Home Pendidikan • Penjelasan Mendikbud Terkait Zonasi, Memberikan Akses Berkeadilan Pada Peserta Didik

Penjelasan Mendikbud Terkait Zonasi, Memberikan Akses Berkeadilan Pada Peserta Didik

 - 
Penjelasan Mendikbud Terkait Zonasi, Memberikan Akses Berkeadilan Pada Peserta Didik
Penjelasan Mendikbud Terkait Zonasi, Memberikan Akses Berkeadilan Pada Peserta Didik

Penjelasan Mendikbud Terkait Zonasi, Memberikan Akses Berkeadilan Pada Peserta Didik

Penjelasan Mendikbud Terkait Zonasi, Memberikan Akses Berkeadilan Pada Peserta Didik

Penjelasan Mendikbud Terkait Zonasi, Memberikan Akses Berkeadilan Pada Peserta Didik

Kebijakan zonasi yang diterapkan sejak tahun 2016 menjadi pendekatan baru yang dipilih

pemerintah untuk mewujudkan pemerataan akses pada layanan dan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengimbau agar pemerintah daerah dapat turut memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kebijakan zonasi tidak hanya digunakan untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) saja.

Mendikbud kembali menegaskan bahwa pendekatan zonasi tidak hanya digunakan untuk PPDB saja,

tetapi juga untuk membenahi berbagai standar nasional pendidikan.

Baca Juga

Komisi X DPR RI Rancang Aturan SMK Terintegrasi dengan Dunia Industri
Pemerintah Putuskan KSP Jadi Pusat Informasi Virus Corona Indonesia
Menkumham Tandatangani Pencabutan Bebas Visa Warga China ke Indonesia
Wacana Pulangkan 600 WNI eks ISIS, Tagar #TolakEksWNIproISIS Menggema
1.020 Orang Sembuh dari Virus Corona, China Berterimakasih pada Indonesia

“Mulai dari kurikulum, sebaran guru, sebaran peserta didik, kemudian kualitas sarana prasarana. Semuanya nanti akan ditangani berbasis zonasi,” disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy pada Rapat Koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan jajarannya di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, beberapa hari lalu.

“Penerapan sistem zonasi untuk pemerataan pendidikan yang berkualitas sehingga diharapkan

dapat mengatasi persoalan ketimpangan di masyarakat,” tambahnya.

Mendatang, redistribusi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan akan menggunakan pendekatan zonasi, hal ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan kualitas pendidikan. Menurut Mendikbud, setiap sekolah harus mendapatkan guru-guru dengan kualitas yang sama baiknya. Rotasi guru di dalam zona menjadi keniscayaan sesuai dengan amanat Undang-Undang.

“Pemerataan guru diprioritaskan di dalam setiap zona itu. Apabila ternyata masih ada kekurangan, guru akan dirotasi antarzona. Rotasi guru antarkabupaten/kota baru dilakukan jika penyebaran guru benar-benar tidak imbang dan tidak ada guru dari dalam kabupaten itu yang tersedia untuk dirotasi,” terangnya.

 

Baca Juga :

Author:m7xap