Home Pendidikan • Santri dari 11 Provinsi Ikuti Tes Tahdid Mustawa PBSB Pilihan Al-Azhar Kairo

Santri dari 11 Provinsi Ikuti Tes Tahdid Mustawa PBSB Pilihan Al-Azhar Kairo

 - 
Santri dari 11 Provinsi Ikuti Tes Tahdid Mustawa PBSB Pilihan Al-Azhar Kairo
Santri dari 11 Provinsi Ikuti Tes Tahdid Mustawa PBSB Pilihan Al-Azhar Kairo

Santri dari 11 Provinsi Ikuti Tes Tahdid Mustawa PBSB Pilihan Al-Azhar Kairo

Santri dari 11 Provinsi Ikuti Tes Tahdid Mustawa PBSB Pilihan Al-Azhar Kairo

Santri dari 11 Provinsi Ikuti Tes Tahdid Mustawa PBSB Pilihan Al-Azhar Kairo

Sebanyak 60 santri mengikuti tes tahdid mustawa untuk Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kementerian Agama (Kemenag) pilihan kuliah di Universitas Al-Azhar Kairo. Mereka adalah peserta yang lolos seleksi tahap pertama.

Tes berlangsung di Universitas Asy-Syafi’iyyah, Jakarta. Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ahmad Zayadi menjelaskan, seleksi PBSB Luar Negeri dilakukan melalui 2 tahap, yakni: seleksi Computer Based Test (CBT) dan Tes Tahdid Mustawa.

Sebanyak 992 santri telah mengikuti seleksi tahap I berupa tes CBT pada 14 Mei lalu. Dari seleksi tersebut didapatkan sebanyak 60 santri yang berhak mengikuti seleksi tahap II.

Baca Juga

Komisi X DPR RI Rancang Aturan SMK Terintegrasi dengan Dunia Industri
Pemerintah Putuskan KSP Jadi Pusat Informasi Virus Corona Indonesia
Menkumham Tandatangani Pencabutan Bebas Visa Warga China ke Indonesia
Wacana Pulangkan 600 WNI eks ISIS, Tagar #TolakEksWNIproISIS Menggema
1.020 Orang Sembuh dari Virus Corona, China Berterimakasih pada Indonesia

“Hari ini, Kemenag menggelar seleksi tahap II berupa Tes Tahdid Mustawa

. Tes yang dilakukan berupa ujian tulis dan wawancara,” terang Zayadi di Jakarta, Sabtu (13/07).

Zayadi memaparkan, Tes Tahdid Mustawa sendiri merupakan mekanisme seleksi yang diterapkan oleh Universitas Al-Azhar Kairo bagi calon mahasantri baru. Santri diuji oleh Syekh yang didatangkan langsung dari Al-Azhar Kairo. Tes ini bertujuan untuk menentukan level penguasaan bahasa Arab calon mahasantri.

Pada tes tahap II ini, para santri disuguhkan dengan soal-soal berkaitan

kemampuan dan penguasaan Nahwu, Sharaf, Insya’, Qiraah, Istima’, Kalam, serta penguasaan kosa kata Arab.

Seleksi tahap II ini akan menentukan 30 calon mahasantri sesuai kuota yang disediakan. “Ke-30 calon mahasantri tersebut tidak bisa langsung masuk bangku perkuliahan. Mereka nantinya akan diberikan pelatihan dan bimbingan guna meningkatkan kemampuan berbahasa Arab,” ujar Zayadi.

Terdapat 7 kategori tingkatan penguasaan bahasa Arab, 1) Mubtadi’ Awal, 2) Mubtadi’ Tsani, 3) Mutawasith Awal, 4) Mutawasith Tsani, 5) Mutaqaddim Awal, 6) Mutaqaddim Tsani, dan yang paling tinggi adalah, 7) Mutamayyiz.

Pada rapat yang digelar Kemenag sebelumnya, Sekjen Organisasi

Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Muchlis M Hanafi menyampaikan, santri yang lulus seleksi adalah santri yang menguasai Bahasa Arab sekurangnya pada level 3 yakni Mutawasith Awal. “Pada level 3 hingga 6 disediakan waktu bimbingan selama 50 hari, sementara level 7 selama 30 hari, dan kemudian mahasantri mengikuti perkuliahan,” jelasnya.

 

Sumber :

https://appliedanimalbehaviour.com/

Author:m7xap