari Bicara, Indonesia!” di Jakarta, Selasa

(15/1). Kampanye ini mengajak masyarakat menemukan persamaan dalam keberagaman melalui keterbukaan dan komunikasi.

Senior Brand Manager Tea PT Unilever Indonesia Tbk, Johan Lie menyatakan kampanye itu telah digaungkan secara konsisten sejak 10 tahun lalu. Kampanye ini menginspirasi masyarakat Indonesia untuk menciptakan keharmonisan dan kebersamaan dalam keluarga.

Tahun ini berbagai momen penting di Indonesia menajamkan potensi perbedaan pandangan dan pendapat. “Karena itu, SariWangi mengajak masyarakat saling bicara untuk menemukan kebersamaan, sehingga toleransi dalam masyarakat tetap terjaga,” tutur Johan.

Melalui kampanye tersebut, pihaknya mengajak masyarakat berpartisipasi

menyumbangkan aspirasi dan pesan tentang keberagaman

“Kami akan menggaungkan pesan dan aspirasi itu ke masyarakat luas. Kontribusi ini diharapkan memberikan perubahan yang baik buat Indonesia.  Kami percaya secangkir teh dapat menghangatkan suasana bahkan dalam percakapan sulit, dan menstimulasi adanya komunikasi yang baik. Kehangatan suasana menginspirasi masyarakat untuk menemukan persamaan yang mendekatkan,” kata Johan.

Pakar ilmu sosial, budaya dan komunikasi Universitas Indonesia, Devie Rachmawati yang hadir pada kampanye itu menyatakan perbedaan dalam bermasyarakat merupakan hal wajar. Namun, Indonesia memiliki semangat Bhinneka Tunggal Ika yang sangat kuat sebagai pemersatu bangsa. Komunikasi atau saling bicara di antara sesama warga bangsa merupakan kunci menemukan persamaan dalam keberagaman.

“Komunikasi dapat mulai diterapkan dari unit terkecil, yaitu keluarga. Ibu dan ayah merupakan sosok sangat penting untuk menanamkan nilai dalam keluarga bahwa keterbukaan dan perbedaan membuat masyarakat Indonesia lebih kaya dan kuat,” katanya.

Hasil survei SariWangi pada 2018 menunjukkan sebanyak 64 persen responden

mengakui pernah ataupun berpikir untuk memutuskan hubungan dengan orang terdekatnya karena alasan perbedaan. Namun, 96 persen mengakui bahwa perbedaan itu seharusnya dapat diperbaiki. “Kami ingin mengajak masyarakat Indonesia berpartisipasi menyuarakan aspirasinya untuk masa depan Indonesia yang merangkul keberagaman dan menemukan persamaan,” katanya.

Dapat Dibicarakan
Di sela-sela peluncuran “Mari Bicara, Indonesia”, duta kampanye SariWangi, Mona Ratuliu membagikan pengalamannya merangkul perbedaan dalam keluarga. “Saya dan suami melihat beda pendapat dalam berumah tangga merupakan hal yang wajar. Perbedaan latar belakang saya dan Indra membuat kami sering melihat sesuatu dari sudut pandang berbeda. Namun, kami yakin perbedaan dapat dibicarakan, demi diri sendiri, keluarga, dan anak-anak. Keluarga kami selalu membiasakan diri untuk berpendapat, walaupun saling bertentangan. Bagi kami, hal ini adalah sebuah proses yang semakin mendekatkan keluarga,” katanya.

Perjalanan kampanye tersebut diawali pada 2008 dengan “Mari Bicara – Pasangan”. Kampanye ini mengajak keluarga Indonesia melakukan obrolan tatap muka membangun kebersamaan yang berkualitas. Dua tahun kemudian, 2010, ada “Mari Bicara – Keluarga” yang mengajak keluarga berkomunikasi dengan baik untuk mengutarakan isi hati.

Selain itu, ada gerakan “15 Minutes a Day” untuk mengajak keluarga Indonesia meluangkan waktu setidaknya 15 menit setiap hari untuk duduk bersama keluarga dan berbagi cerita ditemani secangkir teh. SariWangi juga mendorong “Berani Bicara – Mengungkapkan Isi Hati”.

 

Baca Juga :

 

Author:m7xap