Profesionalisasi Kepala Sekolah

 - 

Profesionalisasi Kepala Sekolah

Idealnya menjadi Kepala Sekolah Profesional harus memahami secara komprehensif bagaimana kinerja dan kemampuan manajerialnya dalam memimpin sebuah sekolah sehingga sekolah itu bernuansa sekolah yang berbudaya. Kualitas SDM sangat dipengaruhi oleh pendidikan. Dengan demikian bidang pendidikan merupakan bidang yang menjadi tulang punggung pelaksanaan pembangunan nasional. Tujuan pendidikan, khususnya di Indonesia merupakan membentuk manusia seutuhnya yang Pancasilais (UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003), dimotori oleh pengembangan afeksi. Tujuan khusus ini hanya bias ditangani dengan ilmu pendidikan bercorak Indonesia sesuai dengan kondisi Indonesia dan dengan penyelenggaraan pendidikan yang memakai konsep sistem.

Tugas dan tanggung jawab
Menurut Sergiovanni (1991), mengasingkan tugas kepala sekolah menjadi dua, yaitu tugas dari sisi administrative process atau proses administrasi, dan tugas dari sisi task areas bidang garapan pendidikan. Tugas merencanakan, mengorganisir, meng-koordinir, menggarap komunikasi, mempengaruhi, dan menyelenggarakan penilaian merupakankomponen-komponen tugas proses.

Program sekolah, siswa, personel, dana, fasilitas fisik, dan hubungan dengan masyarakat merupakankomponen bidang garapan kepala sekolah dasar. Di sisi lain, sesuai dengan konsep dasar pengelolaan sekolah, Kimbrough & Burkett (1990) mengucapkan enam bidang tugas kepala sekolah dasar, yaitu mengelola pengajaran dan kurikulum, mengelola siswa, mengelola personalia, mengelola fasilitas dan lingkungan sekolah, mengelola hubungan sekolah dan masyarakat, serta organisasi dan struktur sekolah.

Berdasarkan landasan teori tersebut, dapat digarisbawahi bahwa tugas-tugas kepala sekolah dasar dapat diklasifikasi menjadi dua, yaitu tugas-tugas di bidang administrasi dan tugas-tugas di bidang supervisi.

Tugas di bidang administrasi merupakan tugas-tugas kepala sekolah yang berkaitan dengan pengelolaan bidang garapan pendidikan di sekolah, yang merangkum pengelolaan pengajaran, kesiswaan, kepegawaian, keuangan, sarana-prasarana, dan hubungan sekolah masyarakat. Dari keenam bidang tersebut, bisa diklasifikasi menjadi dua, yaitu mengelola komponen organisasi sekolah yang berupa manusia, dan komponen organisasi sekolah yang berupa benda.

Tugas di bidang supervisi merupakan tugas-tugas kepala sekolah yang berkaitan dengan pembinaan guru untuk perbaikan pengajaran. Supervisi merupakansuatu usaha menyerahkan pertolongan untuk guru untuk memperbaiki atau meningkatkan proses dan situasi belajar mengajar. Sasaran akhir dari kegiatan supervisi merupakan meningkatkan hasil belajar siswa.

Sebagai seorang pejabat formal, kepala sekolah mempunyai tanggung jawab terhadap atasan, sesama rekan kepala sekolah atau lingkungan bersangkutan, dan guna bawahan. Dalam hal ini Wahjosumidjo mengaku dalam bukunya yang berjudul “Kepemimpinan Kepala Sekolah” sebagai berikut: kepala sekolah sebagai pemimpin suatu lembaga edukasi mempunyai tanggung jawab guna 3 pihak yaitu :

1. Kepada atasan Seorang kepala sekolah mempunyai atasan yaitu atasan langsung dan atasan yang lebih tinggi. Karena kedudukannya yang terbelenggu untuk atasan atau sebagai bawahan, maka seorang kepala sekolah mempunyai tugas dan tanggung jawab berikut ini :

  • Wajib loyal dan melaksanakan apa yang digariskan oleh atasan;
  • Wajib berkonsultasi atau memberikan laporan mengenai pelaksanaan tugas yang menjadi tanggung jawabnya;
  • Wajib tidak jarang kali merawat hubungan yang memiliki sifat hirarki antara kepala
    sekolah dan atasan.

2. Kepada sesama rekan kepala sekolah atau instansi bersangkutan untuk menjaga hubungan dan menjalin kerja sama yang baik untuk meningkatkan kualiats pendidikan lembaga yang dipimpinnya maka kepala sekolah mempunyai tugas dan tanggung jawab antara lain :

  • Wajib mengasuh hubungan kerja sama yang baik dengan seluruh kepala sekolah yang lain;
  • Wajib mengasuh hubungan kerja sama yang sebaik-baiknya dengan lingkungan baik dengan instansi bersangkutan maupun tokoh-tokoh masyarakat dan BP3.

3. Kepada bawahan Kepala sekolah berkewajiban menciptakan hubungan yang sebaik-baiknya dengan seluruh guru, staf, dan siswa. Sebab esensi kepemimpinan merupakan kepengikutan atau orang yang mempunyai loyalitas untuk mempengaruhi bawahannya.Selain itu kepala sekolah harus mengembangkan sumber daya seluruh guru dan staf dengan membuat program-program peningkatan kualitas seluruh guru dan staf sehinga bisa menjadi guru dan staf yang professional. Penyediaan sarana dan prasarana yang mencukupi pun mesti dilakukan kepala sekolah untuk menunjang kreatifitas anak didik. Pada umumnya kepala sekolah menggunakan gaya gabungan antara pembagian tugas dan hubungan manusiawi. Pembagian tugas merupakanstrategi kepala sekolah yang lenih mengutamakan setiap tugas dapat dilaksanakan dengan baik oleh masing-masing elemen yang terlibat dalam lembaga yang dipimpinnya. Sedangkan gaya hubungan manusiawi lebih mengutamakan pemeliharaan manusiawi dengan masing-masing tenaga pendidikan.

Untuk itu kepala sekolah harus mengetahui tugas-tugas yang harus dilaksanakan. Adapaun tugas-tugas dari kepala sekolah seperti yang dikemukakan Wahjosumidjo sebagai berikut:

Kepala sekolah bertanggung jawab dan mempertanggung jawabkan (responsible and accountable). Keberhasilan dan kegagalan pihak bawahan merupakan suatu pencerminan langsung keberhasilan atau kegagalan seorang pemimpin.

Dengan demikian kepala sekolah bertanggungjawab atas segala tindakan yang dilakukan oleh seluruh guru, siswa, staf dan wali murid tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab kepala sekolah.

Dengan waktu dan sumber yang terbatas seorang kepala sekolah harus bisa menghadapi persoalan (managers balance competing goals and set priorities). Dengan segala keterbatasan, seorang kepala sekolah harus dapat mengatur pemberian tugas secara tepat. Bahkan ada kalanya seorang kepala sekolah harus dapat menilai prioritas bilamana terjadi konflik antara kepentingan bawahan dengan kepentingan sekolah.

Kepala sekolah harus berpikir secara analitik dan konsepsional (must think analytically and konceptionally). Konsep ini berarti menuntut setiap kepala sekolah harus dapat memecahkan persoalan melalui suatu analisis kemudian menyelesaikan persoalan dengan satu solusi yang feasible. Demikian pula dengan kepala sekolah harus bisa melihat setiap tugas sebagai satu keseluruhan yang saling berkaitan. Memandang persoalan yang timbul sebagai bagian yang tak terpisahkan dan satu keseluruhan.

Kepala sekolah sebagai politisi (politicians) Sebagai seorang politisi berarti kepala sekolah harus selalu berusaha untuk meningkatkan tujuan organisasi serta mengembangkan progam jauh ke depan. Untuk itu sebagai seorang politisi kepala sekolah harus dapat membina hubungan kerja sama melalui pendekatan persuasi atau kesepakatan (compromise). Peran keterampilan politis seorang kepala sekolah dapat berkembang secara efektif apabila:

a. Dapat dikembangkan prinsip jaringan saling pengertian terhadap kewajiban masing-masing.
b. Terbetuknya aliasi atau koalisi, seperti organisasi profesi, OSIS, BP3.
c. Terciptanya kerja sama (cooperation) dengan sekian tidak sedikit pihak sehingga aneka macam pekerjaan dapat dilaksanakan.

Kepala sekolah berfungsi sebagai pengambil keputusan yang sulit (make difficult decisius). Tidak ada satu organisasi pun yang dilangsungkan mulus tanpa problem. Demikian pula sekolah sebagai suatu organisasi tidak luput dari persoalan: tantangan dana, persoalan pegawai, perbedaan pendapat terhadap kecerdikan yang telah ditetapkan oleh kepala sekolah dan masih tidak tidak banyak lagi. Apabila terjadi kesulitan-kesulitan seperti tersebut di atas, kepala sekolah diharapkan berperan sebagai orang yang menyelesaikan persoalan yang sulit tersebut.

Sumberhttps://www.emailmeform.com/builder/form/n4imJd1V4jkadubM0l


Posisi Etika dalam Filsafat Pendidikan

 - 

Posisi Etika dalam Filsafat Pendidikan

Pendekatan dalam etika ada etika deskriptif dan etika normatif, kemudian peran etika dalam edukasi adalahetika sangat besar mempengaruhi pendidikan, sebab tujuan pendidikan itu merupakan untuk mengembangkan perilaku manusia, antara lain afeksi peserta didik. Segala sesuatu yang memiliki sisi kebersangkutanan, dengan nilai atau memiliki relevansi etis dapat dipandang sebagai etika. Dari terwujudnya moral seperti itu, menunjukkan terwujudnya target pengembangan sistem pendidikan

Pada hakikatnya, pendidikan meliputi kegiatan mendidik, mengajar, dan melatih. Kegiatan itu dilakukan sebagai usaha guna mentransformasikan segala nilai. Jika merundingkan tentang tujuan pendidikan, akan bersangkutan erat dengan sistem nilai dan norma- norma dalam suatu konteks kebudayaan.

Dalam proses pendidikan, karakter ialah proses mengukir atau memahat jiwa sedemikian rupa sehingga berbentuk unik, menarik dan berbeda dari yang lain. Membangun karakter harus dibangun mulai dari rumah, sekolah dan kemudian masyarakat dan kamu harus siap menghadapi sekian tidak sedikit watak dan karakter dari orang disekitar kita, tetapi ada nilai- nilai umum yang disepakati bersama. Jadi konsep etika ialah komponen kunci dalam pengambilan keputusan.

Antara ilmu (pendidikan), dan etika memiliki hubungan erat. Masalah moral tidak dapat dilepas dengan tekat manusia, untuk memburu kebenaran dan mengawal kebenaran diperlukan keberanian moral. Sulit membayangkan bila perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa disertai adanya kendali dari dari nilai- nilai etika agama.

Pendidikan di orientasikan pada upaya menciptakan suatu keperibadian yang mantap dan dinamis, mandiri, dan kreatif tidak hanya pada siswa, tetapi pun pada seluruh komponen yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan.

Terwujudnya kondisi mental moral dan spiritual religius menjadi target arah pengembangan sistem pendidikan. Etika sangat besar mempengaruhi pendidikan, sebab tujuan pendidikan itu merupakan untuk mengembangkan perilaku manusia, antara lain afeksi peserta didik. Segala sesuatu yang memiliki sisi kebersangkutanan, dengan nilai atau memiliki relevansi etis dapat dipandang sebagai etika. Dari terwujudnya moral yang laksana itu, menunjukkan terwujudnya target pengembangan sistem pendidikan.

Sumberhttps://write.as/ctlmu3ehntujzn70


Penggunaan Metode Pembelajaran Talking Stick

 - 
Penggunaan Metode Pembelajaran Talking Stick
Penggunaan Metode Pembelajaran Talking Stick

Penggunaan Metode Pembelajaran Talking Stick

Penggunaan Metode Pembelajaran Talking Stick

Penggunaan Metode Pembelajaran Talking Stick

Penelitian yang dilakukan Putri dengan judul Penggunaan Metode Pembelajaran Talking Stick dalam Meningkatkan Hasil Belajar PKn bagi Siswa Kelas VII-D di SMP Negeri 19 Malang menunjukan penelitian yang berhasil yakni : pada tahap siklus I penggunaan metode pembelajaran Talking Stick secara individu sedangkan pada siklus II menggunakan metode pembelajaran Talking Stick secara kelompok. Pada siklus I untuk mengetahui hasil belajar pada mata pelajaran PKn di kelas VII-D yaitu pada akhir pelajaran, peneliti memberikan post test dan siswa yang sesuai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu berjumlah 10 orang (23,3%) sedangkan yang tidak memenuhi berjumlah 33 orang (76,7%). Hasil belajar pada penelitian siklus II secara kelompok sudah meningkat, yaitu dengan siswa yang memenuhi KKM berjumlah 42 orang sedangkan siswa yang tidak memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) berjumlah 1 orang. Pada siklus II siswa yang dapat menjawab pertanyaan dengan benar dan percaya diri mencapai 71,4% atau 10 kelompok dari 14 kelompok yang menjawab pertanyaan sedangkan yang tidak menjawab yaitu dengan prosentase 28,5% atau berjumlah 4 kelompok. Hasil belajar pada siklus II sudah mengalami peningkatan yaitu dengan prosentase 48,1%.

Baca Juga : 


KEEFEKTIFAN METODE PEMBELAJARAN TALKING STICK

 - 
KEEFEKTIFAN METODE PEMBELAJARAN TALKING STICK
KEEFEKTIFAN METODE PEMBELAJARAN TALKING STICK

KEEFEKTIFAN METODE PEMBELAJARAN TALKING STICK

KEEFEKTIFAN METODE PEMBELAJARAN TALKING STICK

KEEFEKTIFAN METODE PEMBELAJARAN TALKING STICK

Menurut UU no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dalam pasal 1 pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Namun hingga saat ini penerapan UU tersebut belum diterapkan pada kenyataannya, sebagian besar peserta didik merasa bosan oleh pembelajaran konvensional yang membatasi pendidik untuk mengeksplorasi potensi yang ada di dalam di dirinya, realita yang ada di lapangan, guru masih bertindak sebagai peran utama dalam pembelajaran dengan menjadikan peserta didik sebagai penerima informasi dari guru, akhirnya hasil lulusan peserta didik tidak sesuai yang di harapkan
Selain hal tersebut munculnya peristiwa sosial dan budaya yang terjadi di dunia pendidikan cukup menjadi pukulan yang memprihatinkan dalam dunia pendidikan dan masyarakat, tindakan kekerasan serta berbagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilakukan pelajar misalnya tawuran antar pelajar itu menunjukan turunnya perilaku moral dan runtuhnya semangat budi pekerti, kedisiplinan tergambarkan dalam berbagai media masa baik elektronik maupun media cetak sehingga Kemendiknas menekankan pentingnya pendidikan karakter peserta didik dan juga karakter bangsa Indonesia melalui pendidikan karakter. untuk menuju bangsa Indonesia yang bermartabat.
Kondisi demikian dengan menurunnya kualitas pendidikan, pendidikan karakter peserta didik dan karakter bangsa harus bisa menjadi tantangan guru profesional untuk menumbuhkan kembali kualitas pendidikan juga pendidikan karakter peserta didik, Pembelajaran yang diterapkan guru secara inovasi dan kreasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia, sistem pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan diharapkan merubah pembelajaran konvensional yang sering dilaksanakan guru.

Keadaan pembelajaran konvensional yang telah diuraikan terkesan kaku dan cenderung membosankan peserta didik, Guru menjadi peran utama yaitu menyampaikan informasi yang dibacanya dari buku sementara peserta didik hanya mendengarkan dan mencatat tanpa adanya interaksi dalam proses pembelajaran. Kondisi seperti ini sering terlihat di dalam proses pembelajaran di sekolah dasar khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, saat guru menyajikan materi PKn terlihat membosankan dan kurang menarik dan peserta didik memandang PKn sebagai mata pelajaran yang sulit dan membosankan. Padahal pelajaran PKn mengajarkan tentang perilaku peserta didik sebagai warga negara.

Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945. Hal ini yang perlu diperhatikan guru dalam mengajar PKn agar dengan cermat bisa menyampaikan tujuan sesuai dengan tujuan pembelajaran PKn bukan tugas yang mudah, tugas ini memerlukan kecermatan dari guru untuk merancang pembelajaran supaya berjalan dengan cukup baik, di sisi lain kemampuan guru dalam merencanakan dan melaksanakan kurikulum kurang berjalan dengan baik (KTSP, 2011).
Peneliti sebagai mahasiswa PGSD merasa tergerak untuk membantu guru dalam mengefektifkan pembelajaran PKn di sekolah dasar. Hal ini disebabkan perolehan hasil belajar peserta didik yang belum optimal berdasarkan wawancara yang sudah peneliti lakukan dengan guru kelas IVA dan Kelas VIB SDN X didapat bahwa perolehan hasil belajar PKn pada nilai rata-rata ulangan tengah semester 1 akhir bulan november kelas IV sebesar 65 padahal Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran PKn sebesar 70.
Dalam kenyataan sekarang ini pembelajaran PKn guru harus mempunyai kompetensi untuk mengajar PKn. Guru harus melakukan perubahan dalam pembelajaran dengan menggunakan atau memodifikasi metode pembelajaran inovasi. Metode pembelajaran merupakan komponen yang sangat berpengaruh di dalam proses pembelajaran yang menjadi salah satu faktor penentu berhasil atau tidak berhasilnya pembelajaran yang sudah dilaksanakan untuk tersampaikannya tujuan pembelajaran kepada peserta didik. Pada saat ini banyak berbagai metode inovasi pembelajaran yang bertujuan untuk menunjang proses pembelajaran agar sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Peneliti menggunakan pembelajaran Talking Stick berdasarkan kelebihan metode Talking Stick dan berdasarkan pada penelitian yang relevan yang sudah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Pembelajaran menggunakan metode Talking Stick hasil belajarnya meningkat. Kelebihan metode Talking Stick yang digunakan diharapkan peserta didik bisa mengikuti pembelajaran dengan baik dan peserta didik juga menikmati pembelajaran yang sedang dilaksanakan melalui bantuan media bendera gambar membuat peserta didik akan lebih tertarik dalam pembelajaran yang dilaksanakan sehingga tujuan pembelajaran dari guru akan tercapai dengan baik.
Penelitian yang relevan yang sudah dilakukan peneliti sebelumnya juga mendasari peneliti untuk menggunakan metode Talking Stick pada pembelajaran yang digunakan. Penelitian yang mendasari penelitian yang akan dilaksanakan peneliti melihat dari Penelitian yang dilakukan Purwaningtias mengenai Metode Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) penerapan metode pembelajaran Talking Stick pada siswa kelas X Pemasaran di SMK Islam Batu, (2) hasil belajar siswa setelah diterapkan metode pembelajaran Talking Stick pada siswa kelas X Pemasaran di SMK Islam Batu. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan prestasi belajar. Metode pembelajaran Talking Stick juga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Melalui pre test dan post test diperoleh hasil : (1) rata-rata skor test siswa pada siklus I adalah 68,28 dengan skor tertinggi 80 dan jumlah siswa yang tuntas belajar (Skor > 70) sebanyak 27 siswa, rata-rata skor post test meningkat menjadi 89,71 dengan skor tertinggi sebesar 100 dan jumlah siswa yang tuntas belajar (skor > 70) sebanyak 33 siswa. (2) rata-rata skor pre test siswa pada siklus II adalah 80 dengan skor tertinggi 90 dan jumlah siswa yang tuntas belajar (Skor > 70) sebanyak 33 siswa, rata-rata skor post test siswa meningkat menjadi 86,57 dengan skor tertinggi 100 dan jumlah siswa yang tuntas belajar (Skor > 70) sebanyak 34 siswa.. (http://karya-ilmiah.um.ac.id).

NILAI PATRIOTISME MELALUI PENANAMAN SEMANGAT

 - 
NILAI PATRIOTISME MELALUI PENANAMAN SEMANGAT
NILAI PATRIOTISME MELALUI PENANAMAN SEMANGAT

NILAI PATRIOTISME MELALUI PENANAMAN SEMANGAT

NILAI PATRIOTISME MELALUI PENANAMAN SEMANGAT

NILAI PATRIOTISME MELALUI PENANAMAN SEMANGAT

Dalam era globalisasi, seluruh aspek kehidupan bangsa terguncang dahsyat hingga daya adaptif kita sebagai suatu bangsa dalam suatu sistem sangat terpengaruh oleh perubahan, perubahan yang sangat cepat. Dalam dunia pendidikan, proses akulturasi dan perubahan perilaku bangsa mau tidak mau kita terdorong menjadi masyarakat yang memasuki complex adaptive system. Kita merasakan krisis multidimensional melanda kita, dibidang politik, ekonomi, hukum, nilai kesatuan dan keakraban bangsa menjadi longgar, nilai-nilai agama, budaya dan ideologi terasa kurang diperhatikan, terasa pula pembangunan material dan spiritual bangsa tersendat, discontinue, unilinear, dan unpredictable. Dalam keadaan seperti sekarang ini sering tampak perilaku masyarakat menjadi lebih korup bagi yang punya kesempatan, bagi rakyat awam dan rapuh tampak beringas dan mendemonstrasikan sikap anti sosial, anti kemapanan dan kontraproduktif serta goyah dalam keseimbangan ratio dan emosinya.(Sumantri, 2012 : 1) Banyaknya permasalahan tersebut salah satu penyebabnya adalah menurunnya sikap patriotisme dan nasionalisme masyarakat Indonesia khususnya para remaja atau pelajar.
Remaja merupakan usia atau tahap seseorang mencari jati diri yang dilakukan melalui peniruan diri atau imitasi, pergaulan remaja yang tanpa arah dan pengawasan terhadap tingkah laku mereka akan mempunyai kecenderungan mengarah pergaulan remaja yang negatif. Di sisi lain kondisi pelajar sebagai generasi muda belum menunjukkan peran yang semestinya. Keikutsertaan pelajar dalam memperbaiki bangsa dengan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai pancasila salah satu nya adalah sikap patriotisme dan nasionalisme belum terlihat. Gambaran kondisi pelajar justru ikut mewarnai permasalahan bangsa dengan melakukan tindakan seperti tawuran, bolos sekolah, tidak khidmat dalam mengikuti upacara bendera, pada saat penghormatan umum kepada bendera merah putih banyak siswa-siswi yang bersikap tidak sewajarnya, sikap berdiri dan sikap hormat seenaknya (Yudiantari, 2012 : 3) dsb. Namun dibalik hal tersebut pelajar merupakan tulang punggung penerus perjuangan bangsa yang cerdas, berilmu, kreatif, kritis yang semuanya itu diperoleh dari sekolah.

Patriotisme merupakan nilai operasional empat lima yang lahir dan berkembang dalam perjuangan bangsa Indonesia selama ini dan merupakan dasar yang pokok dan daya dorong mental spiritual yang kuat dalam setiap tahap perjuangan bangsa (Dewan Harian Nasional Angkatan Empat Lima, 1989 : 10). Patriotisme Indonesia yang tumbuh seiring dengan perjuangan dalam merebut kemerdekaan, tentunya perlu senantiasa dipupuk dan dipelihara dari generasi ke generasi dalam upaya mempertahankan dan mengamankan semua hasil yang telah tercapai dalam perjuangan sebelumnya. Pemupukan dan pemeliharaan itulah yang disebut pewarisan.

Patriotisme merupakan suatu nilai yang sangat penting dimiliki oleh setiap warga negara. Hal ini karena setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama dalam negara. Sebagaimana yang dinyatakan dalam pasal 27 ayat (1) UUD 1945, yaitu bahwa, “segala warga negara bersamaan kedudukan di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak kecualinya”. Pasal ini menunjukkan adanya kesinambungan antara hak dan kewajiban, dan tidak ada diskriminasi antara warga negara, baik mengenai hak dan kewajibannya. (Kansil dalam Sumantri, 2008 : 74)
Sekolah adalah lingkungan pendidikan yang dijadikan tempat mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan pelajar. Jalur pendidikan terdiri dari pendidikan formal, pendidikan informal dan pendidikan non formal. Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, menengah dan tinggi. Tujuan dari pendidikan adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab (Pasal 3 UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003).
Pendidikan sebagai proses pembentukan pribadi, merupakan kegiatan yang sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian (jati diri) serta didik yang memiliki identitas (cara khas, tanda khusus) dan integritas (keutuhan dan kedewasaan). Sistematis yang berlangsung secara bertahap dan berkesinambungan, sistemik yaitu berlangsung secara terpadu antara pendidikan keluarga, masyarakat dan sekolah, antara pengembangan kognitif, afektif dan psikomotorik, antara jiwa dan raga, jasmani dan rohani, nafsu dan pengendalian (susila, bermoral dan religius), individu dan sosial, mandiri dan makhluk ciptaan Tuhan (tergantung). Bagi yang belum dewasa, pembentukan pribadi dilaksanakan oleh pendidik (yang sudah dewasa), sedang bagi yang sudah dewasa pembentukan pribadi dilakukan oleh dirinya sendiri dan berlangsung sepanjang hayat, sepanjang hidup, sepanjang raga (Life Long Education). Pembentukan pribadi mencakup cipta, rasa, karsa dan karya (kognitif, afektif dan psikomotorik). Pembentukan pribadi sejalan sesuai dengan tingkat pertumbuhan fisik dan perkembangan mental, mengikuti tingkat usianya, sebagai proses adaptasi dengan diri sendiri, lingkungan dan kehendak Tuhan. (Kusdaryani, 2009 : 16)
Tujuan pendidikan tidak hanya menciptakan peserta didik yang unggul dari sisi kognitifnya (pembentukan pola fikir) saja melainkan juga afektif (pembentukan sikap) dan psikomotorik (pembentukan ketrampilan). Sisi afektif dan psikomotorik dapat diterapkan di sekolah dengan cara salah satunya adalah kegiatan ekstrakurikuler.
Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berwenang di sekolah. (Aqib, 2011 : 68)
Jenis kegiatan ekstrakurikuler sangat banyak sekali antara lain pramuka, pecinta alam, PMR, PASKIBRA, KIR, dsb. Kegiatan ini dapat dijadikan sarana oleh pelajar untuk membentuk sikap pelajar yang sesuai dengan nilai-nilai patriotisme yaitu ulet, tangguh, tegar, cinta tanah air, bela negara, rela berkorban dsb. Selain itu ekstrakurikuler juga dapat dijadikan sarana pelajar untuk mengembangkan bakat.
Terkikisnya nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme sekarang ini juga melanda anak didik di SMK X. Contoh nyatanya saja, ketika dilaksanakan upacara bendera para siswa merasa malas dan tidak melaksanakannya dengan khidmat dan tertib. Apabila mereka sadar dan paham bagaimana perjuangan pahlawan ketika merebut negara Indonesia dari tangan penjajah maka mereka akan mengikuti upacara dengan baik atas dorongan dalam dirinya bukan karena takut dihukum guru. Di samping itu, siswa sekarang ini lebih suka menggunakan bahasa yang tidak formal dalam kehidupan sehari-harinya dibandingkan dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Komitmen yang kuat dan konsisten terhadap semangat dan jiwa nasionalisme dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, perlu ditingkatkan secara terus menerus untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia kepada siswa salah satunya di SMK X yang merupakan generasi penerus bangsa sehingga bangsa ini bisa tercapai tujuannya.

Flagship Redmi Punya Nama Redmi K20 Pro?

 - 
Flagship Redmi Punya Nama Redmi K20 Pro
Flagship Redmi Punya Nama Redmi K20 Pro

Flagship Redmi Punya Nama Redmi K20 Pro?

Flagship Redmi Punya Nama Redmi K20 Pro

Flagship Redmi Punya Nama Redmi K20 Pro

Redmi sedang sibuk mengerjakan smartphone andalan pertamanya yang akan ditenagai chipset Snapdragon 855. Pabrikan smartphone asal Cina ini bahkan sering mengumbar banyak hal mengenai smartphone tersebut lewat Lu Weibing selaku General Manager Redmi.

Kita juga tahu, dari mulut Weibing menyebutkan bahwa

smartphone unggulannya itu tidak datang dengan nama Redmi X, tetapi sesuatu yang “lebih baik”. Lalu bagaimana dengan Redmi K20 Pro? Apakah itu terdengar seperti nama yang lebih baik daripada Redmi X menurut kalian?

Terlepas dari jawaban yang kalian berikan, jika bocoran yang diklaim baru datang dari Cina ini akurat alias bukan tipuan, itulah yang dapat kalian harapkan sebagai Redmi unggulan untuk dipasarkan. Namun, spesifikasi, kinerja dan harga mungkin akan jauh lebih penting untuk kalian ketahui.

Dari sebuah gambar yang muncul di internet menunjukkan stiker

pelindung di atas layar yang diduga kuat untuk Redmi K20 Pro. Menariknya, dari stiker pelindung tersebut kita pun bisa mengetahui beberapa spesifikasi kunci terkait Redmi K20 Pro.

Tertulis, Redmi K20 Pro tampaknya akan memiliki kamera utama di bagian belakang dengan sensor 48 MP. Sementara, pada bagian depannya akan terpasang selfie-camera dengan sensor 20 MP. Layarnya sudah mengusung teknologi AMOLED dengan ukuran 6,39 inci.

Selain itu, smartphone tersebut juga akan dilengkapi baterai berkapasitas 4.000 mAh

dan dukungan pengisian daya fast charging 27W. Satu hal yang perlu dicatat, Redmi K20 Pro juga disebutkan akan datang dengan chipset Snapdragon 855.

 

Baca Juga :

In Tekno

Ini Dia Poster Promosi Flagship Redmi X

 - 
Ini Dia Poster Promosi Flagship Redmi X
Ini Dia Poster Promosi Flagship Redmi X

Ini Dia Poster Promosi Flagship Redmi X

Ini Dia Poster Promosi Flagship Redmi X

Ini Dia Poster Promosi Flagship Redmi X

Beberapa minggu belakangan ini rumor mengenai smartphone

flagship Redmi semakin gencar. Terakhir, muncul video teaser yang memperlihatkan smartphone tersebut akan datang dengan dukungan kamera model pop-up. Ya! Smartphone tersebut seperti meniru kamera depan milik Vivo V15 Pro.

Meski begitu, tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut petinggi Redmi yang menyebutkan bahwa smartphone unggulannya itu akan memiliki kamera depan yang bisa naik-turun. Namun, render terbaru kembali muncul di situs Weibo dalam bentuk poster.

Ya! Dari poster tersebut terungkap jelas bahwa smartphone ini

akan datang dengan sebutan Redmi X. Menariknya lagi, smartphone ini juga punya dukungan kamera depan yang bisa nongol dari sisi bagian atas. Bisa dibilang, penempatan kamera depannya ini mirip dengan OPPO F11 Pro.

Berkat dukungan kamera depan model pop-up, bagian depan Redmi X dihiasi layar penuh tanpa bezel alias bezel-less. Tidak kalah menarik, bagian belakang Redmi X juga dipercantik dengan balutan kaca serta ada dukungan tiga kamera utama.

Bocoran dari poster tersebut memang tidak secara eksplisit

mengatakan ini adalah penggoda resmi Redmi X, tetapi sangat jelas terlihat seperti itu. Tetapi, yang sangat meragukan adalah penempatan kamera depan yang terlihat kurang diedit dengan sempurna.

 

sumber :

https://compass.centralmethodist.edu/ICS/Academics/OTA/OTA107__CM16/SPRG_2017_UNDG-OTA107__CM16_-A/Blog.jnz?portlet=Blog&screen=View+Post&screenType=next&&Id=65749889-360f-496f-9996-cc257795d7a8

 

In Tekno

Huawei Watch GT Elegant Edition Masuk Indonesia, Harganya?

 - 
Huawei Watch GT Elegant Edition Masuk Indonesia, Harganya
Huawei Watch GT Elegant Edition Masuk Indonesia, Harganya

Huawei Watch GT Elegant Edition Masuk Indonesia, Harganya?

Huawei Watch GT Elegant Edition Masuk Indonesia, Harganya

Huawei Watch GT Elegant Edition Masuk Indonesia, Harganya

Huawei akhirnya memboyong Huawei Watch GT Elegant Edition ke pasar Indonesia. Rencanan jam tangan pintar ini akan dijual mulai tanggal 15 Mei 2019 dengan harga Rp2.299.000. Bagi kalian yang tertarik membelinya bisa langsung ke Huawei High-end Experience Shop, Erafone dan Huawei Flagship Store di Lazada.

Huawei Watch GT Elegant Edition didesain untuk menghadirkan kemampuan jam pintar dengan daya tahan baterai yang mengagumkan. Berbeda dari versi Sporty dan Active Edition yang bergaya fesyen dengan bezel keramik 46mm, versi Elegant Edition ini hadir dengan opsi bezel keramik yang lebih kecil, yakni 42mm saja.

Melalui perwarnaan keramik yang unik dan proses pemotongan setingkat berlian, jam tangan pintar ini memiliki corak dan efek warna Magic Pearl White dan Tahitian Magic Black Pearl. Ya! Bisa dibilang Huawei mampu menciptakan Watch GT Elegant Edition dengan desain yang indah, elegan dan canggih.

Jam tangan pintar ini hadir dengan layar sentuh warna AMOLED HD

1,2 inci dan memiliki resolusi 390 x 390 piksel. Mewarisi fitur unggulan edisi sebelumnya, yaitu daya baterai yang panjang dan sistem monitoring kesehatan canggih, Elegant Editions juga sudah ditambahkan fitur Triathlon mode, dengan tiga tipe latihan.

Dengan nama yang terinspirasi dari Grand Tourer, yakni mobil mewah dan berperforma tinggi yang dapat melakukan perjalanan jauh dalam kecepatan tinggi, Watch GT Elegant Edition telah menggunakan dual-chipset yang inovatif, arsitektur yang pintar dan hemat daya

Berkat itu semua, sehingga memungkinkan pengguna

untuk berpindah dari mode performa tinggi ke mode yang efisien. Namun itu semua, tergantung pada aktivitas individual dan tentunya dalam rangka memaksimalkan daya baterai yang ada di dalam jam tangan pintar tersebut.

Elegant Edition memiliki baterai yang tahan selama satu pekan

dengan penggunaan tipikal meliputi antara lain dipakai seharian dan mengaktifkan fungsi deteksi detak jantung, mengaktifkan fungsi tidur yang pintar itu pada malam hari, 90 menit latihan per pekan dan notifikasi pesan.

 

sumber :

https://connect.barton.edu/ICS/Academics/BUS/CIS_PLA/Special_Courses-CIS_PLA-CIS_1/Blog_1.jnz?portlet=Blog_1&screen=View+Post&screenType=next&Id=bd13a4d0-90f8-40c9-8036-369ae24198de

 

In Tekno

Dibongkar, iFixit Kasih Nilai 5 dari 10 untuk Perbaikan Huawei Mate 30 Pro

 - 
Dibongkar, iFixit Kasih Nilai 5 dari 10 untuk Perbaikan Huawei Mate 30 Pro
Dibongkar, iFixit Kasih Nilai 5 dari 10 untuk Perbaikan Huawei Mate 30 Pro

Dibongkar, iFixit Kasih Nilai 5 dari 10 untuk Perbaikan Huawei Mate 30 Pro

Dibongkar, iFixit Kasih Nilai 5 dari 10 untuk Perbaikan Huawei Mate 30 Pro

Dibongkar, iFixit Kasih Nilai 5 dari 10 untuk Perbaikan Huawei Mate 30 Pro

Selama beberapa tahun terakhir, desain smartphone menjadi semakin rumit

sehingga sulit untuk membuka dan mengganti bagian dalamnya. Oleh karena itu tidak mengherankan jika ponsel pintar unggulan kelas atas seperti Galaxy Note tidak bernasib baik dalam pengujian teardown yang dilakukan oleh iFixit.

Ya! Seperti yang sudah kita tahu, iFixit memberi penilaian pada Galaxy Note9 yang dirlis pada tahun 2018 dengan skor 4 dari 10. Parahnya lagi, Galaxy Note10+ 5G hanya mampu meraih skor 3 dari 10. Lalu, bagaimana dengan ponsel pintar unggulan lainnya seperti Mate 30 Pro yang diracik oleh Huawei.

Huawei boleh sedikit tersenyum bangga. Ya! Pasalnya, smartphone unggulannya itu diberikan nilai 5 dari 10 oleh iFixit. Banyak yang mengatakan bahwa layar Mate 30 Pro dengan desain melengkung layaknya “air terjun” akan menjadi rintangan terbesar jika perangkat ini rusak dan harus dibongkar.

Namun, hal ini tidak seburuk yang diduga banyak orang karena layar dapat dilepas

tanpa kita harus melepas baterai yang terpasang di dalam perangkat. Meski begitu, harus benar-benar berhati-hati. Layar air terjun menyisakan margin nol antara tampilan dan bingkai, sehingga cukup sulit untuk membukanya.

Juga, tidak seperti kebanyakan ponsel cerdas atau smartphone yang beredar pada tahun ini yang memiliki colokan terpisah untuk digitizer dan layar. Ya! iFixit memperlihatkan bahwa layar Huawei Mate 30 Pro terhubung ke motherboard melalui satu konektor berukuran kecil.

Skor teardown yang diraih oleh Mate 30 Pro terbilang baik juga bukan tanpa alasan.

Smartphone unggulan milik Huawei ini punya rangkaian hampir setiap komponennya bersifat modular dan dapat diganti secara independen. Ditambah sekrup standar Phillips, tidak perlu ekstra keras untuk mengelurkan semua komponen yang ada.

iFixit menyimpulkan bahwa Mate 30 Pro memang memiliki banyak komponen canggih dan modular. Selain itu, iFixit juga memahami mengapa Mate 30 Pro dibuat oleh Huawei tanpa port jack audio 3.5mm. Jadi, skor 5 dari 10 dalam proses repairbility cukup baik untuk flagship yang muncul di tahun 2019.

Sebagai perbandingan, Google Pixel 4 XL ketika dibongkar oleh iFixit, smartphone ini mendapatkan skor 4 dari 10. Paling mengejutkan adalah iPhone 11 Pro Max yang meraih skor 6 dari 10. Ya! iFixit menilai bahwa Apple memang bakal memberi kemudahan untuk membongkar smartphone tersebut ketika baterai atau layar mengalami masalah.

 

Baca Juga :

In Tekno

Samsung Galaxy A51 akan Punya Baterai 4.000 mAh

 - 
Samsung Galaxy A51 akan Punya Baterai 4.000 mAh
Samsung Galaxy A51 akan Punya Baterai 4.000 mAh

Samsung Galaxy A51 akan Punya Baterai 4.000 mAh

Samsung Galaxy A51 akan Punya Baterai 4.000 mAh

Samsung Galaxy A51 akan Punya Baterai 4.000 mAh

Tidak hanya mempersiapkan Galaxy S11 Series yang akan meluncur tahun depan, Samsung juga kabarnya sedang merancang Galaxy A Series terbaru. Ya! Disebut-sebut smartphone itu adalah Galaxy A51 yang merupakan generasi selanjutnya dari Galaxy A50 dan Galaxy A50s yang dirilis tahun ini.

Bahkan, Galaxy A51 telah mengantongi sertifikasi dari WiFi Alliance dan Bureau of Indian Standards

(BIS). Selain itu, smartphone ini juga sudah muncul disitus resmi Samsung di Rusia. Sebelumnya, render gambar tidak resmi mengenai smartphone ini pun sudah beredar luas di internet.

Galaxy A51 dikabarkan akan tiba dengan baterai berkapasitas 4.000 mAh.

Sementara Samsung belum secara resmi mengungkap rincian tentang smartphone tersebut, sertifikasi dari lembaga penelitian pemerintah Korea Selatan mengungkap bahwa Galaxy A51 memang akan dikemas dengan baterai berkapasitas 4.000 mAh.

Ya! Jika informasi tersebut valid, kapasitas baterai yang ada pada tubuh Galaxy A51 memiliki ukuran yang sama dengan baterai yang ada pada Galaxy A5o dan Galaxy A50s. Spesifikasi lainnya yang turut diungkap adalah layar berukuran 6,5 FullHD+ dengan desain punch-hole.

Selain itu, juga turut diungkap, Galaxy A51 dikatakan akan punya kamera depan

dengan resolusi 32 MP. Sementara, dukungan kamera belakangnya ada empat dengan konfigurasi 48 MP kamera utama, 12 MP lensa ultra-wide, 12 MP lensa telefoto dan 5 MP lensa kedalaman.

Jauh sebelum itu, Galaxy A51 juga telah melewati pengujian benchmark di situs Geekbench. Dari sana terungkap spesifikasi lainnya, seperti SoC dan sistem operasi yang diguenakan serta besaran RAM yang disematkan. Disebutkan, smartphone ini akan memakai SoC Exynos 9611, Android 10 dan RAM-nya sebesar 4 GB.

 

Sumber :

https://rhydianroberts.com/

In Tekno