Sekolah Kekurangan 21 Ribu Guru Agama Islam

 - 
Sekolah Kekurangan 21 Ribu Guru Agama Islam
Sekolah Kekurangan 21 Ribu Guru Agama Islam

Sekolah Kekurangan 21 Ribu Guru Agama Islam

Sekolah Kekurangan 21 Ribu Guru Agama Islam

Sekolah Kekurangan 21 Ribu Guru Agama Islam

Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin mengatakan bahwa pendidikan agama Islam di sekolah saat ini

dihadapkan pada problem fundamental berupa kekurangan guru agama. Menurunya, kekurangan guru agama Islam di sekolah sangat massif.

“Data kita, kira-kira sekitar 21ribu kekurangan guru agama Islam di sekolah,” ujarnya di Jakarta, Senin (03/07).

Kamaruddin menilai hal itu menjadi problem mendasar karena jika guru agamanya kurang, berarti pengajar agama di sekolah selama ini bukan ahli agama. Hal itu bisa menjadi potensi masuknya pemahaman radikal dan intoleran.

“Agama tidak boleh diajarkan orang yang bukan ahlinya. Sebab, ketika guru agama diajarkan oleh yang bukan ahlinya, maka di situ ada potensi pemahaman keagamaan intoleran, potensi radikalisme, potensi missleading yang sangat besar. Karena pemahaman keagamaannya sangat tanggung,” terangnya.

“Saya sering mengumpamakan, kalau yang mendesain bangunan bukan arsitek

, mungkin saja akan jadi, tapi bangunan itu bisa roboh. Begitu juga agama, kalau bukan ahlinya, pasti akan fatal, generasi menjadi korbannya,” sambungnya.

Masalah kekurangan guru agama ini harus diatasi segera dan secara fundamental. Sebab, proses pembelajaran agama tidak mungkin menghasilkan out put bagus kalau guru ahlinya tidak ada, kurang, dan apalagi bersifat massif.

“Kalau saat ini kekurangan 21ribu guru agama, maka kira-kira kasaranya ada sekitar 20ribu sekolah yang tidak punya guru agama. Itu kan massif dan itu sangat fundamental. Kalau itu tidak diatasi, maka kita tidak bisa berbicara banyak,” jelasnya.

“Solusinya diangkat guru. Menag sudah bersurat kepada Kemendagri, Kemendikbud,

Gubernur dan Bupati di seluruh Indonesia, serta Kemenpan dan lembaga terkait untuk mengatasi persoalan ini dulu,” tutur Kamaruddin.

Menurut Guru besar UIN Alauddin Makassar ini, Pemda harus mengangkat guru agama yang berlatarbelakang pendidikan agama, meski statusnya tidak harus PNS. Pemda bisa mengidentifikasi sekolah mana saja yang kekurangan, karena sekolah menjadi kewenangannya.

Kalau masalah kekurangan guru ini dibiarkan, lanjut Kamaruddin, hal itu sangat berpotensi untuk dikapitalisasi pihak-pihak yang mempunyai agenda diseminasi ajaran agama yang radikal. Sebab, jika agama diajarkan oleh mereka yang beraliran keras maka pendidikan agama di sekolah akan berkontribusi signifikan dalam penetrasi radikalisme.

“Ini salah satu yang harus diwaspadai. Agama harus diajarkan oleh sarjana agama, bukan sarjana non agama,” tandasnya.

 

Sumber :

https://silviayohana.student.telkomuniversity.ac.id/sejarah-candi-prambanan/


Juara Lomba Tilawatil Qur’an, Samsul Bahri Diberangkatkan Umrah

 - 
Juara Lomba Tilawatil Qur’an, Samsul Bahri Diberangkatkan Umrah
Juara Lomba Tilawatil Qur’an, Samsul Bahri Diberangkatkan Umrah

Juara Lomba Tilawatil Qur’an, Samsul Bahri Diberangkatkan Umrah

Juara Lomba Tilawatil Qur’an, Samsul Bahri Diberangkatkan Umrah

Juara Lomba Tilawatil Qur’an, Samsul Bahri Diberangkatkan Umrah

Samsul Bahri dari Kwarcab Nagan Raya berhasil meraih juara 1 lomba tilawatil qur’an

tingkat penegak putra MTQ Pramuka Tunas Ramadhan 1438 se-Aceh pada 7-10 Juni di Tapaktuan, Aceh Selatan.

Hasil tersebut diumumkan oleh panitia pelaksana pada malam penutupan agenda tahunan tersebut pada Sabtu malam, 10 Juni 2017.

Atas hasil ini, ia berhak membawa pulang satu tiket hadiah umrah. Selain Samsul Bahri, tiket umrah juga diraih oleh Azkia Putri dari Kwarcab Banda Aceh yang berhasil meraih juara 1 di kategori putri lomba tilawatu qur’an.

Selain cabang tilawatil qur’an, tiket umrah juga diberikan kepada pemenang cabang kaligrafi. Cabang ini dimenangkan oleh Muhammad Zikrullah dari penegak putra Kwarcab Pidie dan Nurul Aklima dari penegak putri Kwarcab Sabang. Direncanakan, mereka akan diberangkatkan umrah pada April 2018 mendatang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Aceh Selatan H. T Sama Indra SH secara resmi menutup MTQ Pramuka Tunas Ramadhan 1438 H se-Aceh di Tapaktuan, Aceh Selatan pada Sabtu malam, 10 Juni 2017.

BACA:

Bupati Aceh Selatan Tutup MTQ Tunas Ramadhan 1438 H

Mualem Buka MTQ Tunas Ramadhan 1438 H

Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa MTQ Pramuka merupakan wahana untuk memacu diri, meningkatkan tilawah dan hafalan serta pendalaman isi AlQur’an. Ia juga berpesan kepada Pramuka Aceh agar terus berkarya untuk kemajuan bangsa.

“Kegiatan seperti ini jangan hanya sampai disini harus terus ditingkatkan

dan berguna untuk masyarakat,” kata Bupati Sama Indra.

Sementara, Ketua Harian Kwarda Aceh Ir. H Djufri Effendi MSi yang dijumpai usai upacara penutupan mengucapkan terimakasih kepada panitia yang solid, sehingga kegiatan yang dibuka oleh Wakil Gubernur Aceh yang juga Ketua Kwarda Aceh, Muzakir Manaf itu berlangsung sukses.

“Kegiatan MTQ Tunas Ramadhan 2017 telah sukses kita laksanakan berkat tim work yang solid, kita ucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu, terutama untuk Kwarcab Aceh selatan sebagai panitia pelaksana yang telah berkerja ikhlas dan keras dalam mensukseskan kegiatan ini,” pungkasnya. (rel)

 

Sumber :

https://silviayohana.student.telkomuniversity.ac.id/sejarah-bahasa-indonesia/


FKL Inisiasi Gerakan Sekolah Hijau di Pedalaman Aceh Tamiang

 - 
FKL Inisiasi Gerakan Sekolah Hijau di Pedalaman Aceh Tamiang
FKL Inisiasi Gerakan Sekolah Hijau di Pedalaman Aceh Tamiang

FKL Inisiasi Gerakan Sekolah Hijau di Pedalaman Aceh Tamiang

FKL Inisiasi Gerakan Sekolah Hijau di Pedalaman Aceh Tamiang

FKL Inisiasi Gerakan Sekolah Hijau di Pedalaman Aceh Tamiang

Luar biasa adalah kalimat yang pantas diberikan atas kegiatan yang dilakukan oleh para pelajar

di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 6 Kejuruan Muda di Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Betapa tidak, usia yang masih sangat muda tidak menghalangi mereka memiliki pemahaman tentang kesadaran menciptakan lingkungan yang hebat. Sikap tersebut tidak terlepas berkat peran sang kepala sekolah, Wakirin, S.Pd dan inisiasi dari Yayasan Forum Konservasi Leuser (FKL).

Yayasan ini dikenal sangat aktif mengawal serta berperan besar dalam merawat dan menjaga hutan Aceh yang masuk ke dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), area perlindungan dan menjadi tempat yang ideal bagi keberlangsungan hidup flora dan fauna endemik yang keberadaannya sudah sangat langka seperti Orangutan, Harimau Sumatera, Gajah Sumatera hingga Badak Sumatera.

Rabu, 28 Februari 2018, Klikkabar.com bersama yayasan FKL menyambangi SMPN 6 Kejuruan

Muda di Tenggulun. Sepanjang perjalanan, sejauh mata memandang hamparan kelapa sawit terbentang luas. Ada milik pribadi dan ada juga yang dimiliki oleh perusahaan.

Di sisi kiri dan kanan jalan yang kami lalui juga sama. Daun tanaman kelapa sawit atau Elais Guinensiss Jacq ini juga tak henti melambai-lambai. Menurut cerita warga setempat, hampir setengah rute yang kami tempuh merupakan kawasan yang menjadi langganan banjir setiap tahunnya.

Menempuh perjalanan lebih kurang 1,5 jam dari Kota Langsa, kami akhirnya tiba di SMP 6 Kejuruan

Muda. Disana sudah menunggu puluhan pelajar yang akan beraksi dalam sebuah gerakan yang diberi nama Gerakan Sekolah Hijau.

Foto: Zamzami Ali/Klikkabar.

Foto: Zamzami Ali/Klikkabar.

Foto: Zamzami Ali/Klikkabar.

Foto: Zamzami Ali/Klikkabar.

Belasan pohon kelapa sawit yang tumbuh di sekeliling sekolah akan ditebang. Disana juga sudah ada mesin pemotong dan para pekerja. Selain itu juga sudah disiapkan bibit pohon mangga dan durian yang akan menggantikan kelapa sawit.

Dalam kesempatan itu, para pelajar tidak hanya diberikan pengetahuan dan ilmu tentang bagaimana menjaga dan merawat lingkungan serta hutan yang menjadi penyeimbang kehidupan manusia di bumi, tapi mereka juga mendapat bimbingan langsung tentang tumbuhan dan pohon yang menguntungkan dan memiliki nilai ekonomis tinggi selain kelapa sawit.

Mereka juga diberikan pelatihan dasar mulai dari membuat pupuk organik hingga cara menanam serta merawat pohon yang baik dan benar.

 

Baca Juga :


Beasiswa 5000 Doktor Tidak Hanya untuk Dosen

 - 
Beasiswa 5000 Doktor Tidak Hanya untuk Dosen

Beasiswa 5000 Doktor Tidak Hanya untuk Dosen

Beasiswa 5000 Doktor Tidak Hanya untuk Dosen

Beasiswa 5000 Doktor Tidak Hanya untuk Dosen

Kementerian Agama memperluas sasaran penerima beasiswa program 5000 doktor. Mulai tahun ini

, program 5000 doktor dalam negeri tidak hanya untuk dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), tapi juga Aparatur Sipil Negara (ASN) lainnya yang berprofesi sebagai peneliti, pendidik, maupun pengawas madrasah.

“Ada sasaran baru bagi penerima program 5000 Doktor Dalam Negeri pada tahun ini, yaitu Pegawai Negeri Sipil (PNS) peneliti, guru dan pengawas madrasah. Hal ini dilakukan untuk memberikan peluang selain dosen mendapat kesempatan beasiswa dari Kemenag,” kata Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Arskal Salim.

Menurutnya, Kemenag sudah bekerjasama dengan 36 Perguruan Tinggi sebagai mitra

penyelenggaraan program 5000 doktor dalam negeri, baik PTKI Negeri maupun Perguruan Tinggi Umum (PTU).

“Ada 15 UIN (Universitas Islam Negeri), 2 IAIN (Institut Agama Islam Negeri), 1 PTKI Swasta, dan 18 PTU,” ujarnya.

Arskal berkomitmen untuk terus melakukan inovasi pengembangan program beasiswa. Menurutnya, ada beberapa ide inovasi, salah satunya program master leading to Doctor yang mempercepat masa studi menjadi 4 – 5 tahunan. “Skema ini akan menciptakan kandidat doktor-doktor muda dengan rata-rata umur 30-an,” harapnya.

Kasubdit Ketenagaan Diktis, Ahmad Syafi’i, menambahkan bahwa tahun ini juga diberlakukan sejumlah persyaratan baru. Pendaftar dari unsur dosen, harus memiliki NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional), baik PNS maupun bukan PNS. Selain itu, pendaftar juga tidak boleh mendaftar di tempat tugas sendiri dan usia maksimal 47 tahun saat registrasi.

Tahun ini, lanjut Syafi’i, perguruan tinggi mitra juga sudah diberikan akun admin. Untuk proposal disertasi

, harus diupload di web. Pendaftar juga tidak perlu datang ke kampus tujuan saat akan mendaftar. Sedang untuk pelaporan individual, mulai tahun ini dilakukan secara online.

“Perubahan pelaksanaan beasiswa tahun 2018 ini dalam rangka perbaikan pelayanan,” terangnya.

Beasiswa Program 5000 Doktor Dalam Negeri dibuka sejak 13 April hingga 31 Mei 2018. Pendaftaran dilakukan secara online.

Dikatakan Syafi’i, seleksi berkas pendaftar akan dilaksanakan pada 8 juni 2018. Ujian tulis dan wawancara untuk pilihan kampus PTKI atau Islamic Studies, dilaksanakan 28 – 29 juni 2018 bertempat di 17 PTKIN mitra. Sedang untuk peminatan prodi umum di PTU, tes wawancara digelar 4 juli bertempat di UIN Bandung, UIN Yogjakarta, UIN Surabaya, dan UIN Makasar.

“Kelulusan akan diumumkan 20 Juli 2018. Registrasi ulang pada PTKI dilakukan di kampus masing-masing pada 25 – 31 juli 2018. Untuk PTU, registrasi ulang menyesuaikan jadwal di kampus masing-masing,” punkas Syafi’i.

 

Sumber :

http://riskyeka.web.ugm.ac.id/sejarah-kerajaan-aceh/


Perbanyak Sarjana Aceh ke Dunia Bisnis

 - 
Perbanyak Sarjana Aceh ke Dunia Bisnis
Perbanyak Sarjana Aceh ke Dunia Bisnis

Perbanyak Sarjana Aceh ke Dunia Bisnis

Perbanyak Sarjana Aceh ke Dunia Bisnis

Perbanyak Sarjana Aceh ke Dunia Bisnis

Sarjana lulusan di Aceh atau luar diharapkan lebih banyak terjun ke dunia bisnis.

Bukan justru berbondong-bondong ke dunia politik. Jika ekonomi bisa dikuasai, relatif dunia politik dapat dipegang. Ini bukan berarti generasi muda Aceh tidak boleh atau alergi ke arena politik. Hanya saja, sejak mahasiswa yang sudah bergelut di wirausaha untuk dapat melanjutkan ke bisnis dan yang terjun ke dunia politik cukup sebagian saja.

“Adik-adik yang bermain di dunia bisnis dapat membuka lapangan kerja kepada warga dan ini sangat berguna,” pinta owner restoran dan cafe Atjeh Connection Amir Faisal Nek Muhammad di Atjeh Connection Sarinah Jakarta, Sabtu 17 Maret 2018

Dalam acara Ngopi Pagi; silaturrahmi mahasiswa Aceh di Jakarta dan sekitarnya serta Strategi

Memenangkan Beasiswa ke Luar Negeri & Sosialisasi Beasiwa Australia Awards, Amir yang didampingi pengagas acara Anita meminta kepada lulusan sarjana di luar Aceh untuk tidak perlu pulang ke Tanah Endatu. Justru ditantang bertempur di dunia bisnis di luar gampong halaman untuk menciptakan lapangan kerja. Disebutnya, generasi Aceh memiliki daya juang berjuang di luar Aceh.

“Aceh punya budaya merantau yang cocok berbisnis . Dulu pengusaha Aceh sudah membuktikannya. Sekarang mari kita saling silaturrahmi dan melakukan koneksi untuk kemajuan bersama,” ajaknya dalam acara yang digagas oleh Atjeh Connection Community.

Hal yang sama juga disampaikan Prof. Dr. Med Ali Baziad dokter senior di RSCM

Jakarta yang mengisahkan pengalamannya kuliah di Jerman setelah tidak diterima di Universitas Indonesia pada 1960-an. Di Jerman, pria kelahiran Lhokseumawe ini belajar gigih agar tidak dipulangkakan ke Indonesia.

“Ada sistem belajar yang salah di pendidikan kita. Murid hingga mahasiswa disuruh menghafal bukan memahami, “ papar Ali di hadapan puluhan mahasiswa asal Aceh di Jakarta dan sekitarnya termasuk dari ITS Surabaya dan Unimal Aceh Utara dan Unsyiah Banda Aceh.

 

Sumber :

http://riskyeka.web.ugm.ac.id/sejarah-android/


Hidup Itu Di Hati

 - 
Hidup Itu Di Hati
Hidup Itu Di Hati

Hidup Itu Di Hati

Hidup Itu Di Hati

Hidup Itu Di Hati

Hidup Itu Di Hati

Manusia hidup dari hatinya. Manusia bertempat tinggal dihatinya. Hati adalah
sebuah perjalanan panjang. Manusia menyusurinya, menuju kepuasannya,
kesejahteraannya, kebahagiannya, & Tuhannya. Berbagai
makhluk menghalanginya, terkadang, atau sering kali, dirinya sendirilah yang
merintanginya.

Hati adalah pusat kehendak yang membuat manusia tertawa dan menangis, sedih
dan gembira, suka ria atau berputus asa. Manusia mengembara dihatinya:
pikiran membantunya, maka pikiran harus bekerja sekeras-kerasnya, pikiran
bisa perlu ber-revolusi, pikiran tak boleh tidur, pikiran harus dipacu lebih
cepat dari waktu cahaya.

Hati tidak selalu mengerti persis apa yang dikehendakinya. Ia hanya bisa
berkiblat ke Tuhannya untuk memperoleh kejernihan dan ketepatan kemauannya.

Pikiran ikut menolongnya mendapatkan kejernihan dan ketetapan itu, tapi
pikiran tidak bisa menerangkan apa-apa tentang Tuhannya. Pikiran mengabdi
kepada hatinya, hati selalu bertanya kepada Tuhannya. Di
hadapan Tuhan, pikiran adalah kegelapan dan kebodohan. Jika pikiran ingin
mencapai Tuhannya, ia menyesuaikan diri dengan hukum dimensi hatinya. Jika
tidak, pikiran akan menawarkan kerusakan, keterjebakan dan bumerang.

Jika pikiran hanya mampu mempersembahkan benda-benda kepada hatinya, maka
hati akan tercampak ke ruang hampa, dan pikiran sendiri memperlebar jarak
dari Tuhannya.

Badan akan lebur ke tanah. Pikiran akan lebur diruang dan waktu. Hati akan
lebur di Tuhan. Jika derajat hati diturunkan ke tanah, jika tingkat pikiran
bersibuk dengan bongkahan logam, maka dalam keniscayaan lebur ke Tuhan,
mereka akan hanya siap menjadi onggokan kayu, yang terbakar tidak oleh cinta
kasih Tuhan, melainkan oleh api.

Jika hati hanya berpedoman kepada badan, maka ia hanya akan ketakutan oleh
batas usia, oleh mati, oleh kemelaratan, oleh ketidakpunyaan. Jika pikiran
hanya mengurusi badan, jika pikiran tak kenal ujung maka ia akan rakus
kepada alam, akan membusung dengan keangkuhan, kemudian kaget dan kecewa
oleh segala yang dihasilkan.

Ditulis Oleh: Emha Ainun Nadjib diambil dari buku “Dari Pojok Sejarah” penerbit Mizan

Baca Juga : 

In P.Umum

Meraih Kemenangan

 - 
Meraih Kemenangan
Meraih Kemenangan

Meraih Kemenangan

Meraih Kemenangan

Meraih Kemenangan

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya. Kemudian petani itu berpikir bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun karena dianggapnya berbahaya, jadi tidak berguna untuk menolong keledai. Petani itu mengajak tetangga-tetanggany a untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.

Ketika keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian.Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang- guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.

Sementara tetangga-tetangga si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan keluar dari sumur.

Begitulah kehidupan senantiasa menuangkan masalah, problem, dan kesedihan agar kita mampu menjadi kuat dan dewasa. Mengguncangkan segala macam problem, masalah, kesedihan dari pikiran kita agar tetap jernih dengan menggunakannya sebagai pijakan melangkah naik keluar dari sumur ‘penderitaan’ dan melahirkan sikap kearifan dalam hidup kita.

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

In P.Umum

Guru Yang Terbaik

 - 
Guru Yang Terbaik
Guru Yang Terbaik

Guru Yang Terbaik

Guru Yang Terbaik

Guru Yang Terbaik

Apakah anda ingat akan guru terbaik anda pada masa sekolah, guru yang memberi inspirasi bagi anda untuk belajar dan mengerjakan yang terbaik?

Guru tersebut memberi tantangan bagi anda untuk maju, lebih dari guru-guru lain. Awalnya, mungkin tantangan ekstra itu terasa tidak adil, atau malah kejam. Tetapi sekarang anda seakan memandang berbeda. Anda memandangnya dengan rasa hormat dan percaya, bahwa karena tantangan itulah anda bisa maju.

Saat ini ada guru hebat yang masih mengajar anda. Ia adalah “kehidupan”.

Kehidupan adalah guru yang terbaik. Tapi pelajarannya sering terasa keras, tajam, dan kadang kejam. Di sana ada kekecewaan, kesedihan, kebingungan, kesendirian, dan frustasi dalam setiap pengajarannya.

Pelajaran dari kehidupan adalah keras, tetapi karenanya kita memperoleh pelajaran dan pertumbuhan terbesar. Kehidupan menantang kita dan mendorong kita lebih tinggi. Ia membantu menyingkapkan karakter sejati kita, dan dengan cara itu mendorong kita membangun karakter yang lebih kuat.

Di luar segala pelajaran itu, renungkanlah. Guru yang paling mencintai dan memelihara kita itu telah membangun yang terbaik dari diri kita. Mungkin kita sekarang tidak menghargainya, tetapi akan tiba harinya anda akan bersyukur. Sama seperti kita bersyukur atas guru sekolah kita terdahulu.

Sumber : https://icanhasmotivation.com/

In P.Umum

Universitas Kebangsaan Gelar Workshop Broadcast

 - 
Universitas Kebangsaan Gelar Workshop Broadcast
Universitas Kebangsaan Gelar Workshop Broadcast

Universitas Kebangsaan Gelar Workshop Broadcast

Universitas Kebangsaan Gelar Workshop Broadcast

Universitas Kebangsaan Gelar Workshop Broadcast

CIMAHI – Ratusan mahasiswa ilmu komunikasi angkatan 2015 dan 2016,

mengikuti acara workshop broadcast tv di Aula Prof. Soemitro Djojohadiekoesoemo, Universitas kebangsaan, Jalan Terusan Halimun No 37, Kota Bandung. Kegiatan tersebut megusung tema “Meningkatkan Kreatifitas Dalam Dunia Broadcasting Tv”.

Sebanyak 150 mahasiswa terlihat antusias mengikuti acara tersebut. Karena dinilai kegiatan itu untuk mengenalkan peralatan dan dunia broadcast kepada seluruh mahasiswa ilmu komunikasi khususnya mahasiswa baru angkatan 2016.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi (Kaprodi) Universitas Kebangsaan,

Suhaeri S.sos.M.ikom, 46, menyampaikan kepada seluruh mahasiswa, jika dengan kegiatan tersebut selain akan menambah wawasan juka memperkenalkan alat-alat yang diperkenalkan di dunia pertelevisian. “Tapi juga untuk meningkatan kreatifitasnya di dunia broadcast dan kegiatan ini juga dilakukan untuk menumbuhkan rasa kekeluargaan dan bangga menjadi mahasiswa ilmu komunikasi,” kata Suhaeri pada Cimahi Ekspres, kemarin.

Sementara salah seorang mahasiswa Rinda, 21, mengatakan kegiatan workshop tersebut memang sangat bermanfaat bagi dirinya. ”Karena dengan adannya workshop ini memberikan pengetahuan lebih jauh tentang dunia broadcast dan menjadi pelengkap dari materi kelas yang hanya berteori,” ujar Rinda saat ditemui seusai mengikuti workshop.

Seperti diketahui workshop dilaksanakan selama dua hari, 21-22 november 2016.

Dalam acara tersebut terdapat pengarahan materi tentang broadcast tv, dari cara menulis berita, cetak, maupun televisi dan teknik pengambilan gambar hingga praktek langsung bagaimana membuat sebuah acara yang baik dan benar.

Dalam praktik ini, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok atau tim untuk memenuhi tugas dari workshop tersebut dan langsung dinilai oleh para pemateri terkait program yang dihasilkan oleh mahasiswa baru

 

Baca Juga :


Motivator Ajak Mahasiswa Bandung Sukses dan Kaya Sejak Muda

 - 
Motivator Ajak Mahasiswa Bandung Sukses dan Kaya Sejak Muda
Motivator Ajak Mahasiswa Bandung Sukses dan Kaya Sejak Muda

Motivator Ajak Mahasiswa Bandung Sukses dan Kaya Sejak Muda

Motivator Ajak Mahasiswa Bandung Sukses dan Kaya Sejak Muda

Motivator Ajak Mahasiswa Bandung Sukses dan Kaya Sejak Muda

CIBIRU – Seribu peserta dari berbagai universitas di wilayah Bandung Raya mengikuti seminar dengan tema ‘Motivasi Nasional Sukses di Usia Muda’ yang digelar Syafii Efendi, sang motivator termuda nomor satu di Indonesia. Syafii berhasil memotivasi dan memberikan pencerahan ke peserta pada seminar yang digelar di Gedung Ahmad Musadan, Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung, Sabtu kemarin (03/12).

Pada seminar tersebut Syafii yang memiliki ciri khas tersendiri dalam menyampaikan

motivasinya, menyebutkan anak muda tidak boleh pacaran, anak muda tidak boleh miskin dan anak muda tidak boleh menikah muda. Antusias para peserta seminar membuat suasana menjadi hidup dan menarik. Riuh tepuk tangan dan decak kagum para peserta seminar yang terlihat semangat saat mendengar materi dari narasumber.

Syafii Efendi mengatakan, dia sangat senang dan mengapresiasi para peserta yang telah hadir. Karena dengan adanya kegiatan ini, dirinya merasa masih diberi kesempatan untuk memotivasi anak-anak muda Indonesia menjadi lebih baik.

”Bangsa Indonesia ini kaya. Jadi, anak muda Indonesia harus kaya sehingga negara kita bisa lebih maju dan berkembang,” katanya saat ditemui seusai memberikan materi pada seminar tersebut.

Syafii mengungkapkan, dirinya lebih tertarik untuk menggaet kalangan mahasiswa

ke atas yang menjadi target seminarnya, karena mahasiswa merupakan usia semi produktif yang cenderung lebih bisa diberikan motivasi karena daya pikir mereka juga sudah terbuka. Berbeda dengan pelajar yang masih belum bisa berpikir matang. Menurutnya, saat ini Indonesia ijazah sarjana tidak menjamin seseorang bisa menjadi sukses, sebab kesuksesan hanya bisa diraih dengan kerja keras, kemauan serta ketekunan.”

“Banyak peluang yang bisa diambil untuk menjadi pengusaha. Dengan jadi pengusaha, kita bisa punya waktu dan uang,” tegas Syafii.

Ketua pelaksana kegiatan Wulan Sri Muliani, memaparkan melihat sosok Syafii Effendi

yang merupakan pengusaha muda. Tentu semua akan menjadi kagum akan sosok Syafii. Menurutnya, seminar tersebut dilaksanakan untuk memotivasi semua anak muda khususnya mahasiswa dan mahasiswi yang ada di Bandung Raya untuk bisa mencontoh kiat-kiat yang dilakan Syafii sehingga bisa meraih kesuksesan.

”Dengan mengikuti seminar ini, diharapkan semua peserta bisa mengambil ilmunya dan mereka bisa meraih kesuksesan dimasa muda,” pungkasnya

 

Sumber :

https://www.anythingbutipod.com/teks-prosedur/